Farizal Romadhon – prajurit ramah itu gugur di Lebanon

Farizal Romadhon, Prajurit Ramah itu Gugur di Lebanon

Sekitar pukul 20.44 waktu setempat, seorang prajurit yang dikenal aktif dalam ibadah serta sifatnya ramah meninggal dunia akibat serangan artileri yang menghancurkan area Indobatt UNP 7-1 di Kota Adshit Al-Qusyar, Lebanon Selatan. Prajurit tersebut bernama Praka Farizal Romadhon, yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S sebagai anggota Yonif 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda. Ia menjalani misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB.

Kepribadian dan Dedikasi

“Semasa dinas, almarhum dikenal sangat rajin beribadah dan memiliki sikap kerja yang baik. Orangnya juga ramah serta memiliki loyalitas tinggi kepada atasan,” ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda Kolonel Inf T Mustafa Kamal di Banda Aceh, Selasa.

Kamal menjelaskan, Farizal Romadhon awalnya bertugas di Aceh sebelum terlibat dalam misi perdamaian di Lebanon. Saat ini, ia akan memasuki tahun ke-sembilan sebagai prajurit TNI di Tanah Rencong. Menurutnya, kepergian almarhum yang menjadi korban dalam tugas negara bersama PBB menggugah perasaan masyarakat luas, termasuk keluarga dan seluruh jajaran TNI.

Keluarga dan Kehormatan

Farizal meninggalkan istri bernama Fafa Nur Azila dan seorang anak, Shanaya Almahyra Elshanu, yang baru berusia dua tahun. Keduanya saat ini tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/JS, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kapendam IM Mustafa Kamal menyampaikan bahwa informasi terkini menunjukkan almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya.

“Dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan almarhum selama menjalani tugas perdamaian dunia di Lebanon adalah bukti nyata profesionalisme prajurit TNI di tingkat internasional,” tambahnya.

Pengorbanan dan Makna Tugas

Kapendam Mustafa Kamal menegaskan, Kodam Iskandar Muda siap memberikan dukungan maksimal kepada keluarga prajurit yang gugur dalam melayani bangsa dan negara. TNI juga menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan. Seluruh hak prajurit, baik yang gugur maupun terluka, akan dipenuhi sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Kamal, pengorbanan Farizal Romadhon menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia tidak tanpa risiko, tetapi tetap dijalani dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab demi nama baik bangsa Indonesia.