Penyerahan Kunci Huntap Dimulai – Penyintas Banjir di Sumatra Barat Mulai Huni Rumah Permanen
ntuk Penyintas Banjir Sumatera Barat Penyerahan Kunci Huntap Dimulai secara resmi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah penting

Penyerahan Kunci Huntap Dimulai untuk Penyintas Banjir Sumatera Barat
Tempatdonasi.com – Penyerahan Kunci Huntap Dimulai secara resmi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah penting dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana. Program hunian tetap atau huntap ini diperuntukkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar di Sumatera Barat pada akhir tahun 2025. Seremoni penyerahan kunci dilaksanakan secara bertahap selama dua hari, tepatnya pada 9 hingga 10 Juli 2026, di tiga wilayah berbeda. Ketiga lokasi tersebut meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Pariaman. Proses ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, yang menegaskan kesiapan hunian-hunian baru untuk ditempati para penyintas.
Proses Penyerahan di Tiga Wilayah
Di Kota Padang, sebanyak 23 unit hunian tetap telah selesai dibangun di Kampung Tanjung, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir dalam acara penyerahan simbolis kepada satu keluarga penerima manfaat. Sementara itu, di Kota Pariaman, tujuh unit huntap telah terbangun di Desa Sintuk, Kecamatan Pariaman Utara. Kehadiran Wali Kota Pariaman, Yota Balad, turut meramaikan momen penting ini. Untuk wilayah Kabupaten Padang Pariaman, peresmian dilakukan terhadap satu unit huntap di Desa Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung. Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mendampingi proses peresmian tersebut.
“Jangan sampai setelah dibangun huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahannya aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman,” ujar Rustian dalam pernyataannya.
Rustian menjelaskan bahwa tujuan utama penyerahan kunci adalah memastikan rumah-rumah yang telah selesai dibangun tidak terbengkalai. Ia berharap masyarakat penerima manfaat dapat segera menempati hunian mereka. Momen ini juga mencerminkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Seluruh proses tersebut terus diawasi ketat oleh pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana atau yang disingkat sebagai Satgas PRR.
Spesifikasi dan Inovasi Hunian Permanen
Rumah-rumah yang diserahkan menggunakan model pembangunan mandiri dengan memanfaatkan material Sepablock. Material ini merupakan inovasi dari PT Semen Padang yang menggunakan sistem bata saling mengunci atau interlocking. Sistem ini memungkinkan proses pembangunan berjalan lebih cepat, ramah lingkungan, tahan gempa, serta mudah dimobilisasi ke lokasi terdampak bencana. Setiap unit huntap memiliki tipe 36 dengan konfigurasi dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu dapur. Setelah pembangunan rumah contoh selesai, BNPB akan melanjutkan pembangunan huntap mandiri berdasarkan data penyintas yang telah diverifikasi secara ketat.
“Melalui penyediaan hunian permanen yang aman dan layak, pemerintah berharap proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” tutur Rustian dalam laporannya kepada Kasatgas PRR Tito Karnavian pada 12 Juli 2026. Meski demikian, BNPB yang menjadi bagian dari Satgas PRR menyadari percepatan pembangunan huntap di lokasi lainnya masih menjadi perhatian. Pertama, sejumlah titik di Sumatera Barat masih perlu mempercepat penyelesaian. Kedua, perlu memperkuat koordinasi penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), serta melakukan pemantauan berkala agar seluruh masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan.
Dalam data Satgas PRR per 13 Juli 2026, target huntap di Sumatera Barat sebanyak 2.824 unit. Saat ini proses pembangunan baru menyentuh 71 unit dan 22 di antaranya sudah rampung. Akselerasi ini menjadi perhatian Kasatgas PRR Tito Karnavian. “Agar warga yang rumahnya rusak berat atau hilang segera memperoleh kepastian tempat tinggal yang layak dan aman,” ujarnya pada awal Juli. Penyerahan Kunci Huntap Dimulai ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang pemulihan masyarakat Sumatera Barat pascabencana banjir.
