Solusi untuk: Takut Kosong imbas Konflik Timur Tengah, Warga Bangka Panic Buying Antre Beli BBM
Takut Kosong imbas Konflik Timur Tengah, Warga Bangka Panic Buying Antre Beli BBM
Pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara massal terjadi di Kabupaten Bangka, provinsi Bangka Belitung. Antrian kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, menggenangi SPBU Sungailiat. Fenomena ini melibatkan seluruh titik distribusi BBM di wilayah tersebut, menciptakan kekacauan di sejumlah pom bensin.
Konflik Timur Tengah yang berlangsung sekarang diduga memengaruhi pasokan minyak ke Indonesia, memicu ketakutan masyarakat. Akibatnya, lonjakan permintaan BBM terjadi, di mana warga merasa perlu membeli lebih banyak untuk menghindari kehabisan stok.
“Warga diminta tetap tenang, jangan terpancing kepanikan beli BBM akibat situasi perang di Timur Tengah,” kata Bambang Patijaya, anggota DPR RI Komisi XII, Kamis (5/3).
Bambang menyatakan bahwa stok BBM di Depo Pangkalbalam, Pangkalpinang, cukup untuk memenuhi kebutuhan Pulau Bangka hingga Lebaran. Ia juga mengimbau pemerintah untuk segera mengambil langkah mitigasi, seperti mengalihkan pasokan dari sumber Timur Tengah ke negara lain, misalnya Amerika Serikat.
“Kami memperkirakan pasokan BBM dan gas elpiji subsidi akan meningkat sekitar 25% dibanding kondisi normal,” ungkap Tri Awan, Terminal Manager Depo Pangkalbalam.
Menurut Tri, penambahan stok BBM dilakukan sebagai antisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Ia menekankan bahwa situasi saat ini tidak perlu memicu kepanikan, karena pasokan tetap terjaga.
Dalam kesempatan terpisah, Bupati Bangka Fery Insani menghimbau warga tetap tenang. Ia yakin stok BBM di Pertamina aman dan tidak akan terganggu oleh konflik di Timur Tengah.
“Kami percaya pasokan BBM kita bisa memenuhi kebutuhan warga, jadi masyarakat tidak perlu borong bahan bakar secara berlebihan,” jelas Fery.
