Yang Terjadi Saat: Siap-siap Ancaman Krisis 2026, Warga Kompak Borong Komputer

Siap-siap Ancaman Krisis 2026, Warga Kompak Borong Komputer

Jakarta, CNBC Indonesia – Penyebaran informasi tentang kemungkinan terjadinya krisis chip memori mulai memengaruhi keputusan pembelian komputer pada 2025. Banyak pelaku industri memprediksi harga perangkat elektronik akan mengalami peningkatan di tahun 2026, sehingga mendorong masyarakat untuk mempercepat pembelian. Hal ini terjadi karena adanya ketakutan akan kelangkaan chip, komponen penting dalam berbagai teknologi digital.

Penurunan pasokan chip memori berpotensi mendorong kenaikan biaya produksi perangkat elektronik, seperti komputer, ponsel, dan peralatan rumah tangga. Lonjakan permintaan chip juga dipicu oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang membutuhkan jenis chip dengan spesifikasi lebih tinggi dibandingkan komponen biasa. Akibatnya, produsen chip lebih mengarahkan produksi ke jenis yang diperlukan untuk AI, sehingga memengaruai pasokan konvensional.

Kondisi ini menciptakan dilema bagi produsen perangkat elektronik: apakah menaikkan harga jual atau mempertahankannya sambil mengurangi kualitas hardware. Faktor lain seperti kekhawatiran terkait kebijakan tarif Trump di awal tahun dan penghentian dukungan untuk Windows 10 juga menjadi penyumbang kecil terhadap lonjakan penjualan komputer.

Pengapalan PC Tahun 2025

Firma riset IDC mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah pengapalan PC pada kuartal IV 2025, mencapai 76,4 juta unit, naik 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total pengapalan seluruh tahun 2025 mencapai 284,7 juta unit, meningkat 8,1% dibandingkan 2024.

Lenovo tetap memimpin pasar dengan pertumbuhan 14,5% YoY, menempati 24,9% pangsa pasar. HP menempati posisi kedua dengan kenaikan 8,4% YoY, sementara Dell Technologies berada di urutan ketiga dengan pertumbuhan 5,2% YoY. Apple dan Asus masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima, dengan pertumbuhan 11,1% dan 13,4% YoY.

“IDC memperkirakan pasar PC akan berubah signifikan dalam 12 bulan ke depan, mengingat dinamika situasi memori yang cepat. Di luar tekanan harga sistem yang telah diumumkan oleh sejumlah produsen, kita mungkin akan melihat spesifikasi memori PC ditekan secara rata-rata untuk mengoptimalkan persediaan yang ada. Tahun depan tampaknya akan menjadi masa yang tidak stabil,” kata Jean Phillippe Bouchard, VP Riset IDC Worldwide Mobile Device Trackers.

“Kelangkaan chip memori berdampak luas pada seluruh industri, dan efeknya kemungkinan akan membentuk ulang struktur pasar selama dua tahun ke depan. Merek besar berada dalam posisi yang lebih kuat untuk memanfaatkan skala dan alokasi memori mereka, sementara merek kecil bisa kesulitan bertahan. Konsumen, terutama penggemar DIY, mungkin juga mengalihkan pengeluaran mereka ke alternatif lain,” ujar Jitesh Ubrani, Manajer Riset IDC Worldwide Mobile Device Trackers.

Krisis chip memori di 2026 diperkirakan akan menjadi penghalang bagi pertumbuhan pasar PC. Produsen mungkin akan mengurangi spesifikasi memori untuk menjaga persediaan, sementara harga jual diprediksi meningkat. Perubahan ini akan menguji daya tahan perusahaan-perusahaan yang lebih kecil.