Hasil Pertemuan: Prabowo Tiba di Sumut Usai Lawatan ke Pakistan-Rus
Bersiap untuk Aceh: Kembali dari Pakistan dan Rusia dengan Harapan Baru
Setelah menyelesaikan perjalanan ke Pakistan dan Rusia, Prabowo Subianto kembali ke Indonesia dengan semangat baru. Nah, sebelum menikmati istirahat di Sumatera Utara, mantan ketua umum Partai Gerindra ini langsung terjun ke lapangan. Pesawat kepresidenan PK-GIG mendarat di Bandara Kualanamu Jumat (12/12/2025) pukul 02.50 WIB, dan ia disambut oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Mensesneg Prasetyo Hadi dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Sambil menunggu mobil Alphard mengantarkan ke hotel, atmosfer hangat dan antusiasme mengisi ruang publik. Kehadiran Prabowo dianggap sebagai sinyal kuat untuk mempercepat penanganan bencana alam yang masih menghantui Aceh.
Meninjau Lokasi Banjir: Tugas yang Tidak Bisa Ditunda
Aceh, yang sebelumnya mengalami bencana banjir besar, kini menjadi fokus utama Prabowo. Setelah mendarat di Sumut, ia langsung menyusun rencana untuk meninjau beberapa titik lokasi yang terkena dampak. Tidak hanya meninjau, Prabowo juga diharapkan memberikan arahan dan dukungan moril kepada para korban. Ternyata, kegiatan ini bukan sekadar inspeksi biasa—ia juga akan memastikan bahwa upaya penanggulangan bencana berjalan efektif. Apa yang menjadi strategi pemerintah untuk menangani masalah ini, dan bagaimana pengalaman di luar negeri akan memengaruhi langkah-langkah di Aceh?
“Hubungan kami berkembang sangat konsisten pada tahun yang kami menyambut 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara negara kita. Komisi bersama ekonomi juga bekerja dengan bagus. Hubungan ekonomi sama perdagangan juga berkembang selama 9 bulan pertama tahun ini. Nilai perdagangan kita naik 17 persen,”
ujar Putin.
Kutipan Putin ini menjadi bahan pemanasan bagi Prabowo sebelum fokusnya kembali ke Aceh. Setelah menghabiskan waktu di Rusia, ia memperoleh gambaran luas tentang kerja sama ekonomi dan perdagangan yang telah menunjukkan hasil positif. Sementara di Pakistan, sejumlah kesepakatan strategis telah ditandatangani, termasuk pengakuan bersama sertifikat pendidikan tinggi dan kerja sama di bidang kesehatan. Tapi, keberhasilan tersebut harus diuji di lapangan—dan Aceh menjadi tempat yang tepat untuk melihat bagaimana langkah-langkah nasional bisa diadaptasi di tingkat lokal.
Kunjungan ke Pakistan dan Rusia: Fokus pada Kerja Sama Strategis
Sebelum tiba di Sumut, Prabowo sudah menyelesaikan dua kunjungan penting. Di Pakistan, ia bertemu dengan PM Muhammad Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari, dengan hasil sejumlah MoU yang menjanjikan. Dari pengakuan gelar pendidikan hingga program hibah untuk pelajar Indonesia, setiap langkah ini dirancang untuk memperkuat hubungan bilateral. Di Rusia, pertemuan dengan Putin di Istana Kremlin menyoroti kerja sama energi dan ekonomi yang terus berkembang.
“Kami sangat senang bertemu Anda,”
tambah Putin dalam sambutannya, yang menjadi bukti komitmen dua negara untuk kolaborasi yang lebih dalam.
Kunjungan ini tidak hanya tentang kebijakan luar negeri, tapi juga refleksi dari kebutuhan dalam negeri. Aceh, dengan segudang masalah yang dihadapinya, menjadi cerminan bagaimana Indonesia perlu memperkuat kemitraan dengan negara-negara lain. Prabowo, dengan latar belakang sebagai tokoh nasional, diharapkan bisa membawa ide-ide dari luar negeri untuk diterapkan di Aceh. Ini adalah momen penting—bukan hanya untuk meninjau bencana, tapi juga untuk menegaskan bahwa pemerintah serius dalam membangun kembali wilayah yang masih terpuruk. Ternyata, keberhasilan ekonomi dan perdagangan di luar negeri bisa menjadi pelajaran berharga bagi Aceh yang sedang bangkit.
