TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: BEM UI Akan Gelar Aksi Lanjutan di Bundaran HI

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Tegar Utami

BEM UI Berencana Menggelar Aksi Demonstrasi Berikutnya di Bundaran HI

Latest Program - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) telah mengumumkan rencana untuk melanjutkan aksi protes mereka di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi ini bertujuan untuk menekankan keinginan mahasiswa menuntut perubahan kebijakan pemerintah. Yatalathof Ma'shum Imawan, ketua BEM UI, menegaskan bahwa aksi berlanjut akan diadakan di lokasi yang sama, sebagai bagian dari komitmen yang dipegang oleh kelompok tersebut.

Protes Awal Diakhiri dengan Penghadangan

Pada 12 Juni 2026, massa yang turun dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, mengakhiri perjalanannya setelah dihambat oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Meski rencana awalnya adalah menggelar aksi di Bundaran HI, tuntutan mahasiswa akhirnya dibatalkan karena adanya intervensi dari pihak keamanan. Kini, BEM UI mengajukan lagi untuk mengadakan aksi di Bundaran HI sebagai bentuk tindak lanjut.

Delapan Tuntutan Utama dalam Aksi Lanjutan

Dalam aksi yang akan digelar, BEM UI menyampaikan delapan tuntutan utama. Pertama, mereka menuntut pemerintah untuk menghentikan pemborosan anggaran belanja negara (APBN). Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) agar masyarakat biasa bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketiga, menggagalkan program makan bergizi gratis (MBG) yang dianggap tidak efektif. Keempat, menolak pembangunan koperasi desa merah putih yang dinilai mengganggu kebijakan ekonomi. Kelima, menggugat militerisme yang dianggap meluas ke ranah sipil.

“Sesuai dengan komitmen di pernyataan sikap sebelum bubar aksi juga,” kata Athof saat dihubungi pada Ahad, 14 Juni 2026.

Keenam, kelompok ini meminta Presiden Prabowo Subianto untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah. Mereka menilai bahwa jabatan Prabowo terus-menerus memperkuat kebijakan yang berdampak negatif pada ekonomi. Selanjutnya, mereka menginginkan penyesuaian kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan rakyat. Terakhir, mahasiswa menuntut agar TNI tidak terlibat langsung dalam mengawal aksi, karena dianggap tidak netral.

Kritik Terhadap Kebijakan Pemerintah

Aliansi BEM UI menyatakan bahwa ekonomi Indonesia hanya tumbuh secara teori, sementara kondisi di lapangan justru semakin sulit. Dalam orasi, mereka menyoroti kenaikan harga beras dan kurangnya lapangan kerja yang menjadi beban masyarakat. “Harga beras naik. Lapangan kerja sulit,” ujar perwakilan aliansi. Selain itu, mereka mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu berat pada rakyat, terutama dalam bidang ekonomi dan demokrasi.

Menurut pernyataan yang dibacakan oleh pengurus BEM UI, kebijakan militerisme di ranah sipil telah mengganggu kebebasan berdemo dan mengurangi keterlibatan masyarakat dalam proses politik. “Pemerintah mengambil langkah yang tidak pro-rakyat,” tambah mereka. TNI, yang sebelumnya diterjunkan untuk mengawal aksi, disebut tidak menjaga kedaulatan, tetapi justru menjadi bagian dari sistem yang dianggap kaku.

Perluasan Partisipasi dari Kampus Lain

BEM UI juga berencana untuk mengundang kampus-kampus lain agar turut serta dalam aksi berikutnya. Tujuannya adalah membangun massa yang lebih besar dan solid, sehingga pernyataan tuntutan bisa lebih terdengar. Namun, pihak yang akan dijakwai masih menunggu konsolidasi lebih lanjut. “Kami ingin melibatkan lebih banyak peserta, termasuk dari kampus-kampus di sekitar Jakarta,” jelas Athof.

Aliansi ini menyebutkan bahwa aksi yang digelar sebelumnya tidak hanya melibatkan BEM UI, tetapi juga sejumlah organisasi mahasiswa lain. Pada 12 Juni lalu, demonstran berasal dari BEM UI, serta 15 BEM fakultas di UI. Selain itu, juga melibatkan BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, Pembebasan, serta Semar UI. Keberagaman partisipasi ini menunjukkan dukungan luas dari kalangan mahasiswa.

Persiapan Aksi dan Target Massa

Aliansi BEM UI sedang berupaya meningkatkan persiapan aksi lanjutan. Mereka mengatakan bahwa massa akan diperbesar dalam waktu satu hingga dua hari. Selain itu, mereka berharap dapat menarik perhatian lebih banyak pihak, termasuk elemen masyarakat sipil dan media. “Kami ingin aksi ini menjadi momentum untuk memperkuat suara rakyat,” tambah anggota aliansi.

Aksi ini diharapkan bisa menjadi pemicu perubahan kebijakan, terutama dalam hal pengelolaan anggaran dan harga kebutuhan pokok. Selain itu, aliansi juga ingin menekankan bahwa kebijakan militerisme tidak lagi diperlukan di ranah sipil. “Presiden Prabowo menunjukkan wajah arogan, minim akuntabilitas, dan antirakyat,” tambah mereka dalam pernyataan sikap.

Perbedaan antara Pernyataan dan Kebijakan

Dalam aksi terakhir, BEM UI menyoroti ketidaksesuaian antara pernyataan pemerintah dan kebijakan yang diterapkan. Meski pihak pemerintah menyampaikan harapan untuk perekonomian yang lebih baik, kondisi di lapangan justru menunjukkan realitas yang berbeda. Mahasiswa menilai bahwa kebijakan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat, dan justru menambah beban mereka.

Aliansi tersebut juga menekankan bahwa aksi mereka bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang keadilan dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. “Kami ingin perubahan yang nyata, bukan hanya janji kosong,” ungkap perwakilan aksi. Dengan aksi lanjutan di Bundaran HI, mereka berharap bisa membangun momentum yang kuat untuk mendesak pemerintah melakukan reformasi.

Antusiasme Mahasiswa dan Perkembangan Aksi

Aksi demo 12 Juni lalu menunjukkan antusiasme yang tinggi dari mahasiswa. Ribuan orang turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan mereka, meski akhirnya dihentikan oleh TNI dan Polri. Namun, kelompok ini tetap optimis bahwa aksi yang diadakan sekarang akan lebih besar dampaknya. “Kami akan mengajak lebih banyak orang, karena keinginan untuk perubahan tidak bisa dipadamkan,” kata salah satu pengurus BEM UI.

Persiapan aksi berikutnya sedang berjalan intensif. Pihak terkait memastikan bahwa masa yang akan turun lebih luas, serta pernyataan tuntutan lebih jelas. Dengan dukungan dari kampus-kampus lain, mereka percaya bahwa aksi ini akan menjadi bagian dari gelombang perlawanan yang lebih besar. “Kami tidak hanya ingin berdemo, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat,” tambah mereka.

Dengan demikian, aksi lanjutan di Bundaran HI tidak hanya menjadi tindak lanjut dari pernyataan sikap sebelumnya, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menarik perhatian publik dan pihak pemerintah. Mahasiswa menantikan dukungan dari masyarakat luas agar tuntutan mereka bisa terwujud. Aksi ini diharapkan akan menjadi titik balik dalam perjalanan pemerintahan saat ini.