Pembahasan Penting: Pembunuh Cucu Mpok Nori Diduga Kerap Cemburu dan Kekang Korban
Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Dian Puspitasari (40), kakak kandung Dwintha Anggary (37), mengungkapkan bahwa Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad (49), tersangka pembunuhan adiknya, sering merasa iri sejak korban aktif bekerja dan membangun hubungan dengan banyak orang, terutama rekan laki-laki. “Semenjak Anggi bekerja, ada banyak teman. Rata-rata temannya cowok, jadi situasi itu bikin dia cemburu,” katanya saat ditemui di lokasi, Minggu (22/3/2026).
Motif Kecemburuan dan Batasan Ruang Gerak
Menurut Dian, Dwintha dikenal ramah dan mudah bergaul. Hal ini, kata dia, mungkin memicu rasa iri pelaku. “Ya mungkin cemburunya di situ,” ujarnya. Pelaku juga terlihat cenderung membatasi kebebasan korban selama berpacaran. “Dia agak cemburuan. Jadi kalau orang Irak, dia bilang ‘Kamu mau apa aja saya kasih, tapi kalau untuk megang uang saya enggak kasih’,” tambahnya.
Peristiwa Maut dan Upaya Bunuh Diri
Dian menyebut pelaku sempat berusaha bunuh diri setelah ditolak permintaan rujuk oleh korban. “Sempat mau bunuh diri tapi enggak berani. Cuma sayat-sayat tangan doang. Itu karena dia pengen balik dan merasa bersalah sama adik saya,” kata Dian. Meski hubungan mereka berakhir setelah pelaku mengucapkan talak pada malam Nisfu Syaban atau awal Februari 2026, pelaku tetap berada di sekitar lingkungan korban.
Penyewaan Kontrakan dan Pengawasan
Dian menuturkan, pelaku bahkan menyewa kontrakan dekat tempat tinggal korban. “Pernah kita kira suaminya sudah pergi jauh, karena dia sempat kabur beberapa minggu. Tapi ternyata ngontrak di depan Gang Daman sini, masih dekat dengan kontrakan adik saya,” ujarnya. Ia juga menyebut pelaku sering mengawasi kegiatan korban, termasuk saat korban pulang malam hari.
Kronologi Peristiwa dan Rekaman CCTV
Komunikasi terakhir antara pelaku dan korban terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB. “Pas hari Jumat kita enggak ketemu karena sibuk masing-masing mau Lebaran,” katanya. Aksi pelaku tercatat dalam rekaman CCTV, di mana ia mondar-mandir sebelum menyerang korban. “Tersangka sempat bolak-balik memantau pakai motor. Lalu di atas jam dua belas, dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, dan lakban,” ungkap Dian.
Penangkapan dan Penjelasan Polisi
Pelaku ditangkap di ruas jalan tol menuju Merak pada hari yang sama setelah melacak keberadaannya di Puncak, Bogor. “Diduga tujuannya melarikan diri,” kata Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko. Sebelumnya, korban ditemukan tewas di kamar kontrakannya, Jalan Daman I, RT 08/RW 02, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) oleh ibu dan adik laki-lakinya.
“Korban ditemukan tewas di lantai dengan kondisi darah mengering di lantai dan kasur,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy.
