Topics Covered: Pemerintah pastikan IEU-CEPA bisa berlaku mulai 1 Januari 2027
Pemerintah pastikan IEU-CEPA bisa berlaku mulai 1 Januari 2027
Proses Ratifikasi Berjalan Lancar, Target Penuhi Januari 2027
Topics Covered – Jakarta, Kamis – Pemerintah Indonesia, melalui Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, telah memberikan konfirmasi bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Menurut Susiwijono, pembahasan dan ratifikasi perjanjian ini berjalan lancar, sehingga diperkirakan dapat segera diimplementasikan tanpa hambatan signifikan. “Tadi pertanyaan teman-teman industri ini selesai enggak (IEU-CEPA) setahun? Kita yakin itu (rampung), karena udah perjanjian ratifikasinya itu enggak harus keliling (parlemen Uni Eropa) sebenarnya,” ujar Susiwijono dalam acara Bisnis Indonesia Forum di Jakarta, Kamis. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penerapan IEU-CEPA tergantung pada kecepatan proses ratifikasi di kedua belah pihak. Di Indonesia, dokumen perjanjian harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sementara di Uni Eropa, persetujuan diperlukan dari Parlemen Eropa.
Proses di Uni Eropa Fokus pada Teknis dan Koordinasi
Susiwijono menekankan bahwa meskipun proses ratifikasi di Uni Eropa melibatkan penerjemahan dokumen ke 24 bahasa resmi, hal ini hanya bersifat teknis. “Mereka kan sepakat ratifikasi cukup di parlemen EU. Memang harus di translate ke 24 bahasa. Tapi itu kan hanya teknis saja,” tutur Susiwijono. Ia menjelaskan bahwa penerjemahan menjadi bagian dari prosedur formal, namun tidak memperlambat kesepakatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan semua negara anggota Uni Eropa memahami isi perjanjian secara jelas. Selain itu, Susiwijono juga menyebutkan bahwa koordinasi antar negara dalam EU adalah kunci untuk mempercepat penerimaan.
Peluang Ekonomi dan Daya Saing Global
Kebijakan IEU-CEPA diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap akses pasar bagi produk Indonesia. Susiwijono berharap perjanjian ini mampu membuka peluang ekspor yang lebih luas, terutama dalam sektor manufaktur. “Bayangin kalau itu (IEU-CEPA) berlaku, itu membuka akses market kita yang luar biasa. Kita jadi sangat kompetitif,” terang Sesmenko. Selain itu, perjanjian ini diharapkan meningkatkan daya saing Indonesia di panggung ekonomi global. Susiwijono menyatakan bahwa negara-negara kompetitor juga telah mempersiapkan diri untuk merespons adanya perjanjian ini, sehingga Indonesia perlu memanfaatkan momentum ini secara optimal. “Negara-negara kompetitor kita pasti udah ancang-ancang,” tambahnya.
Ratifikasi Menjadi Fokus Utama
Sebagai informasi tambahan, IEU-CEPA saat ini sedang dalam tahap ratifikasi. Proses ini mencakup berbagai langkah formal yang diperlukan untuk mengubah perjanjian menjadi hukum. Di Indonesia, DPR menjadi lembaga yang bertugas memberikan persetujuan akhir. Sementara itu, di Uni Eropa, Parlemen Eropa menangani persetujuan tersebut. Susiwijono memastikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan, termasuk industri dan lembaga terkait, untuk mempercepat proses ini. “Kita yakin itu akan bisa mulai berlaku di awal 2027,” kata Susiwijono. Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini tidak hanya menyangkut regulasi ekonomi tetapi juga mengubah struktur perdagangan antara kedua pihak.
Perundingan Berlangsung Selama Hampir Satu Dekade
Perjanjian IEU-CEPA sendiri telah melalui perundingan yang berlangsung hampir satu dekade. Proses negosiasi resmi dimulai pada September 2016 di Brussels, Belgia, dan telah melewati 19 putaran perundingan hingga mencapai kesepakatan substantif di Bali pada September 2025. Susiwijono menjelaskan bahwa proses ini berlangsung intensif dan kompleks, mengingat berbagai isu yang dibahas, seperti akses pasar, kebijakan tarif, dan standar produksi. “Kita sudah menghabiskan waktu yang cukup untuk memastikan semua pihak puas dengan hasilnya,” ujarnya.
Kesiapan Industri dan Pengaruh Global
IEU-CEPA diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap industri Indonesia, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Susiwijono mengatakan bahwa pelaku usaha perlu memanfaatkan kebijakan ini sebagai peluang untuk berkembang. “Dengan adanya IEU-CEPA, kita bisa memperkuat posisi ekspor dan menarik investasi asing,” tutur Susiwijono. Ia juga menyebutkan bahwa perjanjian ini berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasar negara-negara lain, terutama yang berada di kawasan Asia Tenggara. “Kita jadi lebih independen dalam mengelola kebijakan ekonomi,” jelas Susiwijono. Selain itu, keberhasilan ratifikasi IEU-CEPA juga bisa menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong integrasi ekonomi internasional.
Kepastian Implementasi Membuka Harapan Baru
Susiwijono berharap kepastian implementasi IEU-CEPA pada awal 2027 akan mendorong optimisme pelaku industri, terutama di sektor manufaktur. Ia menilai, perjanjian ini bisa menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional. “Implementasi IEU-CEPA akan meningkatkan keterlibatan industri dalam ekspor dan menarik investasi,” kata Susiwijono. Dia juga memprediksi bahwa perjanjian ini akan membuka jalan bagi berbagai inisiatif ekonomi lain, seperti kemitraan dengan negara-negara ASEAN atau pasar lainnya. Susiwijono menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau keberhasilan penerapan IEU-CEPA, terutama dalam meningkatkan pertumbuhan ekspor dan menurunkan defisit neraca perdagangan.
Penutup: Harapan untuk Akselerasi Kebijakan
Dengan target pelaksanaan IEU-CEPA pada 1 Januari 2027, pemerintah berharap kebijakan ini dapat diimplementasikan tepat waktu. Susiwijono memandang bahwa perjanjian ini merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa. “Kita ingin kebijakan ini segera diterapkan agar memberikan manfaat nyata,” ujarnya. Perjanjian IEU-CEPA tidak hanya menyangkut perdagangan barang tetapi juga layanan dan investasi. Susiwijono menyatakan bahwa dengan adanya perjanjian ini, Indonesia bisa lebih kompetitif dalam memasuki pasar global. “Ini akan membuka peluang ekspor yang lebih besar,” kata Susiwijono. Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan penerapan perjanjian ini berjalan lancar. Dalam beberapa bulan terakhir, kerja sama antar lembaga pemerintah dan industri telah dilakukan untuk mempercepat proses. Susiwijono menegaskan bahwa keberhasilan IEU-CEPA akan menjadi salah satu bukti dari komitmen Indonesia dalam meningkatkan daya saing ekonomi di tingkat internasional.
