Kebijakan Baru: GIPI Bali Rancang Tata Kelola Pariwisata Bali Baru, Fokus Pengalaman Wisatawan Sejak Tiba di Bandara

GIPI Bali Rancang Tata Kelola Pariwisata Baru, Fokus pada Pengalaman Wisatawan Sejak Tiba di Bandara

Sebagai upaya meningkatkan kualitas pariwisata, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali mengumumkan perubahan sistem pengelolaan destinasi wisata Pulau Dewata. Inisiatif ini bertujuan menyelaraskan seluruh aspek pengalaman wisatawan, mulai dari saat tiba di bandara hingga selesai perjalanan mereka. Strategi baru GIPI Bali mencakup empat komponen utama, yang akan diterapkan selama periode 2026-2030.

Kenyamanan dan Kejelasan Sejak Awal Perjalanan

Sebelumnya, penilaian terhadap pariwisata Bali hanya berdasarkan jumlah kunjungan. Namun, saat ini fokusnya bergeser pada bagaimana pengalaman wisatawan dapat dijamin dari awal hingga akhir. Kepuasan wisatawan sering kali terbentuk pada momen pertama, sehingga bandara menjadi titik awal yang penting dalam strategi ini.

“Kini, pariwisata Bali tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga kualitas pengalaman yang diberikan,” kata Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Ketua GIPI Bali.

GIPI Bali ingin menciptakan sistem yang terpadu, agar setiap tahap perjalanan wisatawan terintegrasi dalam satu platform. Ini mencakup layanan yang nyaman, informasi yang jelas, serta kebersihan lingkungan yang memadai.

Pembagian Zona untuk Mengurangi Kepadatan

Salah satu langkah strategis adalah pembagian destinasi Bali menjadi empat zona, yaitu zona tenang, budaya, rekreasi, dan petualangan. Tujuan utamanya adalah mendistribusikan kunjungan wisatawan secara merata, sehingga mengurangi tekanan di area tertentu.

Dengan pembagian ini, wisatawan bisa memilih destinasi sesuai minat mereka. Selain itu, strategi ini juga mendukung kelestarian lingkungan, karena distribusi kunjungan yang lebih seimbang akan mengurangi kerusakan.

Sertifikasi Keselamatan sebagai Jaminan Kualitas

Tata kelola baru mengusung standar sertifikasi keselamatan. GIPI Bali menetapkan kriteria berdasarkan ISO untuk layanan, keamanan, dan lingkungan. Ini memberikan jaminan bahwa setiap aspek perjalanan wisatawan memenuhi kualitas tertentu.

Pengelolaan pengalaman wisatawan tidak hanya fokus pada layanan, tetapi juga pada rasa aman. Sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman berkualitas.

Kontrol Mobilitas untuk Stabilitas dan Kualitas

Strategi terakhir adalah pengendalian mobilitas wisatawan. Tujuan utamanya adalah menjaga jumlah pengunjung tetap stabil atau meningkat, sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan wisata. Langkah ini akan diatur melalui kerja sama seluruh pelaku industri.

Menurut Ida Bagus Agung Partha Adnyana, kontrol mobilitas menjadi kunci dalam menjaga kenyamanan serta keberlanjutan lingkungan Bali. Dengan kombinasi empat strategi ini, GIPI Bali berharap menghadirkan destinasi yang tetap diminati secara global.

Sebagai contoh, Telkomsel dan Bank Indonesia telah meluncurkan Indonesia Tourist Travel Pack di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Inisiatif ini memberikan kemudahan transaksi digital untuk wisatawan mancanegara, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata Bali.