Hasil Pertemuan: Tok! The Fed Tahan Suku Bunga, Cuma Pangkas Sekali di Tengah Perang?

The Fed Tetapkan Suku Bunga, akan Ada Penurunan Sekali di Tengah Konflik?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pada 19 Maret 2026, The Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan tingkat suku bunga di 3,50-3,75%. Meskipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik dengan Iran, bank sentral AS diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga sekali dalam tahun ini.

Latar Belakang Penyesuaian Suku Bunga

The Fed mengumumkan keputusan ini setelah pertemuan dua hari Federal Open Market Committee (FOMC). Sebelumnya, pada 2025, suku bunga dijaga stabil di 4,25-4,50% hingga Agustus, lalu dipangkas tiga kali pada September, Oktober, dan Desember tahun yang sama. Di Januari 2026, suku bunga acuan juga tetap dijaga.

Pernyataan The Fed

Dalam rapat, anggota FOMC memberikan suara 11 berbanding 1 untuk mempertahankan suku bunga. “Ketidakpastian mengenai prospek ekonomi masih tinggi. Dampak perkembangan di Timur Tengah terhadap perekonomian AS belum bisa diprediksi dengan pasti. Komite memperhatikan risiko pada kedua aspek mandatnya, yaitu stabilitas harga dan tingkat pengangguran maksimum,” tulis pernyataan The Fed, dikutip dari situs resminya.

Penjelasan Powell

Setelah rapat, Chairman The Fed Jerome Powell mengakui keadaan ekonomi yang rumit. “Kami berada dalam situasi yang sulit, harus menyeimbangkan antara risiko pasar tenaga kerja yang melemah dan inflasi yang meningkat,” ujarnya, dikutip dari CNBC International.

Dampak Perang Iran pada Ekonomi AS

Powell menegaskan bahwa lonjakan harga minyak akibat konflik Iran bisa menekan ekonomi AS, meningkatkan inflasi, dan mengurangi konsumsi serta lapangan kerja. Namun, dampak tersebut sebagian bisa diimbangi oleh peningkatan produksi energi domestik, mengingat AS menjadi eksportir energi bersih. Meski begitu, ia tidak menyebut kondisi ini sebagai stagflasi, karena pengangguran saat ini hanya sedikit di atas tingkat normal.

Proyeksi Suku Bunga

Grafik proyeksi suku bunga, atau “dot plot”, menunjukkan kemungkinan satu pemangkasan dalam 2026 dan satu lagi pada 2027, meski waktu pastinya belum jelas. Dari 19 peserta FOMC, tujuh orang memperkirakan penyesuaian tambahan di masa depan.

Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,4% pada Februari 2026, dibandingkan 4,3% di bulan sebelumnya, mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Sementara inflasi tahunan tetap stabil di 2,4% pada bulan yang sama, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Powell menambahkan bahwa ekspektasi inflasi jangka pendek meningkat dalam beberapa minggu terakhir, kemungkinan mencerminkan kenaikan besar harga minyak akibat gangguan pasokan di Timur Tengah. Namun, ia mengatakan belum terlalu dini untuk mengetahui seberapa besar dan berapa lama dampak konflik ini terhadap perekonomian.