Solving Problems: Kebakaran gudang di Jakbar diwarnai ledakan beruntun, ini penyebabnya
Kebakaran Gudang di Jakbar Diwarnai Ledakan Beruntun, Ini Penyebabnya
Solving Problems – Pada Senin (11/5) malam, sejumlah gudang yang terletak di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, mengalami ledakan beruntun. Menurut Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, kejadian tersebut diduga disebabkan oleh banyaknya botol berisi bahan kimia dan gas yang ada di dalam bangunan. Api yang membara menyebabkan beberapa botol meledak, sehingga menghasilkan suara dentuman yang terdengar cukup keras.
Penyebab Ledakan
Syaiful menjelaskan bahwa dentuman-dentuman tersebut mengakibatkan botol-botol terlempar ke udara, membuat petugas menyadari adanya kemungkinan keberadaan gas beracun dalam asap api. “Kita menemukan bahwa gudang ini menyimpan berbagai bahan kimia dan gas. Awalnya, ledakan terjadi secara beruntun karena banyak botol yang tersambar api,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian. Dia menambahkan, barang-barang yang meledak termasuk botol kecil seperti parfum atau bahan bakar kerosene, meskipun belum jelas apakah bahan tersebut benar-benar tiner.
“Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan,” kata Syaiful kepada wartawan di lokasi Senin malam.
Dari situasi tersebut, petugas menyimpulkan bahwa keberadaan bahan kimia dan gas dalam gudang menjadi penyebab utama ledakan. Mereka juga menemukan bahwa asap yang mengangkat ke udara mengandung bahan berbahaya, sehingga menyebabkan petugas harus menggunakan alat pelindung tambahan saat melakukan tugas pemadaman.
Risiko Berbahaya
Karena adanya potensi gas beracun, petugas pemadam kebakaran memastikan bahwa setiap anggota yang masuk ke dalam area gudang harus menggunakan masker khusus. Syaiful menjelaskan, keberadaan bahan-bahan tersebut membuat asap kebakaran tidak hanya mengganggu penglihatan tetapi juga bisa membahayakan kesehatan. “Kalau dilihat, banyak lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa,” ujarnya.
Menurut Syaiful, ledakan-ledakan yang terjadi selama pemadaman mengakibatkan beberapa botol terlempar ke udara, sehingga memperumit proses evakuasi. “Ledakan itu menyebabkan beberapa botol pecah, lalu menyebar ke sekitar. Karena itu, petugas mengenakan masker untuk menghindari risiko inhalasi gas beracun selama bertugas,” tuturnya. Selain itu, kondisi gudang yang rapuh karena terkena api berulang kali menyebabkan bangunan rentan roboh, sehingga memperbesar ancaman bagi para penyelamat.
Kondisi Saat Ini
Syaiful juga menyebutkan bahwa tidak semua gudang yang terbakar berada dalam satu kesatuan. “Saat ini belum jelas apakah bangunan-bangunan tersebut merupakan satu unit atau milik pemilik berbeda,” jelasnya. Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut. “Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” papar Syaiful.
Pada pukul 21.30 WIB, petugas masih melihat api yang menyala-nyala di lokasi gudang. Meskipun api sudah mulai menyurut, asap tetap menggelegar tinggi ke udara. “Bunyi dentuman serta kilatan cahaya yang diduga akibat korsleting listrik masih terpantau keluar dari objek kebakaran,” terang Syaiful. Ia menambahkan, petugas juga menemukan bahwa api memicu percikan bahan kimia yang terlempar, sehingga membuat suasana di sekitar gudang terasa sangat berbahaya.
Selain hal tersebut, petugas menghadapi kendala lain dalam upaya memadamkan api. Menurut Syaiful, pasokan air terbatas karena hanya ada satu jalur suplai di sisi selatan. “Walaupun ada hambatan terkait pasokan air, mudah-mudahan tidak tersendat lagi, karena kita hanya punya satu jalur suplai air di sisi selatan,” ujarnya. Ia berharap, dengan adanya akses tambahan dari sisi lain, proses pemadaman bisa lebih efektif.
Syaiful juga memperkirakan bahwa kondisi gudang yang terbakar akan memakan waktu untuk ditangani. “Karena bahan-bahan yang ada dalam gudang bisa mengeluarkan asap beracun, kita harus berhati-hati saat melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya. Dia menambahkan, perlu waktu sekitar 2-3 jam untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak ada sisa bahan kimia yang membahayakan lingkungan sekitar.
Dalam perjalanan pemadaman, petugas mengalami kesulitan mengakses beberapa bagian gudang karena api membesar secara cepat. “Tidak semua area bisa dijangkau karena api terus meluas. Kami terus berusaha untuk mengendalikan api dan memastikan tidak ada korban tambahan,” jelas Syaiful. Ia juga meminta masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan tidak mendekat hingga petugas selesai menangani kebakaran.
Pemadaman berlangsung sejak pukul 20.00 WIB, dan hingga pukul 21.30 WIB, keadaan masih dalam proses penanganan. Syaiful menegaskan bahwa tim darat masih terus bekerja meski suara dentuman dan percikan api terus terdengar. “Kami sedang fokus pada area yang paling berisiko, yaitu bagian gudang yang masih menyimpan bahan kimia,” tambahnya. Kebakaran tersebut juga memicu perhatian warga sekitar yang mulai berkerumun di sekitar lokasi untuk memantau proses pemadaman.
Dalam sejumlah laporan, warga menyebut bahwa kebakaran tersebut terjadi secara mendadak tan
