Rencana Khusus: Mengenal Pulau Qeshm, Kunci Strategis Iran di Perang Lawan AS-Israel

Mengenal Pulau Qeshm, Kunci Strategis Iran di Perang Lawan AS-Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Pulau Qeshm, terletak di Selat Hormuz, kini menjadi fokus perhatian internasional akibat memanasnya pertikaian antara Amerika Serikat dan Iran. Wilayah ini tidak hanya dikenal karena keindahannya secara geologis, tetapi juga karena perannya sebagai benteng militer yang strategis. Laporan Al Jazeera menyebut Qeshm berada sekitar 22 kilometer dari Bandar Abbas dengan luas wilayah sekitar 1.445 km².

Karena posisi geografisnya, pulau ini mampu mengendalikan akses ke Selat Hormuz, jalur distribusi energi kritis global. Dengan meningkatnya ketegangan, Qeshm berubah dari destinasi wisata menjadi front pertahanan utama Iran. Analis militer menyebut pulau ini sebagai “kapal induk tak tergoyahkan” yang menjadi basis strategi perang asimetris Teheran.

Pensiunan Brigadir Jenderal Lebanon, Hassan Jouni, menyebut pulau tersebut menyimpan “kemampuan Iran yang luar biasa” dalam jaringan fasilitas bawah tanah yang dikenal sebagai “kota rudal”. Menurutnya, sistem ini dirancang untuk satu tujuan utama, yakni mengendalikan atau bahkan menutup Selat Hormuz.

Ketegangan meningkat setelah serangan udara AS pada 7 Maret yang menyerang fasilitas desalinasi di Qeshm. Pemerintah Iran menyebut serangan itu sebagai “kejahatan terang-terangan” terhadap warga sipil karena memutus pasokan air bersih ke sekitar 30 desa. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melakukan serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain, tempat yang dianggap sebagai titik peluncuran untuk menyerang Qeshm.

Dampaknya langsung terasa pada arus energi global. Iran pernah mengancam menargetkan kapal yang melintasi Selat Hormuz, hampir menghentikan pengiriman minyak dan gas. Saat ini, hanya sejumlah kecil kapal yang diizinkan melintas setelah negosiasi dengan Teheran, sementara pemerintah Presiden Donald Trump berupaya membentuk konvoi militer untuk mengamankan jalur tersebut.

Di balik ketegangan militer, Qeshm tetap menyimpan nilai sejarah panjang. Sejak berabad-abad, wilayah ini menjadi sasaran kekuatan besar, mulai dari Portugis hingga Inggris, dikarenakan perannya sebagai sumber air dan titik strategis perdagangan. Pulau ini pernah dikenal dengan berbagai nama, seperti Oaracta oleh penjelajah Yunani hingga Abarkawan dalam catatan geografi Islam.

Qeshm juga dikenal memiliki ekosistem unik seperti hutan bakau Hara serta Geopark Qeshm yang diakui UNESCO. Dengan posisi strategis dan kemampuan militernya, pulau ini menjelma menjadi episentrum baru dalam perebutan kendali energi global abad ke-21.