Announced: PT Lintas Armada Indonesia salurkan bantuan ke empat panti di Jakarta
PT Lintas Armada Indonesia salurkan bantuan ke empat panti di Jakarta
Announced – Jakarta, Rabu – PT Lintas Armada Indonesia (LAI) melakukan distribusi bantuan kepada empat panti, terdiri dari dua panti asuhan dan dua panti wreda, yang berlokasi di berbagai wilayah Jakarta. Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk mendukung pengelola panti dalam memenuhi kebutuhan penghuni yang ada. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa berbagi terhadap saudara-saudara kami yang kurang beruntung secara ekonomi,” ujar Antonius Chandra, pemilik perusahaan, didampingi oleh Direksi Susana Wongso dan PH Haji Junaidi. Kegiatan ini diadakan di Jakarta, Rabu, dan menjangkau panti-panti yang tersebar di Pejagalan, Penjaringan, Cengkareng, serta Sunter Tanjung Priok.
Distribusi bantuan dimulai dengan panti-panti di Jakarta Barat, yaitu Panti Asuhan Adinda dan Panti Sosial Bina Daksa Budhi Bakti. Chandra menjelaskan bahwa proses pengiriman akan terus berlanjut, dengan dua panti lainnya akan menerima bantuan pada hari berikutnya. “Kami berharap bantuan ini bisa memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi penghuni panti,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa program bakti sosial ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk berbagi dan memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Program Bakti Sosial Berkelanjutan
Chandra menambahkan bahwa aksi sosial ini dilakukan secara rutin oleh perusahaan, setiap dua kali dalam setahun. “Kegiatan ini bertujuan menunjukkan dedikasi dan cinta terhadap sesama, serta mendorong pengusaha lain untuk ikut berpartisipasi,” jelasnya. Menurutnya, bantuan yang diberikan bertujuan mengurangi beban pengelola panti, khususnya dalam kondisi ekonomi yang dinamis. Dalam penjelasan Chandra, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen LAI untuk menjaga kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan meliputi berbagai jenis kebutuhan pokok, seperti beras, telur, minyak goreng, makanan kaleng, bumbu dapur, alat kebersihan diri, buku, dan peralatan sekolah. Total bantuan mencapai 410 kilogram beras, yang merupakan bagian dari paket bantuan pangan yang diberikan kepada penghuni panti. “Kami ingin memastikan bantuan ini bisa mengatasi kebutuhan dasar mereka, baik dalam aspek makanan maupun perlengkapan sehari-hari,” kata Chandra.
Respon Pengelola Panti
Pengelola Panti Asuhan Adinda, Nani Suharti Soedarmo, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima. Ia menuturkan bahwa jumlah bantuan yang diberikan kepada panti yang berdiri sejak 1998 mulai berkurang. “Mungkin karena kondisi ekonomi yang semakin menurun, sehingga bantuan berkurang,” ujarnya. Menurut Nani, panti tersebut melayani 50 anak yang berasal dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Semua penghuni panti tersebut dititipkan karena berbagai alasan, termasuk mereka yang tidak memiliki tempat tinggal.
Kasatpel Pelayanan Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2, Siti Nurhayati, juga mengapresiasi bantuan yang diberikan. Ia menyatakan bahwa panti yang ia kelola memiliki 430 lansia, sebagian besar dari mereka membutuhkan perawatan intensif. “Lebih dari separuh penghuni di sini tengah sakit dan terbaring di tempat tidur, sedangkan sebagian lainnya bisa mandiri,” tambah Siti. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena mampu memberikan dukungan kepada para lansia yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Chandra menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan sosial dan membangun kepercayaan dengan masyarakat. “Dengan berbagi, kami berharap dapat menjadi contoh bagi pengusaha lain yang ingin berkontribusi bagi kebutuhan sesama,” ujarnya. Ia menekankan bahwa LAI terus berusaha meningkatkan kualitas bantuan, baik dalam jumlah maupun jenis, untuk memastikan manfaat maksimal bagi para penerima.
Kebutuhan Penghuni Panti
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai aspek kebutuhan, seperti pangan, kebutuhan pribadi, dan perlengkapan pendidikan. Dengan adanya bantuan tersebut, pengelola panti diharapkan dapat fokus pada pelayanan yang lebih baik bagi penghuni. Chandra menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan secara bertahap, dengan prioritas diberikan kepada panti yang terdampak langsung oleh kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Siti Nurhayati menambahkan bahwa bantuan seperti beras dan makanan kaleng sangat penting bagi para lansia yang tinggal di panti. “Mereka sangat bergantung pada bantuan dari luar, terutama saat kondisi ekonomi memburuk,” ujarnya. Sementara itu, Nani Suharti mengungkapkan bahwa bantuan yang diterima panti Adinda sebelumnya lebih banyak, namun kini lebih terbatas karena berbagai faktor. “Semoga bantuan ini bisa membantu kami untuk terus menjalankan kegiatan panti dengan baik,” harap Nani.
Chandra juga menyebutkan bahwa LAI berupaya memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak. “Kami tidak hanya berikan bantuan pangan, tetapi juga peralatan sekolah dan bahan kebersihan yang bisa mendukung kesehatan dan kenyamanan penghuni,” katanya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahun, sebagai bagian dari program rutin perusahaan dalam memberikan kontribusi sosial.
Dalam rangkaian aksi bakti sosial tersebut, LAI juga berharap bisa memberikan dampak jangka panjang. “Bantuan ini tidak hanya meringankan beban saat ini, tetapi juga mendorong kemandirian para penghuni di masa depan,” kata Chandra. Ia menambahkan bahwa LAI terus berusaha meningkatkan kualitas dan cakupan bantuan, serta memperluas kolaborasi dengan pihak lain untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang kurang beruntung bisa terpenuhi secara maksimal.
