TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Pemerintah Minta Mahasiswa Dukung Prabowo

Published Juni 15, 2026 · Updated Juni 15, 2026 · By Maya Rahman

Pemerintah Serukan Mahasiswa Dukung Prabowo Subianto

Latest Program - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mengeluarkan pernyataan yang menyerukan mahasiswa untuk memperkuat dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap aksi unjuk rasa yang terjadi pekan ini, di mana para pelajar menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah. Kepala Bakom, Muhammad Qodari, mengatakan bahwa Prabowo telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi masalah anggaran negara sejak memulai jabatannya.

Upaya Penghematan APBN Dibawah Pemimpin Prabowo

Dalam pernyataannya, Qodari menekankan bahwa kebijakan yang diambil Prabowo sejak awal memimpin pemerintahan fokus pada penghapusan pemborosan anggaran dan peningkatan efisiensi pengeluaran negara. Salah satu tuntutan utama yang disampaikan oleh aksi mahasiswa adalah penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, menurut Qodari, kebijakan Prabowo justru menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah tersebut.

“Mengenai tuntutan mahasiswa, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor,” kata Qodari dalam keterangan tertulis, Ahad, 14 Juni 2026.

Qodari menambahkan bahwa kebijakan penghematan ini telah berhasil mengurangi anggaran negara hingga mencapai Rp 300 triliun. Ia menegaskan bahwa Prabowo tidak hanya fokus pada pengurangan belanja, tetapi juga pada efisiensi alokasi dana ke berbagai sektor prioritas. Menurutnya, upaya ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap isu ekonomi yang menjadi sorotan masyarakat.

Respon Pemerintah terhadap Aspirasi Mahasiswa

Qodari menilai bahwa tuntutan dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa adalah bagian alami dari proses demokrasi. Ia menyatakan pemerintah terbuka menerima masukan dari semua kalangan, termasuk mahasiswa, sebagai bahan evaluasi kebijakan. Meski demikian, Qodari meminta mahasiswa untuk menyadari bahwa Prabowo telah menjadi pihak yang berperan aktif dalam mengendalikan pemborosan anggaran.

“Jadi kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa,” kata dia.

Kebijakan Prabowo dianggap sebagai bukti nyata bahwa ia tidak mengabaikan masalah ekonomi yang diangkat oleh mahasiswa. Qodari menyoroti bahwa tuntutan tentang anggaran negara tidak dapat dianggap sebagai penolakan terhadap kebijakan yang telah dijalankan. Justru, ia menegaskan bahwa Prabowo adalah tokoh yang paling depan dalam upaya mengurangi kerugian anggaran.

Aksi "Menuju Indonesia Bangkrut" dan Tuntutannya

Aksi massa bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" yang diinisiasi oleh aliansi mahasiswa berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026. Aksi ini menyoroti keluhan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, terutama dalam bidang ekonomi. Lima tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi: pertama, penghentian pemborosan APBN; kedua, penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM); ketiga, pembatalan program makan bergizi gratis serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; keempat, berhentinya militerisme di ranah sipil; dan kelima, pengakuan kesalahan pemerintah oleh Prabowo Subianto.

Qodari menyatakan bahwa meski aksi ini menyoroti masalah-masalah tertentu, pemerintah tetap berupaya menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Prabowo Subianto telah menunjukkan transparansi dalam pengelolaan dana negara, yang dianggap sebagai jawaban atas keluhan mahasiswa. Selain itu, Qodari menyarankan bahwa mahasiswa bisa berperan dalam memperkuat kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah.

Analisis Kebijakan Prabowo terhadap Anggaran Negara

Pemborosan anggaran negara menjadi isu utama yang dibahas dalam aksi mahasiswa. Qodari menjelaskan bahwa kebijakan Prabowo sejak awal memimpin pemerintahan fokus pada penghapusan pemborosan di berbagai sektor. Dengan mengoptimalkan penggunaan dana, pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga mencapai Rp 300 triliun, yang dianggap sebagai peningkatan signifikan.

Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya mengurangi pengeluaran tidak penting, tetapi juga memprioritaskan dana untuk sektor-sektor yang lebih mendesak. Qodari berharap mahasiswa dapat memahami bahwa Prabowo tidak hanya mengingatkan tentang penghematan, tetapi juga memastikan dana negara digunakan secara efektif dan transparan. Selain itu, ia menilai bahwa dukungan mahasiswa terhadap Prabowo akan memberikan dampak positif pada stabilitas pemerintahan.

Dalam konteks ini, Qodari menekankan bahwa pemerintah tidak menolak kritik dari mahasiswa, tetapi juga ingin mendapatkan dukungan dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Ia menyatakan bahwa kebijakan Prabowo telah memberikan langkah konkret untuk mengurangi kerugian anggaran, sehingga mahasiswa bisa menjadi bagian dari upaya tersebut. Menurut Qodari, dukungan mahasiswa akan menjadi dorongan yang berharga dalam menggerakkan kebijakan yang lebih baik.

Mengapa Mahasiswa Harus Mendukung Prabowo?

Menurut Qodari, tuntutan mahasiswa terkait APBN adalah wajar, tetapi kebijakan yang diambil Prabowo justru menjadi bukti bahwa pemerintah sudah bertindak sesuai dengan harapan mereka. Ia menjelaskan bahwa Prabowo tidak hanya memfokuskan pada anggaran, tetapi juga pada efisiensi pengelolaan keuangan negara. Qodari berharap mahasiswa bisa menyadari bahwa Prabowo adalah pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomi.

Di sisi lain, Qodari menyoroti bahwa aksi mahasiswa adalah bagian dari proses demokrasi. Ia menyatakan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap masukan dari kalangan muda, termasuk mahasiswa. Menurutnya, aspirasi mereka wajar dan harus dihargai, tetapi juga perlu didukung dengan sikap positif terhadap kebijakan yang sudah dijalankan