TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Kapolri Aktifkan Lagi Satgas Antimafia Bola

Published Juni 11, 2026 · Updated Juni 11, 2026 · By Maya Rahman

Kapolri Kembali Hidupkan Satgas Antimafia Bola

Aktivasi untuk Mencegah Perjudian Bola sebelum Piala Dunia 2026

Latest Program - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memutuskan untuk kembali mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. Langkah ini bertujuan mengantisipasi tindakan perjudian bola yang berpotensi mengganggu kejujuran dalam kompetisi sepak bola internasional yang akan berlangsung pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026. Dalam wawancara dengan wartawan di Mabes Polri, Rabu, 10 Juni 2026, Sigit menjelaskan bahwa Satgas tersebut diperlukan untuk memastikan Piala Dunia tidak dijadikan ajang untuk kegiatan ilegal yang merusak sportivitas olahraga.

Jejak Satgas Antimafia Bola yang Dibentuk di Era Kapolri Tito Karnavian

Satgas Antimafia Bola pertama kali dibentuk pada 2018 selama periode kepemimpinan Kapolri Tito Karnavian, sebagai upaya mengatasi masalah korupsi dan kecurangan dalam dunia sepak bola. Sejak dibentuk, satgas ini telah melakukan beberapa operasi yang menargetkan penyelenggaraan judi bola serta praktik-praktik tidak sehat yang berkembang di sektor olahraga. Kembali diaktifkan oleh Listyo Sigit, Satgas ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah serupa yang mungkin muncul menjelang Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026: Perubahan dalam Format dan Partisipasi Tim

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dalam sejarah sepak bola internasional yang diikuti oleh 48 negara. Perubahan jumlah tim ini mengakibatkan pergeseran dalam struktur kompetisi, dengan lebih banyak partisipan dari Afrika, Asia, dan Oceania. Sigit menekankan bahwa ajang ini merupakan momen penting untuk mempromosikan nilai-nilai kejujuran dan persaingan sehat. Dengan mengaktifkan Satgas Antimafia Bola, ia ingin memastikan bahwa penggemar sepak bola tidak terjebak dalam praktik perjudian yang bisa mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap olahraga tersebut.

Kegiatan Nobar Piala Dunia sebagai Upaya Edukasi dan Hiburan

Polri berencana menggelar serangkaian nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di seluruh Indonesia sebagai bagian dari kampanye mencegah perjudian bola. Kegiatan ini akan diadakan di berbagai titik, mulai dari Markas Besar Polri hingga Kepolisian Sektor, dengan fasilitas gratis bagi masyarakat. Sigit menegaskan bahwa nobar ini tidak hanya bertujuan menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang harkamtibmas.

Peran TVRI dalam Menyiarakan Pertandingan Piala Dunia 2026

Kemitraan Polri dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI menjadi poin penting dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. TVRI akan menyiarkan 104 pertandingan selama enam minggu, mulai dari pembukaan hingga penutupan turnamen. Sigit mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan memastikan akses siar yang luas kepada masyarakat Indonesia, sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk mengedukasi tentang aturan olahraga dan dampak negatif perjudian bola.

Imbauan untuk Masyarakat Hindari Terlibat dalam Perjudian

Dalam wawancara tersebut, Sigit juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak tergoda untuk terlibat dalam aktivitas perjudian bola. Ia menekankan bahwa Piala Dunia seharusnya menjadi ajang yang menekankan semangat kompetisi sehat, bukan hanya sebagai alat penghasil keuntungan. Menurutnya, perjudian yang dilakukan tanpa izin atau yang melanggar regulasi dapat merusak reputasi olahraga dan mengurangi kepuasan penonton.

Misi Satgas Antimafia Bola di Tahun 2026

Sigit menyatakan bahwa satgas ini akan berperan aktif dalam mengawasi setiap aspek yang berkaitan dengan perjudian bola, termasuk pelacakan kegiatan taruhan ilegal yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa Polri siap berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dengan adanya satgas ini, diharapkan keberlangsungan kompetisi tidak akan terganggu oleh praktik-praktik korupsi yang sudah lama dikenal di dunia sepak bola.

Strategi Polri untuk Meningkatkan Partisipasi dan Kesadaran Publik

Selain mengawasi perjudian bola, kegiatan nobar yang digelar Polri juga dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyaksikan pertandingan. Sigit menjelaskan bahwa ini merupakan cara efektif untuk memperkuat kebersamaan antara institusi kepolisian dan masyarakat. Selain hiburan, nobar ini juga dimaksudkan untuk mendukung perekonomian daerah melalui keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menyediakan layanan pendukung.

Komentar Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang Piala Dunia 2026

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan ini, Sigit menyampaikan bahwa Satgas Antimafia Bola akan memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menambahkan bahwa keberadaan satgas ini juga menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga lingkungan olahraga tetap bersih dan aman. "Piala Dunia tidak boleh menjadi ajang untuk praktik-praktik yang merugikan masyarakat," ujarnya.

Langkah Kapolri untuk Memastikan Sportivitas Olahraga

Kemitraan dengan TVRI serta kegiatan nobar yang digelar di seluruh Indonesia menjadi bagian dari strategi untuk menarik perhatian publik terhadap nilai-nilai sportivitas. Sigit berharap melalui ke