Important News: Jaksa Dalami Peran Anggota BPK dalam Sidang Suap Bea Cukai
Jaksa Dalami Peran Anggota BPK dalam Sidang Suap Bea Cukai
Important News - Sidang perkara dugaan suap terkait impor barang yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 12 Juni 2026, menarik perhatian publik setelah nama anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nyoman Adhi Suryadnyana muncul sebagai salah satu pihak yang diduga terlibat dalam skandal ini. Nama Nyoman menjadi sorotan setelah pemilik perusahaan Blueray Cargo, John Field, diperiksa sebagai terdakwa oleh jaksa penuntut umum KPK. Dalam proses pemeriksaan tersebut, Nyoman disebut sebagai sosok yang berpotensi memainkan peran penting.
Proses Pemeriksaan dan Pertanyaan Jaksa
Jaksa KPK Muhammad Takdir Suhan memulai pemeriksaan dengan menanyakan bagaimana John Field berkenalan dengan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Rizal. "Jadi, Pak John bisa kenal dengan Pak Rizal, siapa yang mengenalkan? Apakah ada nama Pak Nyoman yang terlibat?" tanya Takdir. Pertanyaan ini mengarah pada kemungkinan adanya keterlibatan Nyoman dalam menghubungkan John dengan Rizal.
"Jadi Pak John ini bisa kenal dengan Pak Rizal, itu siapa yang mengenalkan? Ada namanya Pak Nyoman?"
John Field memberikan jawaban yang agak membingungkan. Ia mengaku tidak mengingat siapa yang secara langsung memperkenalkannya kepada Rizal. "Saya sudah lama memiliki nomor telepon Pak Rizal," ujarnya. "Saya telepon karena jalur impor saya banyak yang terblokir. Dari informasi teman-teman, saya mencoba menghubungi beliau dan akhirnya berkunjung ke kantor pusat."
Jaksa Takdir menangkap peluang ini untuk menggali lebih jauh. "Sebelum ke kantor pusat, apakah Pak John tahu siapa yang memberi tahu beliau bahwa 'Pak John mau ketemu Pak Rizal'?" tanya jaksa. John menjawab bahwa ia tidak tahu siapa yang menjadi pengantar. "Yang saya tahu, di nomor handphone Pak Rizal tertulis 'John Nyoman'. Dari situ, saya baru menyadari ada nama Pak Nyoman, lalu saya bilang saya kenal," jelasnya.
"Yang saya tahu itu di nomor handphone Pak Rizal ditulis 'John Nyoman'. Dari situ saya baru, 'oh ada nama Pak Nyoman, kenal enggak ya?'. Saya bilang saya kenal. Tapi saya tidak tahu itu dari Nyoman."
Untuk memperjelas keterangan John, jaksa menunjukkan foto Nyoman Adhi Suryadnyana dalam ruang sidang. "Izin majelis, kami tunjukkan wajahnya Pak Nyoman ya," kata Takdir. Foto tersebut segera terpampang di layar, memperkuat kesan bahwa Nyoman memiliki hubungan dengan John. Jaksa lalu menanyakan langsung, "Ini kah Pak Nyoman yang dimaksud?"
John mengiyakan. "Iya," jawabnya. Jaksa menambahkan bahwa setelah dicari data di Google, Nyoman sebelumnya pernah bekerja di Bea Cukai dan sekarang menjadi anggota BPK. "Izin majelis, beliau dulu pegawai Bea Cukai, dan saat ini bertugas di BPK," ujar Takdir. Ini memicu pertanyaan lebih lanjut tentang bagaimana hubungan antara John dan Nyoman berjalan.
Konfirmasi dan Penyelidikan Lanjutan
Jaksa menggali detail lebih dalam, memastikan bahwa John benar-benar mengenal Nyoman. "Baik. Karena di fakta sidang Pak Rizal, beliau bisa mendapat kontak Pak John karena diinfokan oleh Pak Nyoman ini," jelas Takdir. Ia menambahkan bahwa nama John di dalam daftar kontak Rizal diubah menjadi "John Nyoman BPK RI," yang menunjukkan adanya kesan bahwa Nyoman terlibat dalam memperkenalkan John kepada Rizal.
"Oke, tapi kenal dan tahu ya? Maksudnya, terlepas tadi sudah sekian lama tidak kontak-kontakan atau komunikasi, tapi pasti tahu karena di web BPK sudah langsung muncul."
John mengiyakan dengan nada ragu. Ia mengakui bahwa ia memang mengenal Nyoman, meski tidak yakin dari mana hubungan tersebut dimulai. Jaksa lalu menanyakan apakah Nyoman yang memberikan nomor telepon Rizal kepada John. "Nah, kemudian Pak Nyoman inilah yang juga memfasilitasi Pak John untuk direkomendasikan mengenal dengan Pak Rizal?" tanya Takdir.
"Itu saya lupa ya, Pak, yang kasih nomor Pak Rizal ke saya siapa. Karena Pak Rizal di pusat, dapat nomor Pak Rizal itu sama siapa saja bisa ya, Pak."
John menjawab bahwa ia tidak tahu siapa yang memberinya nomor telepon Rizal. "Saya lupa ya, Pak, yang kasih nomor Pak Rizal ke saya siapa. Karena Pak Rizal di pusat, nomor itu bisa didapatkan dari siapa saja," ujarnya. Jaksa mengangguk, lalu menunjukkan bahwa Rizal telah menyatakan bahwa informasi kontak John berasal dari Nyoman.
Penyangkalan Nyoman
Beberapa hari setelah sidang, Nyoman Adhi Suryadnyana memberikan pernyataan terpisah. Dalam pesan singkat yang dikirim pada Sabtu, 13 Juni 2026, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan nomor telepon John Field kepada Rizal. "Seingat saya, tidak pernah memberikan nomor telp John ke Pak Rizal," tulis Nyoman.
Pernyataan ini memicu kebingungan di antara para penyidik. Meski Nyoman menyangkal, ada indikasi kuat bahwa ia mungkin memainkan peran tertentu dalam menghubungkan John dengan Rizal. Jaksa kembali menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak bisa dipisahkan dari keterangan Rizal. "Baik. Karena di fakta sidang Pak Rizal, beliau bisa mendapat kontak Pak John karena diinfokan oleh Pak Nyoman ini," ujar Takdir.
Sidang terus berlangsung dengan fokus pada alur informasi antara John, Rizal, dan Nyoman. Pertanyaan-pertanyaan jaksa mencoba mengungkap apakah Nyoman benar-benar menjadi "jembatan" antara John dan Rizal, atau hanya sekadar nama yang muncul di daftar kontak. "Izin majelis, ini sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Rizal, mengapa di phonebook-nya Pak Rizal nama kontak WhatsApp-nya Pak John itu 'John Nyoman BPK RI', ya karena ini," lanjut Takdir.
Jaksa menekankan bahwa nama Nyoman di dalam kontak tersebut bisa menjadi bukti bahwa ia memiliki hubungan langsung dengan John. Namun, John sendiri menyatakan bahwa ia tidak mengingat bagaimana awal mula memper