New Policy: Pembalap Sean Gelael raih podium tiga di race pertama GTWCA Mandalika

Pembalap Sean Gelael raih podium tiga di race pertama GTWCA Mandalika

Langkah Awal di Mandalika

New Policy – Lombok Tengah, Sabtu (2/5) – Pembalap Indonesia, Sean Gelael, berhasil mencapai podium di race pertama seri GT World Challenge Asia 2026 yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hasil ini menjadi awal yang menjanjikan bagi Sean dan tim Garage 75, yang turut berpartisipasi dalam acara dua hari balapan. “Mencapai podium di Mandalika dianggap sebagai pencapaian istimewa, apalagi ditorehkan di tempat yang dianggap sebagai rumah pembalap sendiri,” ungkap Sean setelah selesai lomba.

“Podium di Mandalika tentu menjadi hasil yang spesial, apalagi diraih di rumah sendiri,” kata Sean Gelael usai balapan di Sirkuit Pertamina Mandalika.

Setelah diadakan pada hari pertama, lomba berlangsung cukup sengit. Sean, yang start dari posisi terdepan, mampu mempertahankan ritme balap dan mengelola strategi secara cermat. Pemimpin kelas Silver dengan format solo ini mengakui persaingan yang ketat sejak awal balapan. “Saya sadar akan risiko terkena penalti sebagai pembalap kelas Silver dan solo, tapi tim sudah siap dengan strategi yang matang,” jelasnya.

Karakteristik Lintasan dan Tantangan

Sirkuit Pertamina Mandalika, yang terkenal dengan 17 tikungan, menuntut keahlian dalam manajemen ban dan pit stop. Sean memperlihatkan ketangguhan selama balapan, terutama pada fase-fase kritis yang memungkinkannya mengunci posisi podium. Meski sempat berada di puncak sejak start, posisi pembalap ini mengalami perubahan setelah memasuki pit line untuk mengganti ban. “Regulasi balapan memaksa saya turun ke posisi enam, tapi ini bagian dari proses,” ujarnya.

Karakteristik sirkuit yang kompleks menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap. Lintasan yang menggabungkan bagian lurus panjang dengan tikungan tajam membutuhkan konsistensi tinggi. Sean mengakui bahwa mengatur momentum menjadi kunci dalam menyelesaikan race dengan hasil yang memuaskan. “Saya fokus pada permainan ban dan strategi pit stop agar bisa menjaga performa hingga akhir balapan,” tambahnya.

Hasil dan Penantian Ke depan

Race pertama berlangsung dalam atmosfer ketat, di mana beberapa pembalap menunjukkan keunggulan mereka. Podium pertama diraih oleh pembalap Tiongkok Yu Kuai dengan catatan waktu terbaik 1 menit 28,5 detik. Sementara itu, posisi kedua diduduki oleh pembalap Selandia Baru Jaxon Evans yang bersama pembalap Indonesia Andrew Haryanto dari tim Audi Sport Asia Team Phantom, dengan catatan waktu 1 menit 28,7 detik.

Sean berharap hasil ini bisa menjadi titik awal untuk meningkatkan performa dalam race kedua yang akan berlangsung pada hari berikutnya. “Meski Safety Car mengganggu harapan menang, finis di podium sudah cukup membuat saya bangga,” katanya. Hal ini menunjukkan kemampuan Sean dalam menghadapi berbagai kondisi selama balapan, termasuk penggunaan strategi yang tepat di saat-saat kritis.

Dukungan dari Pertamina

Sebagai pembalap yang didukung oleh Pertamina, Sean Gelael merasa percaya diri dalam menghadapi ajang balap global. Direktur Utama Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, mengapresiasi pencapaian ini sebagai momentum positif bagi kemajuan pembalap Indonesia. “Podium Sean di Mandalika menunjukkan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Pertamina Fastron bangga dapat mendukung perjuangan Sean dan terus berkomitmen menjadi bagian dari perkembangan motorsport nasional,” kata Sigit.

Kiprah Sean di GTWCA Mandalika menjadi sorotan karena menunjukkan kemampuan dalam menghadapi tantangan lintasan yang sulit. Selain itu, hasil ini juga memberikan semangat bagi tim Garage 75 dan pembalap Indonesia lainnya. Dengan dukungan produk Pertamina, Sean berharap bisa memperlihatkan konsistensi yang lebih baik dalam race kedua.

Persiapan dan Harapan Ke depan

Semenjak race pertama berlangsung, tim Garage 75 terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan strategi untuk race kedua. Sean memperlihatkan kemampuan mengelola kondisi sirkuit serta adaptasi terhadap keputusan pit stop yang bisa memengaruhi peringkat. “Saya dan tim sudah mempersiapkan segala hal untuk menghadapi balapan hari Minggu nanti,” ujarnya.

Dengan kinerja yang menjanjikan, Sean Gelael berharap bisa meraih hasil lebih baik dalam race kedua. Pada kesempatan ini, pembalap muda asal Indonesia ini ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya, termasuk dalam menghadapi persaingan ketat dari pembalap internasional. “Setiap lap harus dikerjakan dengan optimal agar bisa mencapai ambisi finis di podium,” imbuhnya.

Momen podium Sean di race pertama juga menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam olahraga motorsport. Meski masih dalam tahap awal, keberhasilan ini memberikan motivasi bagi pembalap lain untuk terus berjuang. Dukungan dari Pertamina serta kompetisi yang sengit di Mandalika diharapkan bisa mendorong pengembangan balap nasional ke tingkat dunia.

Sebagai penutup, race kedua GT World Challenge Asia Mandalika 2026 akan digelar pada Minggu, 3 Mei 2026. Pembalap dan tim akan kembali menghadapi tantangan baru, termasuk melihat penyesuaian strategi setelah melalui pengalaman di hari pertama. Hasil race pertama menjadi dasar untuk mengejar prestasi lebih besar di hari berikutnya.

Kemajuan Sean Gelael bukan hanya tentang hasil finis di podium, tapi juga tentang kemampuan mengelola keadaan. Dengan konsistensi dan kepercayaan diri yang tinggi, pembalap ini menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi bagian dari ajang balap global yang kian populer. Pemacuan dari Pertamina serta dukungan dari pihak terkait akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tantangan di depan.