TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Gelar RUPST, Telkom Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun

Published Juni 9, 2026 · Updated Juni 9, 2026 · By Maya Rahman

Gelar RUPST, Telkom Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun

Meeting Results - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal sebagai Telkom, telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 secara virtual pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam acara tersebut, para pemegang saham Perseroan menyetujui beberapa agenda penting, di antaranya adalah penggunaan laba bersih tahunan, program pembelian kembali saham (buyback), serta penyesuaian susunan pengurus untuk memperkuat kepemimpinan perusahaan. Keputusan ini dirasa penting dalam mendukung keberlanjutan transformasi TelkomGroup di tahun 2026.

Dividen dan Keseimbangan Bisnis

Selama tahun 2025, Telkom menghadapi tantangan industri dan ketidakpastian ekonomi yang berdampak pada operasional perusahaan. Namun, seperti diungkapkan oleh Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, keputusan menyetujui pembagian dividen mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap keberhasilan perusahaan dalam menjaga fundamental bisnis dan memperkuat arus kas.

Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fondasi bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini menunjukkan yakinan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun, kata Dian.

Pembagian dividen tunai yang disepakati sebesar Rp 21,9 triliun mengalir dari penggunaan laba bersih tahun 2025 dan sebagian dari laba ditahan tahun sebelumnya. Dari total tersebut, sekitar Rp 17,8 triliun berasal dari laba bersih 2025, sedangkan Rp 4,2 triliun merupakan laba yang ditahan pada tahun 2024. Dividen ini akan dibayarkan paling lambat pada 10 Juli 2026. Pemegang saham yang berhak menerima pembagian dividen adalah mereka yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per 19 Juni 2026, saat penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

Program Buyback dan Strategi Peningkatan Nilai Saham

Di samping pembagian dividen, RUPST juga menyetujui rencana program buyback saham dengan nilai maksimal Rp 4 triliun. Program ini akan dilaksanakan melalui Bursa Efek maupun pasar bebas, baik secara bertahap maupun serentak, selama periode dua belas bulan sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat nilai saham dan menjaga stabilitas harga di tengah perubahan dinamika pasar.

Telkom memandang buyback sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan struktur modal dan meningkatkan daya tarik investasi jangka panjang. Dengan menyetujui program ini, perusahaan mencoba menjaga keseimbangan antara pengembalian dana kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi untuk mendukung pertumbuhan di masa depan.

Susunan Pengurus Baru

Hasil RUPST Tahun Buku 2025 menetapkan susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi yang baru. Susunan Dewan Komisaris terdiri dari lima anggota, dengan Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama. Keempat Komisaris Independen adalah Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim. Dua komisaris lainnya, Rizal Mallarangeng dan Edwin Hidayat Abdullah, serta Ossy Dermawan, akan mengawasi operasional perusahaan.

Di sisi Jajaran Direksi, Dian Siswarini tetap menjabat sebagai Direktur Utama. Beberapa posisi strategis diisi oleh figur baru, seperti Veranita Yosephine sebagai Direktur Enterprise & Business Service, Willy Saelan sebagai Direktur Human Capital Management, dan Arthur Angelo Syailendra sebagai Direktur Keuangan & Manajemen Risiko. Nanang Hendarno menangani Direktur Networ, sedangkan Seno Soemadji dan Budi Satria Dharma Purba masing-masing menjadi Direktur Strategic Business Development & Portfolio serta Direktur Wholesale & International Service. Faizal R. Djoemadi dan Andy Kelana juga ditetapkan sebagai Direktur IT Digital dan Direktur Legal & Compliance.

Progres Transformasi dan Kinerja 2025

Telkom menunjukkan kemajuan signifikan dalam menjalankan strategi transformasi TLKM 30 selama tahun 2025 hingga kuartal pertama 2026. Fokus perusahaan terpusat pada empat pilar utama, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Digital Innovation, dan Sustainability. Dalam bidang Operational & Service Excellence, Telkom berhasil meningkatkan efisiensi operasional melalui program TOTEX, pengelolaan arus kas yang lebih optimal, serta penerapan sistem Pensiun Dini dan Governance Reset.

Kinerja perusahaan pada tahun 2025 mencatatkan pencapaian yang menggembirakan. Pendapatan tahunan tercatat sebesar Rp 146,74 triliun, EBITDA mencapai Rp 72,24 triliun, dan net income sebesar Rp 17,81 triliun. Meski ada kontraksi net income karena percepatan depresiasi sebagai bagian dari strategi governance reset, dampak ini bersifat non-cash. Dengan demikian, stabilitas arus kas operasional tetap terjaga, menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Transformasi TelkomGroup tidak hanya berfokus pada peningkatan laba, tetapi juga pada penyederhanaan portofolio bisnis. Upaya ini mencakup divestasi aset noncore dan fokus pada bisnis inti yang lebih strategis. Langkah-langkah ini dirasa krusial untuk memperkuat daya saing perusahaan dalam industri digital yang terus berkembang. Pemegang saham menyetujui langkah-langkah tersebut, menunjukkan dukungan terhadap visi perusahaan dalam mewujudkan perubahan yang berkelanjutan.

Dengan menyetujui semua agenda RUPST, Telkom memperkuat komitmen untuk terus mengakselerasi transformasi. Pemegang saham dinyatakan yakin bahwa langkah-langkah ini akan membawa perusahaan ke level yang lebih baik, baik dalam hal kinerja keuangan maupun keberlanjutan operasional. RUPST menjadi titik balik penting dalam membentuk arah ke depan perusahaan, yang siap menantikan tantangan dan peluang di tahun 2026.