TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened: UI Tempati Peringkat 191 Dunia Versi QS

Published Juni 21, 2026 · Updated Juni 21, 2026 · By Tegar Ananda

UI Masuk 191 Besar Dunia di QS World University Rankings 2027

What Happened - Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih peringkat ke-191 secara global dalam QS World University Rankings 2027. Lembaga pemeringkat pendidikan tinggi ternama dari Inggris, Quacquarelli Symonds (QS), mengumumkan daftar terbaru mereka pada 18 Juni 2026. Capaian ini menjadi penampilan pertama UI dalam rangking global QS sejak lima tahun terakhir, dengan posisi yang menempatkannya sebagai institusi pendidikan tinggi teratas di Indonesia.

Masa Depan Pendidikan Tinggi Nasional

Dalam daftar tahun ini, UI menjadi satu-satunya universitas dari negara Asia Tenggara yang mampu masuk dalam peringkat 200 teratas di dunia. Prestasi ini juga menggarisbawahi kenaikan posisi UI dibandingkan tahun sebelumnya, yang berhasil mempertahankan daya saing dalam lingkup global. Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menempati peringkat ke-206, menjadi pesaing terdekat UI dalam hal ranking nasional. Meski selisih peringkat antara keduanya tidak terlalu jauh, peningkatan UI menggambarkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia.

Peringkat Regional dan Asia Tenggara

Kebanggaan UI tidak hanya terbatas pada peringkat global, tetapi juga menembus posisi ke-47 dalam klasifikasi Asia dalam QS 2027. Di kawasan Asia Tenggara, UI berada di urutan kedelapan, mengalahkan sejumlah universitas ternama dari negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Angka ini menunjukkan bahwa UI telah mengukir nama di kancah pendidikan internasional, meskipun tantangan untuk menyaingi institusi besar dari luar Asia masih terasa.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya konsisten UI dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian telah membuahkan hasil yang signifikan,” kata Rektor UI Heri Hermansyah, seperti dilaporkan Antara pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kebanggaan ini juga menjadi momentum untuk terus mengembangkan kompetensi UI di masa depan. Heri menekankan bahwa keberhasilan yang dicapai bukan hanya hasil kerja individu, tetapi juga kolaborasi antara civitas akademika, alumni, dan mitra strategis. “Kita harus terus bersemangat dan berinovasi untuk menjaga kualitas ini, sekaligus mendorong peningkatan lebih lanjut,” tambahnya.

Metrik Kunci dalam Pemeringkatan QS

QS World University Rankings 2027 menggunakan berbagai metrik untuk mengevaluasi kinerja universitas. Dalam klasifikasi tersebut, UI memperoleh penilaian tinggi di tiga indikator utama: reputasi pemberi kerja (87,4), hasil ketenagakerjaan (81,0), dan rasio dosen internasional (88,4). Kinerja di ketiga parameter ini membantu UI meraih peringkat yang menggembirakan.

Metrik reputasi pemberi kerja mengukur kesan masyarakat terhadap lulusan UI sebagai tenaga kerja yang berkualitas. Sementara indikator hasil ketenagakerjaan mencerminkan tingkat pencarian kerja alumni UI yang berhasil. Rasio dosen internasional, sementara itu, menunjukkan komitmen UI dalam meningkatkan keragaman akademik dan pengajaran global.

Lima Indikator QS dalam Penilaian Universitas

QS membagi penilaian mereka menjadi lima indikator utama, masing-masing dengan bobot yang berbeda. Pertama adalah Penelitian dan Penemuan, yang menyumbang 50 persen dari total penilaian. Kedua adalah Ketenagakerjaan dan Hasil, dengan bobot 20 persen. Selanjutnya, Pengalaman Belajar berkontribusi 10 persen, sementara Keterlibatan Global mengambil 15 persen. Terakhir, Keberlanjutan memiliki bobot 5 persen.

Kombinasi dari lima indikator ini menciptakan sistem penilaian yang komprehensif. Penelitian dan Penemuan, sebagai komponen paling besar, menjadi penentu utama kinerja universitas. QS memperhitungkan jumlah publikasi ilmiah, jumlah kutipan, dan kualitas penelitian untuk menilai keunggulan akademik. Sementara metrik Ketenagakerjaan dan Hasil mengukur sejauh mana lulusan bisa bersaing di pasar global. Dua indikator lainnya, Pengalaman Belajar dan Keterlibatan Global, menekankan kepuasan mahasiswa dan kehadiran universitas di lingkup internasional.

Keseluruhan Pemeringkatan QS 2027

Dalam rangking QS 2027, 1.504 institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara ikut terlibat. Pemeringkatan ini mencakup universitas-universitas besar di Eropa, Amerika Utara, dan Asia, dengan Harvard University dan MIT menjadi pemimpin peringkat. Namun, meskipun jumlah universitas yang terlibat sangat banyak, UI mampu menempati posisi yang membanggakan.

Sebagai negara yang mengirimkan 20 universitas ke daftar QS, Indonesia menunjukkan kemajuan dalam peringkat global. UI menjadi representasi utama bangsa ini, mengingat tidak banyak institusi pendidikan tinggi dari Asia Tenggara yang bisa mencapai posisi di bawah 200. Penelitian lebih lanjut akan membantu mengungkap strategi apa yang membuat UI unggul dibandingkan kompetitor lainnya.

Potensi Pertumbuhan UI di Masa Depan

Prestasi UI dalam QS 2027 tidak hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai tantangan untuk terus berinovasi. Heri Hermansyah menambahkan bahwa peringkat ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian, serta memperkuat hubungan dengan lembaga internasional. “Dengan peringkat ini, kita bisa memperkenalkan UI sebagai salah satu universitas yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Di sisi lain, peringkat UI juga memberi harapan baru bagi universitas lain di Indonesia. UGM, yang berada di peringkat 206, menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan tinggi nasional bisa diikuti oleh institusi lain. Dengan dukungan pemerintah dan investasi lebih besar, UI dan universitas lainnya bisa terus bersaing dalam pemeringkatan global, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di tingkat nasional.

Kebanggaan UI dalam QS 2027 merupakan bukti nyata kemajuan pendidikan tinggi Indonesia. Meski tantangan masih ada, posisi ini menegaskan bahwa UI telah mencapai titik puncak dalam usaha membangun reputasi internasional. Dengan peringkat yang menggembirakan, UI bisa menjadi referensi bagi universitas lain untuk mengejar kesuksesan serupa, sekaligus memperkuat identitas pendidikan tinggi Indonesia di kancah global.