6.451 calhaj Embarkasi Banjarmasin sudah berada di Tanah Suci Makkah
6.451 Calhaj Embarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Suci Makkah
6 451 calhaj Embarkasi Banjarmasin sudah – Kalimantan Selatan menjadi salah satu embarkasi utama dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H / 2026 M. Sejumlah 6.451 calon haji (calhaj) yang diberangkatkan dari Banjarmasin, kota berlokasi di Kalimantan Selatan, telah tiba di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Para jamaah ini segera memasuki tahap akhir pelaksanaan ibadah haji, yang mencakup upacara ritual utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Jamaah calon haji Kloter 18 diberangkatkan hari ini pada pukul 12.15 Wita dengan jumlah 356 orang,”
kata Eddy Khairani, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPHI) Embarkasi Banjarmasin, di Banjarbaru, Selasa.
Proses Pemberangkatan Kloter 18
Pemberangkatan kloter ke-18 dari Embarkasi Banjarmasin dilakukan melalui Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah, Arab Saudi. Jamaah dalam kloter ini berasal dari beberapa daerah, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Banjar. Proses ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan, pengecekan dokumen, serta pengumpulan barang bawaan. Setiap langkah dijalani secara rapi untuk memastikan kelancaran perjalanan ke Tanah Suci.
Menurut Eddy, pemberangkatan kloter ke-18 merupakan bagian dari rangkaian penyelenggaraan haji yang terorganisir. “Dengan diberangkatkannya kloter ini, jumlah calhaj dan petugas haji dari Banjarmasin yang berada di Makkah sekarang mencapai 6.451 orang,” katanya. Angka ini menunjukkan tingkat keberhasilan Embarkasi Banjarmasin dalam mengirimkan jamaah haji sesuai rencana. Dari total 19 kloter yang akan diberangkatkan, kloter ke-18 menjadi yang terakhir sebelum penutupan pemberangkatan.
Persiapan untuk Kloter 19
Sementara itu, kloter ke-19 calon haji Embarkasi Banjarmasin masih menunggu hari penutupan. “JCH Kloter 19 akan masuk asrama haji besok (20/5/2026), diberangkatkan pada lusa (21/5/2026),” ungkap Eddy, yang juga menjabat Kepala Kanwil Kemenhaj Kalsel. Kloter ke-19 diharapkan dapat memperkuat kehadiran jamaah dari Kalimantan Selatan di Makkah, sebelum melaksanakan ibadah haji secara penuh.
Jamaah haji Indonesia secara umum sudah hampir lengkap berada di Tanah Suci Makkah. Mereka menantikan momen puncak ibadah haji, yang akan dilaksanakan di tiga lokasi utama: Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selama masa penantian, jamaah akan menjalani aktivitas seperti sholat, penginapan di asrama haji, dan persiapan untuk perjalanan ke Arafah. Kloter ke-19 diperkirakan akan meningkatkan jumlah jamaah yang siap melakukan ibadah haji di Armuzna.
Distribusi Jamaah dari Daerah Asal
Embarkasi Banjarmasin pada musim haji 2026 ini mengirimkan total 19 kloter, yang terdiri dari 14 kloter dari Kalimantan Selatan dan 5 kloter dari Kalimantan Tengah. Dengan distribusi ini, jumlah jamaah yang diberangkatkan mencapai 6.822 orang, terbagi menjadi 5.197 orang dari Kalsel dan 1.561 orang dari Kalteng. Pemilihan daerah asal untuk kloter ke-19 menggabungkan keberagaman provinsi, sehingga memastikan bahwa jamaah dari berbagai wilayah tetap dapat berpartisipasi dalam ibadah haji.
Pengelolaan kloter ke-18 dan ke-19 dilakukan secara terstruktur, dengan mempertimbangkan kebutuhan logistik, ketersediaan fasilitas, serta persiapan mental jamaah. Eddy menjelaskan bahwa setiap kloter diberangkatkan berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan sejak awal, untuk menghindari kepadatan di bandara dan memaksimalkan kenyamanan selama perjalanan. Kloter ke-18, yang terdiri dari 356 jamaah, menandai penyelesaian sebagian besar pemberangkatan dari Embarkasi Banjarmasin.
Dalam rangkaian penyelenggaraan haji, Embarkasi Banjarmasin terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Agama dan pihak pengelola asrama haji. Penyelesaian kloter ke-18 memberikan kesan bahwa semua proses telah berjalan sesuai rencana. Namun, Eddy menegaskan bahwa satu kloter lagi masih harus diberangkatkan untuk menyelesaikan seluruh jamaah yang terdaftar.
Tahap Akhir Penyelenggaraan
Dengan 6.451 calhaj yang telah tiba di Makkah, jumlah tersebut menjadi bagian dari ribuan jamaah haji yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut data dari Kemenhaj, jumlah total jamaah haji di Tanah Suci mencapai lebih dari 2,5 juta orang, yang melibatkan partisipasi dari seluruh provinsi di negeri ini. Embarkasi Banjarmasin berkontribusi sekitar 10 persen dari total tersebut, dengan fokus pada pendampingan jamaah selama perjalanan dan penyelenggaraan ibadah haji secara optimal.
Eddy juga menyoroti pentingnya persiapan sebelum pemberangkatan. “Kloter ke-18 merupakan bagian dari upaya untuk memastikan seluruh jamaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan baik,” ujarnya. Proses pemberangkatan diatur dengan ketat, termasuk pengawasan kesehatan, pengemasan bahan kebutuhan, dan pengawasan selama perjalanan. Kloter ke-19, yang akan diberangkatkan pada hari berikutnya, diharapkan dapat menambah jumlah jamaah yang siap menjalani ritual puncak haji.
Dalam rangkaian kegiatan, para jamaah juga diberikan arahan terkait tahapan ibadah haji, seperti orientasi di asrama haji dan pembagian kelompok untuk pelaksanaan upacara di Arafah. Kementerian Agama memberikan dukungan penuh untuk memastikan bahwa semua jamaah dapat beribadah tanpa hambatan. Eddy menambahkan bahwa pembagian kloter dilakukan berdasarkan kapasitas bandara, jumlah jamaah, dan kebutuhan transportasi.
Seiring pemberangkatan kloter ke-18, atmosfer di Tanah Suci semakin menggembirakan. Jamaah haji dari berbagai provinsi saling bersalaman, berdiskusi, dan berbagi pengalaman sebelum memasuki fase puncak ibadah haji. Dengan 6.451 calhaj yang sudah berada di Makkah, perayaan ibadah haji segera memasuki momentum utama, yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Kloter ke-19 diharapkan menjadi penutup untuk keberangkatan jamaah dari Kalimantan Selatan, sebelum melaksanakan semua ritual ibadah haji secara penuh.
Kehadiran jamaah haji dari Embarkasi Banjarmasin di Tanah Suci Makkah menjadi bukti komitmen daerah tersebut dalam mendukung umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah haji. Penyelenggaraan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga memperlihatkan kerja sama antara pihak pengelola, jamaah, dan instansi terkait. Eddy menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang
