TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solution For: PPATK: Deposit Judi Bola Lebih Besar dari Judi Online Lain

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Joko Purnama

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK): Transaksi Judi Bola Lebih Besar daripada Jenis Judi Online Lainnya

Solution For - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan bahwa volume transaksi deposit judi online pada kegiatan taruhan sepak bola selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 mencatatkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis permainan judi online lainnya. Hal ini terjadi seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap event olahraga terbesar dunia tersebut. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa tren ini tidak hanya terjadi pada masa penyelenggaraan Piala Dunia, tetapi juga mengalami peningkatan signifikan pada akhir pekan, terutama saat ada pertandingan besar.

Kenaikan Transaksi Judi Bola Selama Piala Dunia 2026

Menurut Ivan, penggunaan QRIS (Quick Response Indonesian Standard) menjadi metode utama dalam transaksi deposit taruhan sepak bola saat ini. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa rata-rata nilai per transaksi pada judi bola lebih besar dibandingkan dengan judi online yang lain. "Transaksi taruhan sepak bola cenderung memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposit judi pada platform permainan judi yang lebih umum," imbuh Ivan saat diwawancarai pada Selasa, 16 Juni 2026.

"Pola transaksi taruhan sepak bola cenderung lebih besar dari segi rata-rata per transaksi, jika dibandingkan dengan deposit judol pada website permainan judol yang umum," kata Ivan saat dikonfirmasi pada Selasa, 16 Juni 2026.

Ivan belum merinci besaran rata-rata transaksi deposit judi bola yang terdeteksi oleh PPATK. Namun, ia menambahkan bahwa jumlah transaksi deposit meningkat secara signifikan pada masa akhir pekan, serta mencapai puncaknya selama event besar sepak bola seperti Piala Dunia 2026. PPATK juga mengamati adanya strategi pengelolaan dana yang dilakukan operator judi online melalui rekening bank dengan nama pihak ketiga, yang umumnya digunakan sebagai lapisan transaksi.

Operator Judi Online Gunakan Rekening Nominee untuk Transaksi

Ia menjelaskan bahwa para operator judi online sering kali menggunakan rekening bank nominee sebagai sarana mengelola dana yang berasal dari deposit lewat QRIS. "Rekening dormant (tidak aktif) mulai ditinggalkan, karena operator lebih memilih metode lain untuk menyembunyikan alur dana," tambah Ivan. Metode ini dianggap lebih efektif untuk menghindari pelacakan langsung oleh lembaga pengawas keuangan.

PPATK terus memantau dinamika transaksi judi online selama Piala Dunia 2026, dengan fokus pada peningkatan volume deposit dan transaksi yang berkaitan dengan taruhan sepak bola. Dalam beberapa waktu terakhir, lembaga tersebut telah melaporkan adanya kecenderungan operator judi memanfaatkan sistem finansial yang lebih kompleks untuk memperkuat kontrol atas dana yang masuk.

Kolaborasi PPATK dan Polri untuk Mengantisipasi Tantangan

Untuk menghadapi lonjakan aktivitas judi online selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, PPATK berkoordinasi erat dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah mengaktifkan kembali Satuan Tugas Antimafia Bola sebagai langkah strategis dalam mengendalikan praktik penjudi bola yang berkembang pesat.

"Jadi tentunya satgas ini akan kami hidupkan kembali, sehingga jangan sampai nanti terkait dengan masalah hiburan Piala Dunia ini kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran," kata Sigit kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu, 10 Juni 2026.

Sigit menegaskan bahwa penguatan satgas Antimafia Bola bertujuan untuk mengantisipasi keberadaan perjudian bola sebelum dan selama event internasional tersebut. Tugas ini diharapkan dapat mengurangi risiko transaksi ilegal yang terkait dengan taruhan sepak bola. PPATK dan Polri juga berupaya mengidentifikasi jalur dana yang berpotensi menyebabkan kejahatan atau pelanggaran peraturan.

Piala Dunia 2026: Tahun Pertama dengan 48 Tim Peserta

Piala Dunia 2026 akan berlangsung dari 12 Juni hingga 20 Juli 2026, menjadi ajang sepak bola internasional pertama dalam sejarah yang diikuti oleh 48 tim peserta. Fakta ini mengubah skema pertandingan dan meningkatkan intensitas transaksi keuangan yang terkait dengan taruhan. PPATK mengamati bahwa penggunaan QRIS sebagai metode deposit meningkatkan efisiensi dalam mengelola dana taruhan, sehingga memudahkan operator judi untuk mengakses pasar yang lebih luas.

Menurut Ivan, kenaikan transaksi deposit taruhan sepak bola selama Piala Dunia 2026 mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat terhadap jenis permainan judi. Meski demikian, PPATK masih menyoroti adanya risiko penyalahgunaan sistem finansial yang berpotensi merugikan perekonomian nasional. Lembaga tersebut terus memperketat pengawasan terhadap transaksi besar yang berpotensi menjadi indikator aktivitas judi ilegal.

Pola Transaksi dan Strategi Operator Judi

Ivan menjelaskan bahwa keberadaan rekening nominee memungkinkan operator judi mengalihkan dana deposit yang masuk dari QRIS ke akun pihak ketiga, sehingga mengurangi kemungkinan pendeteksian. "Sistem ini memperlihatkan adanya lapisan transaksi yang tersembunyi, yang bisa menjadi tanda kegiatan judi online yang tidak terpantau," ujarnya. PPATK menilai bahwa penggunaan metode ini adalah bagian dari upaya operator untuk menjaga anonimitas dan menghindari pelaporan ke pihak berwajib.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, PPATK dan Polri berencana mengintegrasikan data transaksi keuangan dengan informasi dari satgas Antimafia Bola. Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat identifikasi operator judi yang terlibat dalam transaksi ilegal. Ivan juga menyoroti bahwa sistem QRIS yang cepat dan mudah digunakan menjadi faktor utama dalam meningkatkan aksesibilitas taruhan bola bagi masyarakat.

Kontribusi PPATK dalam Mempertahankan Kebijakan Anti-Kejahatan

Dalam beberapa bulan terakhir, PPATK telah memperketat pemeriksaan terhadap transaksi besar yang mencurigakan, terutama selama Piala Dunia 2026. Lembaga tersebut menekankan pentingnya kolaborasi dengan Polri untuk mengendalikan praktik penjudi bola yang semakin intens. "PPATK akan