TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi akan Periksa Istri Bendahara Jaringan Fredy Pratama

Published Juni 19, 2026 · Updated Juni 19, 2026 · By Andi Permata

Indikasi Keterkaitan Dewi Astutik dan Gembong Narkoba Fredy Pratama

Polisi akan Periksa Istri Bendahara Jaringan - Pemeriksaan terhadap Dewi Astutik, istri Frans Antony, menjadi sorotan penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Ditipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Frans Antony, yang merupakan bagian dari jaringan bandar narkoba Fredy Pratama, kini diperiksa bersama istrinya setelah dibawa ke Indonesia pada Jumat, 19 Juni 2026. Tindakan ini dilakukan setelah mereka ditangkap di Malaysia, menurut informasi yang diperoleh Tempo.

Langkah Penyidik dalam Pemeriksaan Dewi Astutik

Ditipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso, mengungkap bahwa penyidikan terhadap Dewi Astutik masih dalam tahap awal. "Keduanya baru tiba hari ini, jadi proses pemeriksaan masih berlangsung. Perkembangan kasus akan diinformasikan dalam satu hingga dua minggu ke depan," jelas Eko kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri.

Dewi Astutik, yang berada di bawah perlindungan penyidik, tiba di Jakarta bersama suaminya, Frans Antony, pada pukul 15.28. Keduanya tampak terdampar di bandara Soekarno-Hatta, Bandung, dengan keberadaan mereka menjadi bahan perhatian media dan masyarakat. Frans, yang sudah dianggap sebagai buron sejak 2023, dihadirkan ke Indonesia sebagai bagian dari operasi penyergapan terhadap jaringan narkoba yang dipimpin Fredy Pratama.

"Pasti akan kami periksa, masih berkembang," ujar Eko. Pernyataan ini menegaskan bahwa Dewi Astutik belum ditetapkan sebagai tersangka, meski penyidik mempertimbangkan keterlibatannya dalam operasi jaringan narkoba.

Latar Belakang Operasi Anti-Narkoba

Menurut penjelasan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada, mantan Kepala Bareskrim Polri, operasi mengungkap jaringan narkoba Fredy Pratama alias Miming alias Cassanova telah berlangsung sejak tahun 2020. "Kita berhasil membongkar operasi yang selama ini menjadi kekuatan besar dalam distribusi narkoba internasional," tutur Wahyu.

Operasi ini menunjukkan keberhasilan Polri dalam mengguncang struktur sindikat narkoba yang terorganisir. Total 408 laporan polisi diungkap selama periode 2020 hingga 2023, dengan jumlah tersangka mencapai 884 orang. Dalam operasi Escobar Indonesia, yang dimulai Mei 2023, terdapat 39 tersangka yang ditangkap. Fredy Pratama, sebagai inti dari jaringan tersebut, diduga memimpin operasi distribusi dan keuangan yang mencakup ratusan orang.

"Kita telah memburu jaringan Fredy Pratama sejak 2020. Penyidikan ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengungkap seluruh jaringan," kata Wahyu Widada. Pernyataan tersebut menggambarkan komitmen Polri dalam menekan kegiatan kriminal terkait narkoba.

Peran Dewi Astutik dalam Jaringan Narkoba

Dewi Astutik, yang dianggap sebagai bendahara jaringan Fredy Pratama, dinilai sebagai bagian dari upaya mengelola keuangan dalam operasi sindikat narkoba. Laporan Tempo pada 2023 menyebutkan bahwa nama Dewi Astutik muncul dalam daftar anggota sindikat yang berperan sebagai pendukung kegiatan illegal. Ia diduga menjadi pengendali dana yang mengalir ke dalam jaringan narkoba internasional.

Frans Antony, sebagai bagian dari tim pengendali keuangan, dikabarkan aktif menjalankan peran khusus. Selama beberapa tahun, keduanya disebut sebagai kaki tangan Fredy Pratama, dengan Dewi Astutik memastikan alur dana terus berjalan lancar. Penyidik memperkirakan bahwa keterlibatannya dalam operasi jaringan narkoba bisa mencakup penyaluran dana dari Malaysia ke Indonesia atau sebaliknya.

Kondisi Saat Tiba di Indonesia

Ketika tiba di Bandung, Dewi Astutik dan Frans Antony terlihat mengenakan pakaian sederhana. Frans Antony tiba di Bareskrim dengan tangan diborgol, mengenakan kaus hitam lengan panjang dan celana panjang bahan abu-abu. Sementara itu, Dewi Astutik mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru, lengkap dengan selendang krem dan masker cokelat. Penampilan mereka yang terlihat tenang dan teratur menjadi bukti bahwa keduanya siap menghadapi proses penyidikan.

Menurut pengamatan di lapangan, kedatangan mereka menyusul operasi penangk