TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Minat Investor Beli Global Bond Danantara Tembus Rp 81,5 T

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Andi Permata

Minat Investor Global Terhadap Obligasi Danantara Meningkat Tajam

Minat Investor Beli Global Bond Danantara - Dalam penerbitan obligasi global perdana (global bond) yang dilakukan perusahaan investasi Danantara, minat dari para investor internasional terbukti sangat kuat. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa kelebihan permintaan atau oversubscription atas obligasi ini mencapai tiga kali lipat dari target awal. Fakta tersebut menunjukkan bahwa pasar keuangan global masih menaruh kepercayaan besar pada potensi ekonomi Indonesia.

Prospek Ekonomi yang Memicu Minat Investor

Penerbitan ini terjadi di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, seperti kenaikan tekanan geopolitik dan ketidakstabilan pasar keuangan domestik. Meski demikian, Rosan menegaskan bahwa tingginya permintaan menunjukkan keyakinan investor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Peminat obligasi mengakui bahwa pasar Indonesia tetap menarik, terutama untuk instrumen jangka panjang," ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin, 15 Juni 2026.

Obligasi dengan Denominasi Dolar AS Berhasil Diserap Lebih dari Target

Danantara awalnya menargetkan penerbitan obligasi global senilai US$1 miliar. Namun, setelah melakukan rangkaian roadshow ke berbagai pusat keuangan internasional, permintaan dari investor tercatat mencapai US$4,6 miliar atau setara Rp81,5 triliun (dengan kurs rupiah 17.725 per dolar AS). Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk menyesuaikan jumlah penerbitan menjadi US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,5 triliun.

Struktur Obligasi dan Kupon yang Kompetitif

Obligasi perdana Danantara terbagi menjadi dua tenor, yaitu 5 tahun dan 10 tahun, dengan masing-masing nominal US$750 juta. Rosan Roeslani menyebutkan bahwa tingkat kupon yang ditawarkan berhasil di bawah ekspektasi pasar. Untuk tenor lima tahun, imbal hasil yang ditetapkan sebesar 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun berada di angka 5,95 persen. Kondisi ini dianggap sebagai keuntungan dalam menarik minat investor.

Penyebaran Pembelian Berdasarkan Wilayah

Peminat obligasi Danantara terutama berasal dari Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Untuk tenor lima tahun, sekitar 38 persen pembelian berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa serta Timur Tengah, dan 21 persen dari Asia. Sementara itu, untuk tenor 10 tahun, mayoritas pembeli adalah investor dari AS dengan 52 persen, diikuti oleh Eropa dan Timur Tengah (31 persen), serta Asia (17 persen). Dari hasil ini, Rosan menyatakan bahwa kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan Indonesia terus meningkat.

"Bahkan mereka menyatakan kepada saya sangat-sangat terbuka apabila Danantara ingin menerbitkan obligasi hingga 30 tahun," kata Rosan Roeslani dalam keterangan resmi.

Ketertarikan investor pada tenor jangka panjang seperti 30 tahun menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memandang obligasi sebagai investasi jangka pendek, tetapi juga mengapresiasi stabilitas pasar Indonesia. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa negara ini mampu menjaga kinerja ekonominya meskipun terjadi tantangan global.

Strategi Pembiayaan yang Efektif

Penerbitan obligasi global ini dianggap sebagai strategi pembiayaan yang sukses, karena berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1,5 miliar. Selain itu, Rosan menambahkan bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang konsisten dalam menjaga kestabilan nilai tukar rupiah serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. "Kami yakin bahwa obligasi ini bisa menjadi pilihan investasi yang menarik bagi para pelaku pasar internasional," ujarnya.

Pembiayaan melalui global bond tidak hanya memberi dampak finansial, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam arena global. Dengan memanfaatkan pasar keuangan internasional, Danantara berharap bisa memperluas jaringan investor serta membangun kepercayaan terhadap sektor keuangan Indonesia. Rosan Roeslani menyebutkan bahwa proses penerbitan ini merupakan langkah awal dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengakuisisi dana untuk berbagai proyek pembangunan.

Konteks Pembiayaan di Tengah Ketidakpastian Global

Kontribusi penerbitan obligasi ini terjadi di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, seperti volatilitas harga komoditas global dan perubahan kebijakan moneter. Namun, Rosan menegaskan bahwa minat investor terhadap Indonesia tetap tinggi karena kinerja ekonomi yang stabil dan peluang pertumbuhan yang jelas. "Dengan menarik dana dari luar negeri, kami bisa memperkuat kemampuan finansial perusahaan serta menghadirkan solusi investasi yang lebih banyak," imbuhnya.

Keberhasilan penerbitan global bond Danantara juga diharapkan bisa memberikan contoh untuk perusahaan lain yang ingin melakukan pendanaan melalui instrumen keuangan internasional. Menurut Rosan, langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menarik minat investor dalam skala besar, terlepas dari tantangan ekonomi global yang sedang dihadapi. "Ini adalah bukti bahwa pasar Indonesia masih menawarkan peluang yang baik," kata dia.

Pilihan Editor: Seperlima Orang Kaya Indonesia Menikmati Subsidi BBM

Selain fokus pada penerbitan obligasi, editor juga menyoroti fakta bahwa sebagian besar dari orang kaya Indonesia masih memperoleh manfaat dari subsidi bahan bakar minyak (BBM). Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan subsidi tetap menjadi faktor penting dalam memastikan akses pasar keuangan kepada masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi.

Dengan adanya keberhasilan penerbitan global bond, Danantara berharap bisa terus membangun kepercayaan investor, baik lokal maupun internasional. Selain itu, ini juga menjadi momentum untuk mendorong kebijakan subsidi yang lebih efisien, agar tidak menghambat pertumbuhan pasar keuangan Indonesia secara keseluruhan.