TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Belasan Kios di Kampung Lio Depok Ludes Terbakar

Published Juni 15, 2026 · Updated Juni 15, 2026 · By Maya Rahman

Beban Kios Kampung Lio Depok Terbakar, Api Mengancam Rumah Warga

Meeting Results - Kebakaran yang menghancurkan belasan kios di kawasan Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, terjadi pada Minggu sore, 14 Juni 2026. Api yang diduga bermula dari toko laundry langsung meluas dengan cepat dan menyebar ke bangunan sekitar, terutama yang menggunakan bahan bangunan semi permanen. Kebakaran ini menyisakan kekhawatiran bagi warga setempat, terutama karena bangunan yang mudah terbakar serta kondisi terbatasnya akses ke sumber air.

Warga Pertama Melihat Kebakaran

Romlah, seorang warga berusia 60 tahun, mengaku menemukan tanda-tanda api saat berjalan menuju Kampung Sawah sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, lingkungan masih terlihat sepi, hanya ada sejumlah orang duduk di sekitar kios. “Sebelumnya kondisinya tenang, cuma ada beberapa orang berkumpul di dekat tempat itu,” ujar Romlah di lokasi kejadian.

Karena tidak langsung menyadari kebakaran, Romlah sempat bingung. Ia mendapat informasi dari tetangga setelah menyadari bahwa kios-kios di sekitar rumahnya sudah mulai terbakar. Takut kondisi keluarganya di rumah berisiko, ia segera pulang untuk mengambil barang-barang penting. “Suami dan anak saya sedang tidur, jadi saya khawatir api merambat ke rumah. Saya mau dagang malam, jadi segera keluar,” terangnya.

Kebakaran Meluas, Warga Berjuang Memadamkan Api

Saat Romlah tiba di lokasi, api sudah mulai besar dan membara. Meski hanya berjarak beberapa kios dari rumahnya, ia tetap mengambil langkah pencegahan dengan membawa barang-barang keluar. “Saat sampai, api sudah tinggi, tapi untungnya belum menyentuh rumah. Saya langsung keluarkan barang untuk memastikan tidak ada yang terbakar,” ujarnya.

Menurut Romlah, api dengan cepat merambat karena bahan bangunan kios yang dominan semi permanen dan berisi material mudah terbakar. Beberapa kios juga dalam kondisi kosong, sehingga tidak ada upaya pemadaman dini. “Laundry itu sepi, kalau ada orang mungkin bisa lebih cepat memadamkan. Warga menggunakan alat seadanya untuk mengendalikan kobaran api,” kata dia.

Respons Petugas Pemadam Kebakaran

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tesy Haryanti, menyebut pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.31 WIB melalui call center 112. Petugas langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam dari markas komando, Pos Merdeka, dan Pos Wali, dengan total 12 personel. “Kami respons cepat, mengerahkan tiga unit mobil untuk mengendalikan api,” jelas Tesy.

Pemadaman mengalami hambatan karena keterbatasan sumber air. Sumber air terdekat adalah Situ Rawa Besar, namun jarak yang cukup jauh membuat petugas kesulitan. Selain itu, kondisi bangunan yang rapat dan tidak tahan api memperparah penyebaran api. Tesy menyampaikan bahwa api masih dalam proses dilokalisir, dengan beberapa lokasi rongsok yang ikut terbakar.

Kerugian dan Penyelidikan Lanjutan

Menurut informasi terkini, kebakaran telah menyisakan kerugian yang masih dalam pendataan. Tesy memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kecepatan api dalam merambat membuat kerugian material menjadi signifikan. “Api masih dikendalikan, dan kerugian diteliti lebih lanjut karena beberapa kios ikut terbakar,” terang Tesy.

Kebakaran ini menjadi peringatan bagi warga Kampung Lio tentang pentingnya persiapan kebakaran. Meski tidak ada korban, risiko kebakaran yang bisa merusak bangunan rumah warga menjadi sorotan. Tesy menyarankan peningkatan penggunaan bahan bangunan yang lebih tahan api serta perencanaan evakuasi yang lebih matang.

Mengungkap Dibalik Kebakaran

Dalam konteks kebakaran besar seperti ini, ada beberapa faktor yang memicu kecepatan penyebaran api. Selain bahan bangunan semi permanen, kepadatan kios di kawasan tersebut juga berkontribusi. Bangunan yang saling berdekatan memudahkan api melalui celah kecil atau area terbuka. Selain itu, saat kebakaran terjadi, beberapa kios sedang kosong sehingga tidak ada upaya dini untuk memadamkan api.

Kebakaran di Kampung Lio juga menjadi contoh bagaimana kecepatan respons dan persiapan warga bisa meminimalisasi kerugian. Romlah, sebagai salah satu warga yang terdampak, berusaha mengambil langkah proaktif dengan mengeluarkan barang dari rumah. Perilaku ini menunjukkan kesadaran akan risiko dan kebutuhan untuk mengantisipasi keadaan darurat. Meski petugas pemadam sudah tiba, kebutuhan air yang mendadak meningkat menjadi tantangan utama.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih terus berusaha memadamkan sisa-sisa api di lokasi kejadian. Tidak ada tanda-tanda kebakaran akan meluas ke area lain, meski risiko masih ada karena kondisi bangunan yang rapat. “Petugas sedang fokus pada lokalisasi api, sementara kerugian dihitung lebih lanjut,” kata Tesy.

Peristiwa ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan. Kebakaran di kios-kios yang banyak berisi bahan mudah terbakar seperti kain, plastik, atau kertas bisa menyebar dengan cepat jika tidak segera diperhatikan. DPKP meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan alat pemadam tersedia di setiap titik.

Pilihan Editor: Di Balik Kebakaran Maut Gedung Terra Drone

Editor menilai kebakaran di Kampung Lio Depok menggambarkan skenario yang mirip dengan kejadian maut di Gedung Terra Drone. Meski lokasi dan penyebabnya berbeda, keduanya menunjukkan risiko kebakaran yang bisa terjadi di area padat dengan bahan bangunan yang rentan. “Beban kebakaran di Kampung Lio memperlihatkan bagaimana kerentanan struktur bangunan bisa memicu bencana besar, seperti yang terjadi di Gedung Terra Drone,” tulis editor.

Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa kebakaran bukan hanya berisiko bagi properti, tetapi juga bisa mengancam keselamatan jiwa. Romlah dan warga lainnya menunjukkan bagaimana kecepatan respons dan kepedulian lingkungan bisa menjadi pilar penyelamatan. DPKP berharap kejadian ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.