Yang Dibahas: Gejolak Iran Bisa Jungkir Balikkan Tatanan Dunia
Iran: Negara Strategis di Timur Tengah dengan Ambisi Politik dan Program Nuklir
Ditengah Laut Kaspia dan Teluk Persia, Iran berdiri di antara Eropa, Arab, dan Asia. Wilayah ini dianggap sebagai salah satu titik strategis di dunia. Kehadiran cadangan minyak dan gas yang melimpah, ditambah ambisi politik serta program nuklirnya, menjadikan Iran sebagai aktor utama di kawasan Timur Tengah.
Demo Iran: 2.571 Orang Disebut Tewas, Memori Revolusi 1979 Terulang
Dalam dua pekan terakhir, Iran diguncang oleh demonstrasi besar-besaran. Aksi protes yang awalnya dipicu oleh krisis ekonomi kini berkembang menjadi perlawanan terbuka terhadap pemerintahan Teheran. Pemerintah menyalahkan musuh eksternal, khususnya Amerika Serikat (AS) dan Israel, atas penyebabnya. Ironisnya, elite kekuasaan Iran justru menunjukkan kemauan berunding dengan AS, daripada membuka dialog langsung dengan rakyatnya.
Perundingan Nuklir Baru di Bawah Trump
Presiden AS Donald Trump, pada 11 Januari, menyatakan bahwa Teheran siap memasuki putaran baru perundingan nuklir dengan Washington. Sejak Revolusi 1979 dan pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran, hubungan antara Iran dan AS telah diwarnai oleh permusuhan ideologis, sanksi ekonomi, konflik bersenjata, serta sengketa tentang program nuklir Iran.
“Saya kira mereka sudah lelah terus dipecundangi AS,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One. Pemerintahannya mengejar kemungkinan pertemuan dengan Teheran, dengan tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium secara total. Barat menuduh Iran secara diam-diam mengembangkan senjata nuklir, meski Teheran akhirnya mengakui telah memperkaya uranium hingga 60 persen.
Kemungkinan Serangan Udara AS di Iran
Sejak beberapa hari terakhir, Trump berulang kali mengancam akan meluncurkan serangan militer jika aparat keamanan Iran bertindak keras terhadap demonstran. Hingga kini, tingkat penindasan sulit diverifikasi. Sejak 9 Januari, akses internet serta komunikasi dengan luar negeri diputus. Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar korban tewas yang dianggap sebagai teroris, sementara orangtua diperintahkan untuk melarang anak-anak mengikuti aksi demonstrasi.
Iran dan Venezuela: Terpisah dalam Perhatian Putin
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pihaknya ingin menjaga damai, tetapi siap menghadapi intervensi militer asing. Saat Putin fokus pada konflik di Ukraina, hubungan Iran-Venezuela terasa tertinggal. Analis Iran Fatemeh Aman mengatakan bahwa perdebatan mengenai tindakan Trump atau kemungkinan serangan Israel lebih berkaitan dengan dampaknya terhadap struktur kekuasaan di Iran daripada tujuan resmi yang diumumkan.

