Program Terbaru: Perang AS-Israel Bangunkan “Macan Tidur”, Iran-Korut “Bersatu”
Perang AS-Israel Bangunkan “Macan Tidur”, Iran-Korut “Bersatu”
Dalam situasi yang terjadi, para pakar memperkirakan bahwa Iran dan Korea Utara (Korut) akan memperkuat hubungan militer mereka, khususnya dalam bidang pengembangan rudal dan teknologi nuklir. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memasuki tahap penenangan. Beberapa analis menyebutkan bahwa kerja sama antara kedua negara bisa menjadi lebih intens setelah Iran memulai proses rehabilitasi infrastruktur militer yang terganggu.
“Korea Utara dan Iran mungkin akan kembali bersinergi dalam pengembangan senjata rudal serta membangun kembali kemampuan pengayaan uranium, karena Iran membutuhkan kemampuan untuk melakukan serangan balik secara signifikan,” ujar Cho Han-bum, analis senior dari Korea Institute for National Security (KINU).
Dukungan Korut terhadap Iran
Di tengah konflik, Korut menunjukkan dukungan terhadap pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. Melalui Korean Central News Agency (KCNA), kementerian luar negeri Korut menyatakan penghormatan terhadap keputusan rakyat Iran. “Kami menghargai hak dan pilihan rakyat Iran dalam menentukan pemimpin mereka,” tambah pihak berwenang. Sebelumnya, Pyongyang juga mengecam serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, menganggapnya merusak fondasi perdamaian di wilayah tersebut.
“Tindakan agresi AS dan Israel menghancurkan stabilitas kawasan serta memperburuk ketidakseimbangan global dengan menyerang Iran secara ilegal,” ungkap Korut.
Uji Coba Rudal Korut
Sementara itu, di tengah peningkatan ketegangan, Kim Jong-un mengawasi peluncuran rudal strategis dari kapal perusak terbarunya. Dalam pernyataannya, KCNA menyebutkan bahwa kekuatan nuklir Korut telah mencapai tahap baru. “Program nuklir kami kini berada dalam fase operasional multiguna,” kata Kim. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kemampuan pertahanan nuklir negaranya. Uji coba ini berjalan bersamaan dengan latihan militer gabungan Korsel dan AS yang dimulai 19 Maret.
“Pameran kekuatan militer oleh pihak-pihak yang bersaing di dekat wilayah kedaulatan kami dapat memicu dampak serius yang sulit dibayangkan,” peringat Kim Yo-jong, adik perempuan Kim Jong-un.
Kemitraan Militer yang Berlangsung Lama
Sejak tahun 1973, hubungan militer Iran dan Korut telah terjalin. Di masa Perang Iran-Irak pada 1980-an, Korut melaporkan menyuplai rudal Scud-B dan Scud-C kepada Iran. Pada dekade 1990-an, program rudal Iran seperti Shahab juga dikaitkan dengan teknologi dari rudal Nodong yang dikembangkan Korut. Peneliti KINU, Oh Gyeong-seob, mengatakan kerja sama ini mungkin masih berjalan secara rahasia hingga kini.
“Sanksi internasional membuat Iran hampir tidak punya pilihan selain bekerja sama dengan Korut dan Rusia untuk memperoleh senjata. Sangat mungkin bahwa kemajuan Iran dalam bidang rudal dan nuklir berkat bantuan dari Korut,” jelas Oh Gyeong-seob.
Di luar jadwal latihan militer gabungan AS-Korsel, Iran juga melakukan uji coba nuklir setelah meluncurkan sekitar 10 rudal balistik. Uji coba kemarin melibatkan 12 peluncur roket ultra-presisi dengan kaliber 600mm dan dua kompi artileri. Peristiwa ini semakin menegaskan peran Korut dalam mendukung pengembangan teknologi Iran.
Informasi ini dipublikasikan oleh South China Morning Post (SCMP), dikutip Senin (16/3/2026). Laporan dari AFP menambahkan bahwa Iran melakukan uji coba nuklir lagi, setelah sebelumnya meluncurkan rudal balistik.
Sebagai sumber, (sef/sef) Add as a preferred source on Google [Gamba
