Program Terbaru: Kemlu: Indonesia tak jadi “co-sponsor” resolusi DK PBB Nomor 2817
Kemlu: Indonesia Tidak Menjadi “Co-Sponsor” Resolusi DK PBB Nomor 2817
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia memutuskan tidak mengambil bagian sebagai penjamin bersama (co-sponsor) dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) Nomor 2817, yang diajukan oleh Bahrain mewakili Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Dalam pernyataan di Jakarta, Jumat, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Nabyl A. Mulachela mengungkapkan bahwa Indonesia tidak menjadi co-sponsor.
“Indonesia menilai proses penyelesaian konflik harus dilakukan secara damai serta melalui jalur diplomasi, dengan memperhatikan aspek berimbang dan inklusif,” ujar Nabyl. Ia menambahkan bahwa dalam menyelesaikan masalah, inklusifitas dan keseimbangan adalah hal yang penting.
Resolusi tersebut diperkenalkan oleh DK PBB pada Rabu, 11 Maret 2026, dengan 13 negara memberikan suara setuju, tanpa ada yang menentang, serta dua negara memilih abstain, yaitu Rusia dan China. Daftar negara yang mendukung mencakup Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Bahrain, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Denmark, Yunani, Latvia, Liberia, Pakistan, Panama, dan Somalia.
Dalam resolusi, DK PBB menyatakan penyesalan terhadap serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (EUA), dan Yordania. Pernyataan itu juga meminta Iran untuk menghentikan ancaman, provokasi, serta tindakan yang mengganggu perdagangan maritim. Selain itu, resolusi mendukung kelompok-kelompok proksi di berbagai wilayah.
Serangan yang menjadi latar belakang resolusi terjadi pada 28 Februari lalu, saat Amerika Serikat dan Israel menyerang target di Iran. Mereka awalnya menyebut serangan itu sebagai tanggapan atas ancaman dari program nuklir Iran. Namun, kemudian memperjelas bahwa tindakan tersebut bertujuan mengubah kekuasaan di negara tersebut. Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika di Timur Tengah.
Indonesia juga mendorong Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, sambil menginginkan Iran menghentikan serangannya terhadap negara-negara Teluk. Pemerintah Indonesia berharap solusi yang ditemukan adalah damai, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan semua pihak.
