Pembahasan Penting: Prabowo Minta Menkes Kerahkan Dokter Magang Ban
Langkah Prabowo: Menyelamatkan Nyawa dengan Tim Medis Tambahan
Minggu malam, tepatnya di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah dramatis dalam menghadapi bencana alam yang mengguncang Sumatera. Saat rapat terbatas dengan sejumlah menteri dan kepala lembaga, ia menyoroti kebutuhan darurat di tengah gelombang kejadian bencana yang masih menghiasi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ternyata, ia tidak hanya ingin mengambil keputusan strategis, tapi juga memberikan semangat baru bagi korban yang masih berjuang melawan waktu.
Mengapa Aceh Jadi Fokus Utama?
Bencana alam di Aceh memang tak bisa dianggap remeh. Selain menghancurkan infrastruktur, ia juga menguras tenaga dan sumber daya manusia. Dalam rapat tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan fakta yang memilukan: kekurangan dokter di wilayah tersebut semakin parah karena banyak dari mereka menjadi korban langsung.
“Kita kekurangan dokter karena dokter di sana jadi korban juga,”
katanya, menambahkan bahwa situasi membutuhkan segera.
“Kita kekurangan dokter karena dokter di sana jadi korban juga,”
Prabowo langsung merespons dengan pertanyaan yang tajam: apakah dokter magang atau koas bisa langsung diterjunkan? Jelas, ia ingin mempercepat respons darurat. Tapi Budi menjelaskan bahwa walaupun para dokter internship sudah bisa bertindak, mereka tetap membutuhkan pendamping.
“Sekarang dicek ya Pak, internship kita sudah berapa yang bisa. 74? Bisa juga kan?”
Menhan Dibutuhkan, TNI dan Polri Dikerahkan
Dalam upaya mengatasi krisis, Prabowo mengajukan kerja sama dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia meminta bantuan 300 dokter dari TNI dan Polri selama tiga bulan.
“Jadi saya minta tolong juga Pak Menhan kalau boleh saya butuh sekitar 300 dokter tiga bulan ke depan untuk ngisi sampai mereka jadi, saya atasi sebagian,”
ujar Budi, yang dengan cepat menyadari bahwa mobilisasi dari institusi militer lebih efisien.
“Sekrang saya tanya kalau koas boleh nggak diterjunkan? Sudah boleh?”
Prabowo pun memperjelas harapan: dokter magang atau koas harus langsung turun ke lapangan. Tapi Budi menegaskan bahwa meski siap, mereka membutuhkan dukungan dari dokter berpengalaman. Ini menjadi strategi menggabungkan kekuatan generasi muda dengan pengalaman senior, agar korban bencana tidak kehilangan harapan di tengah situasi yang memprihatinkan.
Konteks Lebih Luas: Bencana dan Tanggung Jawab
Di balik upaya cepat tersebut, tersembunyi sebuah pesan politik yang dalam. Prabowo tidak hanya ingin memperbaiki kondisi kesehatan di Aceh, tapi juga menegaskan bahwa bencana alam bukan alasan untuk
“perkaya diri”
.
“Jangan pakai bencana Sumatera untuk perkaya diri,”
sindirnya, mengingatkan jajaran pemerintah agar fokus pada pelayanan publik, bukan kepentingan pribadi.
Analisis dari semua langkah ini menunjukkan bahwa krisis bencana memaksa pemerintah mengambil jalur yang tidak biasa. Dengan menerjunkan dokter magang dan koas, Prabowo mencoba membangun kekuatan ekstra di tengah tekanan besar. Tapi yang terpenting, ini bukan sekadar penggalangan tenaga, tapi juga simbol komitmen untuk melindungi nyawa rakyat, terlepas dari kondisi apapun.
