What Happened: Aldila Sutjiadi “runner-up” Maroko Open 2026

8ebfbd5d-477b-455a-9d40-af6d459343b2-0

Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Jadi Runner-up Maroko Open 2026

What Happened – Jakarta, Rabat – Aldila Sutjiadi, petenis putri Indonesia, dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, harus berakhir sebagai pendamping di Maroko Open 2026 setelah kalah dalam pertandingan final WTA 250 Rabat, Jumat. Kombinasi Aldila/Vera yang diunggulkan sebagai nomor satu berhasil menyamakan skor, tetapi akhirnya dikalahkan oleh pasangan Belanda-Hong Kong, Magali Kempen dan Eudice Chong, dengan skor 3-6, 6-2, 6-10, demikian laporan WTA.

Perlawanan Sengit di Final

Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit, Aldila/Vera tampil cukup stabil, tetapi tidak cukup mengatasi keunggulan Magali Kempen/Eudice Chong. Pasangan asal Belgia dan Hong Kong tersebut memasukkan 81,8 persen servis pertama mereka, dengan kemampuan mengelola break point lebih baik, sehingga mampu mengambil alih set pertama. Aldila/Vera sempat bangkit pada set kedua dengan memenangi tiga gim secara beruntun, memimpin 4-1. Namun, mereka kembali tercuri satu gim, yang membuat pertandingan harus berlanjut ke super tie-break.

“Sukses mendapatkan satu ace dengan catatan keberhasilan servis pertama tanpa kesalahan tidak cukup bagi Aldila/Vera untuk menaklukkan Kempen/Chong yang sedang dalam performa terbaik,” tulis WTA dalam laporan resmi.

Pertandingan di super tie-break menjadi momen paling menentukan, di mana Kempen/Chong memperlihatkan dominasi mereka. Dengan persentase servis pertama yang mencapai 87,5 persen, pasangan tersebut mengontrol permainan hingga menang 7-5, menutup pertandingan dengan kemenangan yang mengantarkan mereka ke puncak podium. Sementara Aldila/Vera mengakui keunggulan lawan dalam babak final, mereka tetap menunjukkan permainan yang kompetitif.

Persiapan untuk Roland Garros

Maroko Open 2026 dianggap sebagai ajang pemanasan sebelum Roland Garros, turnamen Grand Slam yang diadakan di Prancis. Meski gagal memperoleh gelar, Aldila/Vera tetap memperlihatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan lapangan tanah liat. Perjalanan mereka ke babak final mencerminkan konsistensi yang baik, terlepas dari hasil yang kurang menggembirakan.

Kempen/Chong memperlihatkan perjalanan yang relatif mulus menuju kemenangan pertama mereka di turnamen ini. Mereka tidak menghadapi super tie-break dalam semifinal, langsung memastikan tiket ke final setelah mengalahkan unggulan keempat Anastasia Detiuc dan Irina Khromacheva. Kemenangan mereka di final menambah koleksi gelar, mengukuhkan posisi sebagai favorit di lapangan tanah liat.

Capaian Aldila Sutjiadi Sepanjang Musim

Bagi Aldila, finis di perempat final Maroko Open 2026 merupakan pencapaian terbaik dalam musim ini. Sebelumnya, ia sempat mencapai babak perempat final di WTA 250 Auckland dan WTA 250 Hobart di awal tahun, serta mengikuti babak perempat final WTA 1000 Madrid akhir bulan lalu. Kini, menjadi runner-up WTA 250 Rabat memperpanjang daftar prestasi Aldila sebagai empat kali finalis WTA Tour, termasuk di WTA 500 Guadalajara 2025 dengan Giuliana Olmos, WTA 500 Strasbourg 2024 bersama Asia Muhammad, WTA Elite Trophy Zhuhai 2023, dan WTA 250 Hamburg 2022 dengan Miyu Kato.

“Menjadi finalis Maroko Open 2026 menjadi pencapaian penting, meskipun belum bisa meraih gelar. Ini menunjukkan kematangan permainan Aldila di lapangan tanah liat,” komentar WTA dalam laporan terpisah.

Aldila/Vera juga tercatat sebagai pasangan yang memainkan tiga kali super tie-break setelah babak pertama untuk mencapai final. Meski sering terlibat dalam pertandingan yang berat, mereka tetap menunjukkan kemampuan bertahan. Namun, di babak penentuan, mereka tidak mampu mengatasi dominasi Kempen/Chong, yang memiliki catatan servis pertama yang lebih baik.

Pertandingan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Aldila, yang terus berusaha meningkatkan performa di turnamen internasional. Meski berada di posisi yang kurang menguntungkan, ia tetap menunjukkan semangat kompetisi. Aldila mengakui bahwa kalah dalam super tie-break adalah kejadian yang menantang, tetapi hasil ini tetap menjadi bagian dari perjalanan karier yang terus berkembang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Aldila Sutjiadi terus menorehkan nama di berbagai turnamen WTA. Dari wajah baru di WTA 250 Rabat hingga permainan yang matang di level lebih tinggi, ia telah membuktikan kemampuannya di kancah profesional. Meski menghadapi kekalahan di final, Aldila masih menempatkan diri sebagai salah satu petenis Indonesia yang berpotensi besar di masa depan.

Persaingan di turnamen WTA 250 Rabat menunjukkan bahwa permainan Aldila/Vera masih kompetitif. Mereka menunjukkan keuletan dalam menghadapi lawan yang berbeda karakter, mulai dari pemain lokal hingga internasional. Hasil ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan lebih besar, seperti Roland Garros yang dinanti-nantikan.

Kemenangan Kempen/Chong di final Maroko Open 2026 juga menjadi lang