Program Terbaru: Polda Bali Perkuat Pengawasan WNA Melalui Aplikasi Cakrawasi, Jamin Keamanan Pulau Dewata
Polda Bali Perkuat Pengawasan WNA Melalui Aplikasi Cakrawasi, Jamin Keamanan Pulau Dewata
Kepolisian Daerah Bali (Polda Bali) menghadirkan platform digital Cakrawasi, alat inovatif untuk memantau keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayahnya. Tujuan utama aplikasi ini adalah mengurangi risiko tindak pidana serta pelanggaran hukum yang melibatkan orang asing, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Pulau Dewata.
Sebagai upaya proaktif, Cakrawasi dirancang agar pengawasan terhadap WNA bisa lebih cepat, akurat, dan menjaga kerahasiaan. Dengan fitur digital ini, Polda Bali bertujuan memastikan ketertiban dan keamanan di destinasi pariwisata internasional. Aplikasi ini juga diharapkan memudahkan identifikasi pelaku usaha yang belum memiliki izin tinggal lengkap, yang berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan daerah melalui pajak.
Peluncuran resmi Command Center dan website Cakrawasi dilakukan pada Kamis, 13 Maret 2026, di Mako Polda Bali. Acara ini menandai komitmen pihak kepolisian dalam memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan pengawasan. Sistem ini sudah menjalani uji coba sejak 5 Desember 2025, melibatkan instansi terkait dan penyedia jasa akomodasi di seluruh Bali.
Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya, menjelaskan bahwa “pengawasan oleh Imigrasi saja tidak cukup. Dibutuhkan alternatif lain untuk melengkapi tugas lintas sektoral ini,” sebagaimana diungkapkan dalam
sebuah pernyataan resmi.
Aplikasi Cakrawasi menyediakan fasilitas pemantauan real-time, memungkinkan deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan atau ganjil. Melalui laporan dari hotel, penginapan, atau tempat akomodasi, pergerakan WNA dapat terpantau secara dinamis. Pusat kendali ini juga memastikan data yang masuk bisa diverifikasi dan ditindaklanjuti secara responsif.
Statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali tahun 2025 menunjukkan lonjakan kunjungan wisatawan asing mencapai 7,05 juta orang, naik 11,9 persen dari tahun sebelumnya. Meski meningkatkan ekonomi, jumlah tersebut juga membawa risiko keamanan. Oleh karena itu, Polda Bali menggandeng teknologi untuk meminimalkan potensi kerawanan, baik sebagai korban maupun pelaku tindak pidana.
Sebagai langkah strategis, Cakrawasi menjadi sistem terintegrasi yang mendukung pengawasan adaptif. Fungsi utamanya tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mempermudah penyelesaian kasus jika terjadi pelanggaran. Dukungan dari penyedia jasa akomodasi berperan penting dalam memberikan data yang akurat dan up-to-date.
Polda Bali terus melakukan sosialisasi dan perbaikan untuk meningkatkan kinerja aplikasi. Ini memastikan keberhasilan Cakrawasi dalam menjaga kepatuhan WNA terhadap aturan serta menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dan investasi yang aman.
