Visit Agenda: Layanan eazy paspor tingkatkan permohonan paspor di Imigrasi Palopo

8953ca65-ed02-4e50-8f7e-4a00913c9307-0

Layanan eazy paspor tingkatkan permohonan paspor di Imigrasi Palopo

Pemohon Paspor Meningkat

Visit Agenda – Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palopo, Sulawesi Selatan, berhasil mengakselerasi jumlah pengajuan paspor melalui inovasi layanan bernama “eazy paspor”. Dalam dua tahun terakhir, lembaga tersebut mampu mendorong peningkatan status dari kelas III ke kelas II, berkat upaya meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat. Pemohon paspor rata-rata mencapai 60 hingga 70 orang per hari, dengan target setiap hari mencapai 75 permohonan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan lima tahun silam, di mana jumlah pengajuan hanya berkisar 50-an.

“Rata-rata per hari itu jumlah pemohon antara 60 sampai 70 pemohon. Sehari kami menargetkan itu 75 permohonan. Jika bandingkan lima tahun lalu itu pemohon cuma 50-an saja,” kata Yogie Kashogi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Palopo, dalam wawancara Selasa lalu.

Mekanisme Layanan Eazy Paspor

Layanan “eazy paspor” merupakan inisiatif inovatif dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi yang diimplementasikan di seluruh kantor imigrasi, termasuk di Palopo. Konsep ini menghadirkan sistem jemput bola, di mana petugas imigrasi aktif menjangkau daerah-daerah atau lokasi pemohon di luar kantor utama. Lokasi ini mencakup perkantoran, sekolah, atau komunitas, sehingga memudahkan warga yang berada di wilayah terpencil.

Dalam layanan ini, hanya permohonan paspor baru dan pengganti yang diterima. Untuk kasus paspor hilang, rusak, atau perubahan data, masyarakat tetap harus datang langsung ke kantor imigrasi. Proses untuk permohonan tersebut melibatkan pembuatan berita acara pemeriksa (BAP), yang memerlukan kehadiran langsung di lokasi utama.

Layanan eazy paspor dilakukan setiap bulan sekali. Petugas melakukan kunjungan ke setiap kabupaten/kota yang termasuk dalam lingkup kerja Kantor Imigrasi Palopo. Wilayah kerja mencakup lima daerah, yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Toraja Utara. “Setiap kali layanan eazy paspor jumlah yang dilayani sekitar 50 hingga 60 pemohon,” tambah Yogie Kashogi.

Manfaat dan Tantangan

Dengan adanya layanan ini, warga di wilayah jauh seperti daerah yang ditempuh hingga 200 km dari kantor utama, bisa lebih mudah mengajukan dokumen perjalanan tanpa perlu repot menghabiskan waktu untuk perjalanan jauh. Hal ini menjadi solusi praktis, terutama bagi masyarakat yang bekerja di perkantoran atau beraktivitas di sekolah, sehingga tidak terganggu dengan urusan administrasi.

Yogie Kashogi menjelaskan, inovasi ini berdampak signifikan dalam meningkatkan partisipasi warga dalam proses keimigrasian. “Layanan ini sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian, mengingat jarak wilayah kerja Imigrasi Palopo dengan daerah kerja cukup jauh, ada daerah yang ditempuh dengan jarak 200 km,” ujarnya. Selain mempermudah akses, layanan ini juga mempercepat proses penerbitan, karena pengajuan bisa dilakukan secara langsung oleh petugas di lokasi terpencil.

Meski begitu, ada tantangan tertentu dalam menjalankan program ini. Petugas harus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak desa, sekolah, dan komunitas, untuk menentukan waktu dan tempat terbaik. Keterlibatan masyarakat dalam merespons layanan ini pun sangat penting, karena keberhasilan program bergantung pada partisipasi aktif mereka. “Kami selalu berupaya memastikan kesesuaian jadwal dengan kebutuhan warga, agar layanan ini tidak hanya sekadar formalitas,” kata Yogie.

Pengembangan dan Harapan Masa Depan

Sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan imigrasi, “eazy paspor” di Palopo diharapkan menjadi contoh baik bagi kantor imigrasi lainnya. Dengan sistem jemput bola, warga tidak lagi terbatas oleh jarak, sehingga proses pengajuan paspor lebih cepat dan efisien. Yogie Kashogi juga menyebut bahwa program ini telah memperkuat hubungan antara Kantor Imigrasi Palopo dengan masyarakat di luar kota, mengurangi kesan birokrasi yang rumit.

Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pemohon yang datang ke kantor utama mengalami penurunan, karena sebagian besar permohonan kini difasilitasi melalui layanan eazy paspor. “Masyarakat kini lebih memilih metode ini karena praktis dan menghemat waktu,” jelasnya. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketidaktahuan sebagian masyarakat tentang adanya layanan ini. Untuk mengatasi hal itu, Kantor Imigrasi Palopo terus melakukan sosialisasi melalui berbagai jalur, termasuk media sosial, pameran, dan kerja sama dengan tokoh setempat.

Seiring waktu, layanan eazy paspor diharapkan bisa mencakup lebih banyak daerah, bahkan sampai ke pedesaan terpencil. “Kami sedang mengevaluasi kebutuhan wilayah untuk memperluas cakupan, agar semua masyarakat mendapatkan manfaat serupa,” imbuh Yogie. Dengan pengembangan lebih lanjut, layanan ini tidak hanya meningkatkan jumlah pemohon paspor, tetapi juga membantu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keimigrasian dalam kehidupan sehari-hari.

Direktorat Jenderal Imigrasi terus memberikan dukungan untuk program seperti ini, karena layanan jemput bola dinilai efektif dalam mengurangi beban kerja petugas di kantor utama. Selain itu, metode ini juga meminimalkan antrian, karena pemohon bisa mendapatkan layanan langsung di lokasi mereka. “Eazy paspor adalah bagian dari transformasi digital dalam layanan publik, dan Palopo menjadi salah satu dari banyak lokasi yang turut serta,” tutur Yogie Kashogi.

Peran Pemerintah Daerah

Peningkatan permohonan paspor di Palopo juga didukung oleh pemerintah daerah setempat. Dengan mengizinkan kantor imigrasi menjangkau wilayah-wilayah tertentu, pihak berwenang memberikan ruang bagi layanan ini untuk berkembang. “Kerja sama dengan pemerintah daerah sangat strategis, karena memungkinkan kami mengakses masyarakat yang terisolasi secara geografis,” papar Yogie.

Dalam pelaksanaan layanan eazy paspor, petugas imigrasi juga melibatkan warga dalam proses verifikasi dan penerimaan dokumen. Langkah ini memastikan keakuratan data sejak awal, sehingga mengurangi risiko kesalahan yang bisa menghambat proses. “Kami selalu berusaha menjaga kualitas layanan, meskipun jumlah pemohon meningkat pesat,” jelasnya.

Kehadiran eazy paspor tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi imigrasi. “Kini, banyak warga yang lebih proaktif mengajukan paspor, karena merasa diperhatikan dan dilayani