TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Issue: Pelaku UMKM di Bandung Terdampak Pemadaman Listrik PLN

Published Juni 19, 2026 · Updated Juni 19, 2026 · By Maya Rahman

Pelaku UMKM di Bandung Terdampak Pemadaman Listrik PLN

Key Issue: Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Bandung Raya telah menyebabkan gangguan signifikan bagi operasional usaha kecil dan menengah (UKM). Banyak pelaku usaha lokal mengeluhkan penurunan pendapatan yang signifikan akibat kejadian ini, terutama pada sektor yang bergantung pada alat elektronik untuk produksi atau layanan. Sejumlah pengusaha menyebutkan bahwa keuntungan harian bisnis mereka berkurang hingga 50 persen selama beberapa hari terakhir, menjadikan pemadaman listrik sebagai salah satu key issue utama dalam kehidupan ekonomi kota ini.

Permasalahan di Usaha Fotokopi dan ATK

Pemadaman listrik PLN yang berlangsung rutin mengganggu kegiatan usaha fotokopi dan alat tulis kantor (ATK), yang menjadi salah satu sektor terparah terkena dampak. Salah satu contoh adalah Ihsan Faturrohman, wirausaha di Majalaya, Kabupaten Bandung, yang mengakui bahwa pendapatan harian bisnisnya turun drastis. Menurutnya, mesin fotokopi dan printer tidak bisa beroperasi selama listrik padam, sehingga layanan jasa cetak terhambat dan pelanggan harus menunggu lebih lama.

"Terdampak, biasanya sehari dapat Rp1 juta, kemarin-kemarin ketika padam listrik omzet hanya setengahnya," kata Ihsan kepada Tempo, Jumat, 19 Juni 2026.

Key Issue ini tidak hanya memengaruhi kuantitas pesanan, tetapi juga mengurangi kualitas pelayanan. Ihsan menjelaskan bahwa usahanya harus beralih ke metode manual, yang menyebabkan biaya operasional meningkat dan keuntungan menurun. "Paling ngandelin penjualan ATK, tapi kan tidak seberapa, tetap saja dapat untung gede itu dari jasa fotokopi ataupun print," ujarnya.

Kesulitan di Usaha Kopi dan Minuman Dingin

Pemadaman listrik juga mengganggu kegiatan usaha kopi dan minuman dingin, yang memerlukan alat elektronik untuk proses produksi. Ade Mamad, pemilik usaha kopi dan es jeruk di Cileunyi, Kabupaten Bandung, mengungkapkan bahwa hambatan ini menyebabkan biaya produksi meningkat. Ia harus menggunakan bahan plastik sebagai pengganti alat perekat, sehingga pengeluaran tambah dan penghasilan berkurang.

"Terdampak dengan adanya pemadaman. Saya kan jualan es jeruk yang membutuhkan sealer, sedangkan kopi juga kan pakai grinder (mesin penggiling), jadi akhirnya nambah biaya lagi," ujar Ade.

Dalam situasi seperti ini, waktu produksi terganggu dan pelanggan sering mengeluhkan keterlambatan layanan. "Bahkan pernah akhirnya pelanggan gak jadi beli karena kan waktu pembuatan es kopi jadi lama, digilingnya harus manual," tambah Ade.

Penjelasan dari PLN

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Nurmalitasari, menjelaskan bahwa pemadaman listrik bergilir dilakukan untuk mengatasi masalah teknis pembangkit. Dua unit pembangkit besar mengalami gangguan, sehingga pasokan energi terbatas sementara waktu. "PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," kata Nurmalitasari.

Key Issue ini menunjukkan bahwa PLN memprioritaskan penyeimbangan beban sistem listrik, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi pelaku usaha yang bergantung pada alat elektronik. Pemadaman yang berlangsung selama beberapa jam sehari menyebabkan ketidaknyamanan, terutama pada usaha yang beroperasi sepanjang hari.

Dampak Ekonomi pada UMKM Bandung

Dampak pemadaman listrik tidak hanya terbatas pada kuantitas produksi, tetapi juga memengaruhi daya saing bisnis lokal. Sejumlah pelaku usaha menyebutkan bahwa mereka terpaksa menaikkan harga jual produk untuk menutupi biaya tambahan, sehingga mengurangi daya tarik konsumen. Key Issue ini memperlihatkan bahwa ketergantungan pada listrik menjadi faktor kritis dalam kelangsungan usaha.

Keberlanjutan bisnis UMKM di Bandung menjadi sorotan karena seringkali tidak memiliki cadangan energi yang memadai. Banyak usaha kecil mengalami hambatan karena tidak memiliki alat pemanas atau pendingin cadangan, sehingga risiko kerugian meningkat. "Kami perlu solusi jangka panjang agar tidak terus-menerus terganggu," ujar salah satu pengusaha.

Langkah Penyelesaian dan Kebutuhan Pemulihan

Menurut perwakilan UMKM lokal, penyelesaian key issue ini membutuhkan koordinasi lebih baik antara PLN dan pemerintah daerah. Selain itu, adopsi teknologi alternatif, seperti sumber daya terbarukan atau cadangan baterai, dianjurkan untuk mengurangi ketergantungan pada listrik PLN. "Kami harap pemadaman tidak berlangsung terlalu lama, karena ini sangat mengganggu," ungkap seorang pengusaha.

PLN sendiri mengakui kebutuhan untuk memperbaiki sistem distribusi dan memastikan keberlanjutan pasokan energi. Dengan memperhatikan kebutuhan pelaku UMKM, mereka bisa mengurangi dampak negatif dari pemadaman listrik. Key Issue ini menjadi bahan pertimbangan dalam merancang strategi peningkatan infrastruktur listrik di kota Bandung.