Strategi Penting: Wamen HAM Mugiyanto Terdampar di Doha 4 Hari Imbas Perang Iran – AS dan Israel
Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Doha Selama Empat Hari
Jakarta, IDN Times – Mugiyanto, Wakil Menteri HAM, menyampaikan bahwa dirinya dan rombongan dari Kementerian HAM masih terjebak di Doha, Qatar, akibat pembatasan ruang udara yang terjadi sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memanas. Mereka tertahan di sana sejak Sabtu, 28 Februari 2026, hingga Rabu, 4 Maret 2026.
Mugiyanto mengatakan bahwa keadaan di Qatar belum stabil, dan tidak ada indikasi jelas kapan ruang udara akan kembali normal. Dalam wawancara dengan IDN Times, dia menegaskan bahwa timnya masih berada di Doha dan mengharapkan kondisi segera membaik.
“Iya, kami masih berada di Doha,” ujarnya.
Selasa, 3 Maret 2026, Mugiyanto membagikan situasi melalui video yang diunggah di Instagram Kementerian HAM. Dalam rekaman tersebut, ia menjelaskan bahwa lebih dari 100 orang terdampak di Bandara Hamad, Doha. Selain itu, ratusan WNI juga terganggu di Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain.
Duta Besar Indonesia untuk Qatar memberikan informasi bahwa konflik militer menyebabkan ketidakpastian bagi penerbangan internasional. Mugiyanto meminta WNI di daerah terkena dampak tetap tenang dan mematuhi instruksi dari perwakilan RI serta pihak setempat.
“Kami berharap semua pihak di wilayah yang terlibat konflik tetap tenang dan percayakan kondisi ini akan segera membaik,” tambahnya.
Mugiyanto menekankan pentingnya mengikuti kebijakan dari duta besar dan otoritas setempat sebagai langkah terbaik menghadapi situasi yang terjadi saat ini.
