Key Discussion: Polisi ungkap WNA China produksi 824 buah etomidate siap edar
Polisi Ungkap WNA China Produksi 824 Buah Etomidate Siap Edar
Key Discussion – Jakarta – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengungkap kasus produksi narkoba jenis etomidate yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, berinisial CH (51 tahun). Tersangka ini memproduksi 824 buah cartridge vape etomidate, senilai lebih dari Rp2 miliar, di sejumlah apartemen di wilayah Jakarta Utara menggunakan sistem industri rumahan. Perbuatan tersebut diungkapkan oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Galang Saputro, saat merilis hasil penyelidikan di Jakarta, Rabu.
Pengembangan Kasus dari Penyekapan Anak di Bawah Umur
Pelaku dijerat dalam pasal 610 ayat 2 huruf B Undang-Undang 1 Tahun 2023 tentang KUHP, pasal 119 ayat 2 Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pasal 609 UU KUHP yang sama. Penangkapan dimulai dari pengungkapan dugaan kasus penyekapan yang dilakukan CH terhadap anak di bawah umor di sebuah apartemen di kawasan Ancol pada Sabtu (25/4). Dalam kejadian tersebut, petugas menemukan sejumlah narkotika yang disimpan di tempat kejadian, sehingga memicu penyelidikan lebih lanjut.
“WNA ini berperan sebagai pemasok bahan dan meracik hingga menjadi narkoba siap edar,” kata Ari Galang Saputro.
Setelah memperoleh informasi, polisi melakukan pengembangan ke lokasi lain yang diduga menjadi tempat produksi. Lokasi kedua terletak di sebuah apartemen di kawasan Mangga Dua, di mana petugas menemukan barang bukti seperti alat suntik, automizer, cartridge, timbangan digital, dan jurnal berisi bahasa asing yang menjelaskan cara pembuatan etomidate. Pengembangan ini dilakukan pada Minggu (26/4), setelah lokasi pertama di Ancol berhasil disita.
Di lokasi ketiga, yang kembali berada di kawasan Ancol, petugas menyita 521 buah cartridge vape etomidate, serta bahan baku dan alat pembuatan narkotika golongan dua. Dalam penyitaan tersebut, juga ditemukan sejumlah plastik klip sabu-sabu dengan berat total 4,57 gram. “Pelaku menjual satu pieces etomidate seharga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta, sehingga total nilai barang yang diamankan mencapai lebih dari Rp2 miliar,” ujar Ari.
Metode Produksi dan Jaringan Industri Rumahan
Etomidate, yang sering digunakan dalam anestesi medis, juga diminati oleh pengguna narkoba karena efek penenangnya. Tersangka mengoperasikan industri kecil di apartemen, memanfaatkan ruang yang tersembunyi untuk memproduksi narkoba secara ilegal. Sistem ini melibatkan beberapa titik distribusi, dengan masing-masing lokasi dianggap sebagai bagian dari jaringan yang terorganisir.
Dalam penyelidikan, polisi mengungkap bahwa CH tidak hanya memproduksi etomidate, tetapi juga mengumpulkan bahan-bahan dasar seperti bahan aktif, bahan tambahan, dan perasa khusus yang diperlukan untuk menghasilkan produk siap edar. Jurnal yang ditemukan menunjukkan keahlian tersangka dalam teknik pembuatan narkoba, termasuk penjelasan tentang cara mengubah bahan kimia menjadi bentuk yang mudah dikonsumsi melalui vape.
Ari Galang Saputro menjelaskan, selama penyelidikan, petugas menyita total 842 cartridge vape etomidate dari tiga lokasi yang berbeda. Selain itu, enam bahan dasar dan 48 alat produksi juga diamankan. Penemuan ini menggambarkan skala operasi yang terkontrol dan profesional, meskipun dilakukan secara rumahan. Polisi menilai bahwa tersangka mungkin memiliki koneksi dengan pemasok bahan baku di luar Jakarta.
Dampak Penyitaan dan Tantangan Selanjutnya
Penyitaan 824 buah etomidate siap edar menjadi salah satu kasus besar di Jakarta Utara, karena jumlahnya cukup besar dan nilainya mencapai miliaran rupiah. Tantangan utama dalam kasus ini adalah kesulitan mengidentifikasi alur distribusi narkoba, karena tersangka menggunakan sistem yang tersembunyi dan terpisah antara tempat produksi serta penyimpanan.
Di sisi lain, keberhasilan polisi dalam menangkap CH menunjukkan bahwa operasi anti-narkoba tidak hanya fokus pada pembelian atau distribusi, tetapi juga menyasar produksi langsung. Etomidate, yang berbentuk serbuk putih dan mudah dihancurkan menjadi cairan, menjadi bahan yang populer karena efeknya yang cepat dan minim efek samping fisik dibandingkan jenis narkoba lain.
Kasus ini juga menyoroti peran WNA dalam peredaran narkoba di Indonesia. Dengan menggunakan apartemen sebagai lokasi produksi, CH dapat menghindari pengawasan yang ketat di area terbuka. Polisi menilai bahwa strategi ini adalah bentuk adaptasi dari pelaku yang ingin menjaga keamanan dan kerahasiaan operasinya. “Penangkapan ini memberikan efek psikologis besar terhadap jaringan narkoba di Jakarta Utara,” tambah Ari.
Etomidate dikenal sebagai narkotika yang bisa menyebabkan kecanduan, terutama karena penggunaannya yang mudah dan efektif. Dalam kasus ini, tersangka memanfaatkan teknologi vape untuk menyembunyikan bentuk narkoba tersebut, sehingga lebih sulit dideteksi. Metode ini juga mempercepat proses distribusi, karena barang bisa dikirim ke konsumen melalui platform online atau cara lain yang modern.
Perspektif Hukum dan Potensi Penyelidikan Lebih Lanjut
CH dijerat dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun, sesuai dengan pasal yang berlaku. Penyelidikan masih berlangsung untuk menelusuri jaringan tambahan, karena polisi yakin bahwa ada pelaku lain yang terlibat dalam produksi atau distribusi etomidate. “Kasus ini bisa menjadi bukti bahwa narkoba tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga diproduksi oleh warga asing yang beroperasi secara tersembunyi,” ujar Ari.
Kepolisian juga menyatakan bahwa keberhasilan penyitaan ini berkat kerja sama dengan lembaga lain yang memantau kegiatan tersangka. Tersangka diketahui aktif dalam kegiatan penyekapan anak di bawah umur, yang menjadi titik awal dari investigasi. Selama penyelidikan, petugas juga memastikan bahwa tidak ada penggunaan kekerasan berlebihan terhadap korban, tetapi penyekapan berlangsung dalam tempo singkat.
Dengan menemukan alat-alat produksi dan bahan baku, polisi memperkirakan bahwa CH mungkin memproduksi narkoba secara rutin sejak beberapa bulan terakhir. Keterlibatan tersangka dalam kas
