Topics Covered: Penyaluran KUR ke usaha mikro capai Rp70 triliun hingga Mei 2026
Penyaluran KUR ke Usaha Mikro Capai Rp70 Triliun hingga Mei 2026
Topics Covered – Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberikan pernyataan mengenai capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 3 Mei 2026. Menurutnya, jumlah pembiayaan yang telah disalurkan kepada sektor usaha mikro mencapai sekitar Rp70 triliun dari total alokasi KUR sebesar Rp96 triliun. “Hingga 3 Mei 2026, sekitar Rp70 triliun dari total KUR yang dialokasikan telah tersalurkan ke usaha mikro,” terang Maman, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Selasa. Ia menegaskan bahwa KUR merupakan salah satu alat yang digunakan pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem, karena pelaku usaha mikro kebanyakan berasal dari kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah atau bekerja secara informal.
Pembiayaan sebagai Alat Pemulihan Ekonomi
Pembiayaan KUR, menurut Maman, menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat mikro. Dengan akses dana yang lebih luas, usaha kecil dan menengah diharapkan bisa berkembang lebih cepat, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian secara keseluruhan. Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membuka peluang bagi masyarakat rentan, termasuk kelompok desil 1 dan 4 yang dianggap paling membutuhkan dukungan keuangan. “KUR bertujuan untuk memperkuat daya beli masyarakat, mengurangi risiko kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup para pelaku usaha,” tambahnya.
Strategi Kementerian UMKM
Kementerian Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak hanya fokus pada penyaluran dana, tetapi juga mendorong penggunaan fasilitas publik yang dimiliki oleh pemerintah, swasta, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tujuan utama dari langkah ini adalah memberikan ruang yang lebih luas untuk berkembang bagi usaha mikro dan ekonomi kreatif. Maman menjelaskan bahwa pemerintah sedang berupaya menciptakan ekosistem usaha yang kolaboratif, sehingga mendorong inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan. “Dengan menggandeng berbagai pihak, kita bisa memastikan usaha mikro memiliki akses ke sumber daya yang lebih komprehensif,” katanya.
Rapat Koordinasi untuk Penguatan Sektor UMKM
Sebagai bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan, Menteri UMKM mengikuti rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Senin (4/5). Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifky Harsya. Topik yang dibahas mencakup tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. Presiden menekankan pentingnya penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif sebagai solusi utama dalam menurunkan angka kemiskinan.
Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa pengembangan usaha mikro dan ekonomi kreatif memiliki peran kunci dalam menyerap tenaga kerja serta menciptakan pelaku usaha baru di berbagai wilayah. Ia menyatakan, pemerintah memandang sektor tersebut sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi inklusif. “Dengan memperkuat UMKM, kita bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, terutama untuk generasi muda yang ingin mandiri secara ekonomi,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar institusi untuk mencapai target penurunan kemiskinan ekstrem pada 2026.
Target Pemulihan Kemiskinan hingga 2029
Dalam rapat tersebut, para menteri membahas strategi jangka panjang untuk memastikan target pemerintah tercapai. Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 10 juta masyarakat dapat bekerja secara formal atau menjadi wirausaha hingga 2029. “Ini adalah tugas bersama antara semua pihak yang terlibat, agar kita bisa memenuhi indikator penurunan kemiskinan ekstrem pada 2026 dan mengurangi kemiskinan nasional hingga 5 persen pada 2029,” kata Muhaimin. Ia menegaskan bahwa KUR dan berbagai program kebijakan lainnya harus terus dioptimalkan agar bisa mencapai hasil yang maksimal.
Peluang Kerja dan Inovasi
Maman Abdurrahman menekankan bahwa kolaborasi antar sektor tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat. Ia menyoroti peran penting usaha mikro dalam menyerap tenaga kerja, terutama di daerah-daerah yang kurang berkembang. “Dengan meningkatkan akses pembiayaan dan fasilitas ekonomi, kita bisa memastikan usaha mikro memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri,” tutur Maman. Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini membuka peluang bagi pelaku usaha kreatif, seperti UMKM yang bergerak di bidang seni, kuliner, atau teknologi.
Program KUR yang berjalan selama ini telah menunjukkan efek positif terhadap ekonomi rakyat. Dengan bunga yang relatif rendah, para pelaku usaha mikro dapat memperoleh dana tanpa mengorbankan keuntungan. Menurut data yang diberikan, jumlah pelaku usaha yang mendapat bantuan keuangan terus meningkat, terutama di daerah pedesaan dan kota-kota kecil. “Pembiayaan ini juga membantu mereka yang secara ekonomi belum stabil, sehingga bisa memperkuat keberlanjutan usaha mereka,” jelas Maman.
Peran Ekonomi Kreatif dalam Pemulihan
Ekonomi kreatif, yang menjadi bagian dari kebijakan UMKM, juga dipandang sebagai komponen strategis dalam penurunan kemiskinan. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan mendukung inovasi dan kreativitas, kita bisa menciptakan usaha yang tidak hanya berbasis tradisional tetapi juga modern dan kompetitif,” katanya. Ia menambahkan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi sarana untuk mengembangkan produktivitas di tingkat lokal, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Langkah Strategis untuk Tahun Depan
Dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah akan terus mengintensifkan program KUR dan ekonomi kreatif sebagai alat utama dalam pengentasan kemiskinan. Maman
