TempatDonasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Astronaut NASA Bakal Pakai Baju Prada dalam Misi di Bulan

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Tegar Utami

Astronaut NASA Bakal Pakai Baju Prada dalam Misi di Bulan

Kolaborasi Pembaruan Teknologi Antariksa

Latest Program - Prada, merek mode elegan, bekerja sama dengan Axiom Space untuk menghadirkan pakaian pendingin internal yang akan digunakan oleh astronot NASA dalam program Artemis selama misi di Bulan. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan baju antariksa baru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan astronaut dalam lingkungan ekstrem permukaan Bulan.

Diluncurkan dalam acara resmi pada 7 Juni 2026, pakaian bernama Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG) ini memiliki fungsi kritis dalam menjaga keseimbangan suhu tubuh. Teknologi pendingin berbasis cairan di dalamnya bertugas mengalirkan air dingin ke seluruh tubuh, mencegah kelebihan panas selama aktivitas luar angkasa. Desain pakaian juga menyertakan elemen khas Prada, seperti garis merah pada satu lengan, yang memberikan kesan estetika modern.

LCVG akan dipakai di bawah baju antariksa Axiom Extravehicular Mobility Unit (AxEMU), sistem yang dikembangkan melalui kerja sama antara Prada dan Axiom Space. AxEMU dianggap sebagai perubahan signifikan dalam desain baju antariksa NASA setelah lebih dari dua dekade. Sebelumnya, NASA mengandalkan baju yang mirip dengan model Apollo, tetapi AxEMU membawa kemajuan teknologi baru.

Kemajuan Teknologi Pakaian Antariksa

Sistem pendingin dan ventilasi pada LCVG tidak hanya mendinginkan tubuh astronaut, tetapi juga memastikan aliran oksigen yang optimal serta menghilangkan karbon dioksida. Fungsi ini vital untuk kenyamanan dan keselamatan selama misi luar angkasa. Selain itu, pakaian ini dirancang untuk mendukung kegiatan fisik intensif, seperti berjalan di permukaan Bulan atau melakukan eksperimen.

"Saat kami memperkenalkan AxEMU, kami mengumumkan bahwa kolaborasi antara Prada dan Axiom Space akan berlanjut melampaui tonggak pertama tersebut," kata Lorenzo Bertelli, Kepala Pemasaran Grup dan Kepala Keberlanjutan Prada, seperti dikutip dari laporan Scientific American pada 8 Juni 2026.

Bertelli menekankan bahwa gabungan inovasi Axiom Space dan keahlian desain Prada membawa kualitas baru dalam pakaian antariksa. "Kami bangga mempersembahkan pencapaian baru yang lahir dari perpaduan unik antara keahlian perintis Axiom Space dan kemampuan Prada dalam desain, pembuatan pola, serta material canggih, menjelang kembalinya umat manusia ke permukaan Bulan," tambahnya.

Sistem pendingin LCVG menawarkan solusi yang lebih efisien dibandingkan teknologi sebelumnya. Baju ini menggabungkan fungsi termal dan respirasi, memastikan astronaut dapat beroperasi optimal dalam kondisi panas dan kurangnya atmosfer. Russell Ralston, Wakil Presiden Senior Pengembangan Wahana Antariksa Axiom Space, mengakui pentingnya kolaborasi ini. "Pakaian ini mengelola kondisi termal mereka, mendukung pernapasan mereka, dan melakukan semuanya ketika mereka mendorong kemampuan fisik hingga batas maksimal. Pekerjaan yang kami lakukan bersama Prada telah membawa kemampuan tersebut ke tingkat yang tidak mungkin kami capai sendirian," ujarnya.

Risiko dan Target Misi Artemis

Program Artemis NASA menargetkan kembalinya manusia ke Bulan sebelum 2028. Namun, laporan April dari Office of Inspector General (OIG) NASA memperingatkan adanya risiko terhadap pencapaian target tersebut akibat keterlambatan pengembangan Axiom Space. Perusahaan ini awalnya berencana mengujikan AxEMU pada 2025, tetapi jadwal tersebut tertunda.

Risiko yang disebutkan OIG berdampak pada kemajuan teknologi baju antariksa. Meski ada keterlambatan, Cirtain, CEO dan Presiden Axiom Space, menyatakan bahwa perusahaan masih berada di jalur yang tepat. Pakaian dalam baru ini berpeluang diuji di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) atau dalam misi Artemis III, yang menjadi tahap kritis untuk pendaratan manusia di Bulan.

"Kami berpeluang menguji pakaian dalam baru tersebut di ISS maupun dalam misi Artemis III milik NASA. Misi tersebut akan mencakup uji orbital berawak terhadap perangkat penting yang dibutuhkan untuk mengembalikan manusia ke Bulan, yang ditargetkan NASA dapat terwujud paling cepat pada 2028," ujar Cirtain.

Axiom Space memiliki rencana untuk mempercepat pengujian AxEMU. Meski jadwal awal tertunda, perusahaan optimis dapat menyelesaikan uji coba di luar angkasa pada 2027. Keterlambatan ini tidak menggangu visi jangka panjang NASA, yang tetap fokus pada misi Artemis III sebagai langkah penting menuju eksplorasi luar angkasa yang lebih luas.

Pembuatan Material dan Desain Terpadu

Prada menggabungkan teknologi modern dengan elemen estetika dalam desain pakaian antariksa. Bahan yang digunakan di LCVG mengutamakan ketahanan terhadap lingkungan berat, sementara garis merah pada lengan menjadi tanda khas dari lini produk aktif Prada. Kombinasi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang bermakna.

Pengembangan LCVG juga melibatkan keahlian dalam pengolahan material, termasuk penggunaan bahan sintetis ringan namun kuat. Kombinasi antara fungsionalitas dan estetika menjadi fokus utama, karena pakaian antariksa harus mampu menunjang aktivitas sambil tetap terlihat profesional. Prada telah bekerja sama dengan Axiom Space selama beberapa tahun, memberikan kontribusi teknis dan desain yang berkelanjutan.

Perusahaan swasta Axiom Space, yang ditunjuk NASA untuk memproduksi baju antariksa baru, berharap kolaborasi dengan Prada dapat mempercepat proses pengembangan. Pakaian dalam LCVG adalah bagian dari sistem yang komprehensif, termasuk perangkat berbasis oksigen dan ventilasi. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan astronaut selama misi jangka panjang.

Pengembangan Berkelanjutan dan Fungsi Utama

Selain sistem pendingin, LCVG juga memiliki fungsi ventilasi yang membantu mengatur kualitas udara di dalam baju antariksa. Oksigen dihantarkan ke tubuh astronaut, sementara karbon dioksida yang dihasilkan selama aktivitas dihilangkan melalui saluran udara. Fungsi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan astronaut dalam waktu lama.

Kemajuan ini menggambarkan pergeseran paradigma dalam desain pakaian antariksa, yang kini menggabungkan teknologi canggih dan estetika premium. Prada, sebagai merek yang dikenal karena keahlian dalam fashion, berperan dalam menyeimbangkan antara praktis dan menarik. Proses produksi LCVG melibatkan pengujian ketat untuk memastikan daya tahan dan efisiensi, agar cocok untuk kondisi luar angkasa.

Dengan perpaduan antara inovasi Axiom Space dan kreativitas Prada, LCVG menjadi bagian dari langkah maju dalam misi Artemis. NASA mengandalkan AxEMU sebagai baju antariksa utama, yang akan digunakan selama misi Artemis III. Pakaian ini juga berpotensi menjadi model standar untuk penggunaan di luar Bumi, seperti di Mars atau planet lain.