Announced: Respons Anggota BPK yang Namanya Muncul di Sidang Suap Impor
Respons Anggota BPK yang Namanya Muncul di Sidang Suap Impor
Pengakuan Nyoman Adhi Suryadnyana
Announced - Nyoman Adhi Suryadnyana, seorang anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, memberikan pernyataan dalam sidang korupsi yang sedang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Jakarta. Ia menjelaskan bahwa dirinya memang memiliki kenalan dengan John Field, bos perusahaan PT Blueray Cargo. Namun, Nyoman tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai hubungan keduanya.
“Seperti yang saya ingat, saya tidak pernah memberikan nomor kontak John kepada Pak Rizal,” ujar Nyoman ketika diberi kesempatan oleh Tempo pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Ia juga mengakui bahwa dirinya tidak yakin apakah pernah memperkenalkan John Field kepada Rizal, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. “Saya tidak ingat apakah pernah mengenalkan,” tambahnya.
Interaksi dengan Jaksa Penuntut
Sebelumnya, pada hari Jumat, 12 Juni 2026, jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan bagaimana John Field bisa mengenal Rizal. Jaksa Muhammad Takdir Suhan menanyakan siapa yang menjadi perantara antara keduanya. “Jadi Pak John ini bisa kenal dengan Pak Rizal, itu siapa yang mengenalkan? Ada namanya Pak Nyoman?” tanyanya di ruang sidang.
John Field menjawab bahwa dirinya tidak ingat dengan detailnya. Ia menyebut bahwa nomor telepon Rizal telah lama ia dapatkan, dan keputusan untuk menghubungi mantan direktur tersebut terjadi karena kondisi jalur pengiriman barang yang rumit. “Kenapa saya telepon? Karena memang keadaan jalur saya begitu banyak merah. Jadi saya dengar-dengar dari informasi, dari teman-teman, cobalah telepon, lalu mainlah ke kantor pusat,” jelas John.
Penjelasan Tambahan dari Jaksa
Jaksa penuntut mengingatkan bahwa sebelum bertemu Rizal, John Field mungkin sudah mengetahui nama Nyoman melalui informasi tertentu. “Sebelum ke sana, tadi kan saya sebut nama Pak Nyoman. Sebelum bisa mengontak Pak Rizal, apakah Pak John tahu yang menyampaikan ‘Pak John mau ketemu Pak Rizal’ ini ada pihak lain?” tanya jaksa.
John Field menjawab dengan ragu. “Yang saya tahu itu di nomor handphone Pak Rizal ditulis ‘John Nyoman’. Dari situ saya baru… ‘oh ada nama Pak Nyoman, kenal nggak ya?’ Saya bilang saya kenal gitu,” katanya. Namun, ia menegaskan bahwa tidak tahu pasti dari mana sumber pengetahuan tersebut.
Penyampaian Fakta Sidang
Jaksa Takdir kemudian menunjukkan foto Nyoman Adhi Suryadnyana di dinding ruang sidang. “Izin majelis, kami tunjukkan wajahnya Pak Nyoman ya,” ucap jaksa. Foto itu menjadi bukti bahwa nama Nyoman tercatat dalam proses penyidikan.
Setelah itu, jaksa bertanya kembali, “Ini kah Pak Nyoman yang dimaksud?” John Field menjawab dengan cepat, “Iya.” Jaksa lalu menambahkan, “Izin majelis, setelah kami cek data di Google, beliau dulu adalah pegawai bea cukai dan saat ini tugas di BPK,” imbuh jaksa. Ini menegaskan bahwa Nyoman memiliki latar belakang sebagai pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebelum bergabung di BPK.
Penjelasan tentang Hubungan John Field dan Nyoman
Jaksa kembali bertanya, “Nah, kemudian Pak Nyoman inilah yang juga memfasilitasi Pak John untuk direkomendasikan mengenal dengan Pak Rizal?” John Field menjawab, “Itu saya lupa ya Pak ya. Yang kasih nomor Pak Rizal ke saya siapa. Karena Pak Rizal di pusat, dapat nomor Pak Rizal itu sama siapa aja bisa ya pak.”
“Oke, tapi kenal dan tahu ya? Maksudnya, terlepas tadi sudah sekian lama tidak kontak-kontakan atau komunikasi, tapi pasti tahu karena di web BPK sudah langsung muncul,” ujar jaksa. John Field mengiyakan. Ia menjelaskan bahwa meskipun dirinya lupa, kehadiran nama Nyoman dalam kontak Rizal tetap menunjukkan hubungan mereka. “Nama lengkapnya saya tidak tahu, saya tahunya Pak Nyoman,” kata John.
Analisis dari Pihak Jaksa
Jaksa Takdir memperjelas bahwa hubungan antara Nyoman dan John Field menjadi bagian dari fakta yang diungkapkan dalam sidang. “Izin majelis, ini sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Rizal, mengapa di phonebook-nya Pak Rizal nama kontak WA-nya Pak John itu ‘John Nyoman BPK RI’, ya karena ini,” jelas jaksa. Meskipun John Field mengakui lupa, penjelasan tersebut menegaskan bahwa Nyoman memainkan peran penting dalam menghubungkan dirinya dengan Rizal.
Menurut jaksa, fakta bahwa John Field menyebutkan nama Nyoman dalam daftar kontak Rizal menunjukkan adanya hubungan yang tidak biasa. “Karena Pak Rizal di pusat, nomor teleponnya bisa didapat dari siapa saja, tetapi penamaan ‘John Nyoman BPK RI’ menandakan bahwa Nyoman memiliki pengaruh atau koneksi yang signifikan,” ujarnya. Ini memberikan gambaran bahwa perkenalan antara John dan Rizal mungkin didasari oleh hubungan luar biasa yang berlangsung di latar belakang.
Impak pada Proses Penyidikan
Sidang tersebut berlangsung dengan intensitas tinggi, mengingat peran Nyoman dalam mengungkap jaringan suap impor. Dalam keterangan para terdakwa, Nyoman dituduh sebagai pihak yang membantu John Field mendapatkan akses ke Rizal, mantan pejabat bea cukai. Meski dirinya tidak menyatakan secara eksplisit, penyebutan nama Nyoman dalam kontak Rizal menjadi alasan jaksa mengeksplorasi hubungannya lebih lanjut.
Jaksa mengingatkan bahwa tidak semua hubungan bisa disebut langsung, tetapi adanya keterkaitan antara kedua nama menimbulkan pertanyaan. “Jadi, apakah Pak Nyoman yang menyampaikan kepada Pak Rizal bahwa John Field ingin bertemu? Jika ya, itu berarti ada komunikasi yang dilakukan,” jelas jaksa. Pertanyaan ini menjadi kuncian dalam penyidikan, karena hubungan antara Nyoman dan John Field bisa berdampak pada alur pemberian informasi suap.
Kelanjutan Persidangan
KPK terus mengejar detail dalam kasus korupsi impor ini. Jaksa berharap bisa mengungkap alur komunikasi antara para terdakwa dan pihak-pihak yang terlibat. “Pak Nyoman adalah bagian dari BPK, jadi keberadaannya bisa memengaruhi proses pengawasan impor,” tukas jaksa.
Dalam sidang berikutnya, pihak penuntut akan melanjutkan