Berita

Program Terbaru: VP Sekretaris SKK Migas Tewas Tabrak TransJ Saat

Tragedi di Pagi Hari: Kecelakaan Maut yang Mengguncang Jakarta

Nah, pagi hari yang biasanya cerah dan riang tiba-tiba berubah menjadi tragedi. Saat matahari mulai menyapu jalanan Sudirman, Jakarta Pusat, seorang pejabat senior SKK Migas—Hudi Dananjoyo Suryodipuro—menjadi korban kecelakaan maut yang mengguncang kota. Sebuah bus TransJakarta menabraknya saat bersepeda, mengakhiri perjalanan rutinnya dengan cara yang tak terduga. Kejadian ini bukan sekadar insiden lalu lintas biasa, melainkan cerminan dari konflik waktu dan keamanan yang semakin sering terjadi di jalan-jalan Ibukota.

Kejadian di Luar Jam Bersepeda

Yang menarik, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, yang juga seorang pesepeda, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi di luar jam aman bagi pengendara sepeda.

“Bagi para pesepeda, itu jam 06.30 WIB, jam 06.20 WIB itu sudah selesai. Ini kan kejadiannya 06.20 WIB. Jadi ini sudah di luar jam bersepeda,”

ujarnya di Hotel Mulia, Jakarta Pusat. Komentar ini segera memicu pertanyaan: Apakah jam bersepeda yang dirancang ternyata tidak cukup aman, atau mungkin para pesepeda tak menyadari risiko saat memasuki jalur umum?

“Saya nggak mau menyalahkan siapa pun. Tapi kejadiannya, tadi saya panggil Dirut TransJakarta, almarhum mungkin capek, menabrak dari belakang busnya. Kejadiannya itu,”

ujar Pramono.

Analisis Pramono menunjukkan bahwa kecelakaan bukan hanya soal kecepatan atau kesalahan satu pihak, tapi juga soal pengaturan waktu. Ia mengakui bahwa pesepeda memahami dinamika lalu lintas di pagi hari, terutama setelah pukul 06.00 WIB.

“Karena saya pesepeda kan, dan saya tahu jam berapa harus selesai. Setelah itu, lalu lintas mulai ramai,”

terangnya. Hal ini mengingatkan kita bahwa meski jalur sepeda dirancang untuk menjaga keamanan, penggunaannya yang tak sinkron dengan jam sibuk tetap bisa menjadi penyebab masalah.

Korban: VP Sekretaris SKK Migas yang Selalu Berolahraga

Korban kecelakaan ini ternyata bukan orang sembarangan. Hudi Dananjoyo Suryodipuro, Vice President Sekretaris SKK Migas, meninggal dalam kecelakaan yang terjadi Selasa (9/12/2025) pagi.

“Inalillahi wainailihi rojiun telah berpulang almarhum pak Hudi eks Kadiv Program dan Komunikasi SKK Migas,”

bunyi kabar duka yang diterima detikcom. Staf SKK Migas juga membenarkan bahwa Hudi memang rutin bersepeda sebelum menuju kantor, sebagai bagian dari kebiasaan hidupnya yang sehat.

Kejadian ini mengingatkan kita bahwa bahkan pejabat yang memiliki kewaspadaan tinggi bisa terjebak dalam situasi berbahaya. Hudi, yang dikenal aktif dan penuh semangat, tak menyangka bahwa jalan yang ia pilih untuk berolahraga akan mengubah harinya secara mendadak. Bagaimana mungkin satu orang yang selalu tahu waktu bisa terlambat memahami bahaya yang mengancam di jalur umum?

Konteks dan Implikasi: Jadwal Bersepeda yang Butuh Revisi

Terkait usulan penataan ulang jalur sepeda, Pramono mengatakan bahwa masalah utamanya bukan infrastruktur, melainkan penggunaan waktu.

“Persoalannya sebenarnya bukan di jalur sepeda, persoalannya adalah ini kan sudah bukan jam bersepeda,”

tegasnya. Ini mengisyaratkan bahwa sistem jam bersepeda yang saat ini diterapkan mungkin kurang tepat, baik dari sisi keberlanjutan maupun keselamatan.

Kecelakaan Hudi menjadi bahan refleksi bagus. Apakah kita harus mengubah jam bersepeda agar lebih sesuai dengan kondisi lalu lintas, ataukah lebih baik memperkuat pengawasan di jalur yang sering diakses? Dengan kejadian ini, kita diingatkan bahwa keamanan dalam bersepeda bukan hanya soal jalur, tapi juga tentang konsistensi penggunaan waktu dan kesadaran akan dinamika lalu lintas. Tak bisa dipungkiri, kota Jakarta yang sibuk membutuhkan solusi cerdas untuk meminimalkan risiko serupa.