Hasil Pertemuan: Horor Macet di Gilimanuk Sebabkan Pemudik Meninggal, Gubernur Koster Minta Maaf
Horor Macet di Gilimanuk Sebabkan Pemudik Meninggal, Gubernur Koster Minta Maaf
Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, memicu perhatian masyarakat saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri bertepatan dengan perayaan Nyepi. Gubernur Bali Wayan Koster bersama seluruh jajaran Pemprov Bali memberikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga yang sedang pulang kampung. Koster mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi secara optimal sebelum puncak arus mudik yang terjadi dalam sepekan ini.
Langkah Antisipasi Dibuat Bersama Forkopimda
Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, Pemprov Bali telah mengadakan rapat koordinasi (Rakor) bersama Polda Bali, Pangdam IX Udayana, Dinas Perhubungan, dan semua instansi terkait. Hasil Rakor tersebut direspons dengan pembentukan posko-posko oleh Polda Bali, yang menempatkan petugas pengatur lalu lintas di jalur Gilimanuk-Mengwi. ASDP, yang berada di bawah Kementerian Perhubungan RI, juga menambah jumlah kapal penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang untuk mengakomodasi lonjakan kendaraan.
“Atas terjadinya kemacetan yang panjang ke arah Pelabuhan Gilimanuk akibat antrean penyeberangan Gilimanuk-Ketapang yang lama, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi ini,” ujar Koster.
Koster menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak atas kritik dan saran terkait kemacetan yang membuat keadaan menjadi tidak nyaman. “Kritik dan saran ini akan kami manfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa depan,” tambahnya.
Kemacetan Arus Mudik Meningkat Saat Nyepi dan Idul Fitri
Kemacetan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi sejak Minggu (15/3) dan mencapai puncak pada Rabu (18/3), hari terakhir penyeberangan sebelum pelabuhan ditutup 24 jam selama Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis (19/3). Kondisi ini juga beririsan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21 dan 22 Maret 2026.
Volume kendaraan yang tinggi dan terpusat di lokasi tersebut menyebabkan antrian hingga mencapai 35 kilometer pada Selasa (17/3). Kecelakaan terjadi saat seorang perempuan pemudik dari Jawa Tengah yang bepergian sendirian menggunakan bus meninggal karena kelelahan akibat lama mengantre.
