Kunjungan Penting: Selisih Jauh! Biaya Teknologi Perang AS vs Iran Bikin Geleng Kepala
Perbedaan Biaya Teknologi Perang AS dan Iran Menjadi Perhatian Utama
Konflik terkini antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memperlihatkan ketimpangan signifikan dalam biaya teknologi militer modern. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dilaporkan menghabiskan jumlah besar dana untuk menangkal serangan dari Iran, yang menggunakan drone dengan biaya jauh lebih rendah. Angka ini mencerminkan tantangan serius dalam perang saat ini.
Pertahanan AS Dihadapkan pada Tantangan Biaya Tinggi
Dilansir CNBC International, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengingatkan bahwa biaya amunisi mahal membuat AS kesulitan menghadapi senjata murah musuh. Menurutnya, membasmi drone Iran dengan rudal harganya mencapai US$ 2 juta terasa tidak efisien. “Kita harus mampu mengirimkan drone serang yang kuat dalam jumlah besar, bukan hanya terus-menerus menghabiskan dana tinggi,” tegas Hegseth, dikutip Minggu (29/3/2026).
“Kita tidak mampu menembak jatuh drone murah dengan rudal seharga US$ 2 juta. Kita sendiri harus mengerahkan drone serang yang mumpuni dalam jumlah besar.” – Pete Hegseth
Iran Mengandalkan Drone Berbiaya Rendah untuk Menyerang
Iran menggunakan kawanan drone Shahed, dengan harga per unit berkisar antara US$ 20.000 hingga US$ 50.000. Senjata ini telah terbukti mampu menghancurkan fasilitas militer AS. Di sisi lain, AS mengeluarkan US$ 5,6 miliar dalam dua hari pertama perang untuk keperluan amunisi.
AS Mulai Mengadopsi Teknologi Berbiaya Rendah dari Silicon Valley
Untuk menanggapi ketimpangan tersebut, militer AS mulai mempertimbangkan inovasi dari startup teknologi. Salah satunya adalah LUCAS, drone buatan SpektreWorks dari Arizona, dengan harga per unit sekitar US$ 35.000. Namun, CEO Govini Tara Murphy Dougherty mengatakan produksi LUCAS masih terbatas. Saat ini, kekuatan udara AS masih bergantung pada jet tempur dan pengebom tradisional.
Inovasi Teknologi Anti-Drone Mendapat Perhatian
Beberapa perusahaan teknologi mulai meningkatkan produksi sistem anti-drone. Contohnya, Aerovironment merilis laser Locust X3 yang menelan biaya operasional di bawah US$ 5 per tembakan. Perusahaan seperti Anduril, Epirus, dan Axon juga mempercepat pengembangan teknologi mereka. Konflik ini memicu pertumbuhan sektor pertahanan teknologi, dengan pendanaan VC naik hampir dua kali lipat menjadi US$ 49,9 miliar pada tahun lalu dari US$ 27,3 miliar di 2024.
Startup Teknologi Pertahanan Tidak Mendominasi Pasar
Data dari Ronald Reagan Presidential Foundation and Institute menunjukkan, investasi pada startup pertahanan hanya menyumbang 1% dari total anggaran militer AS pada 2025. Mayoritas pasarnya dipegang oleh tiga perusahaan besar: Anduril, Palantir, dan SpaceX. Permintaan terhadap teknologi hemat biaya meningkat pesat setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran akhir Februari lalu.
Produksi Teknologi Berbiaya Rendah Mendapat Dorongan
Banyak startup menerima panggilan dari Pentagon untuk mempercepat kapasitas produksi. CEO Chaos Industries, John Tenet, menyebut tim manufaktur mereka bekerja tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan. Pergeseran fokus ke teknologi otonom berbiaya rendah sejalan dengan target presiden AS Donald Trump, yang mengusulkan anggaran militer US$ 1,5 triliun untuk 2027. Hegseth menargetkan produksi 300.000 drone murah dalam waktu singkat pada tahun tersebut.
