Skip to content
Bisnis

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen

Andi Permata - tempatdonasi.com 3 mins read

5 Persen untuk Lindungi Produk Lokal Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 - Pemerintah Arab Saudi resmi menaikkan tarif impor terhadap sejumlah komoditas

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen untuk Lindungi Produk Lokal

Tempatdonasi.com – Pemerintah Arab Saudi resmi menaikkan tarif impor terhadap sejumlah komoditas dengan tingkat kenaikan mencapai 15 persen. Langkah ini diambil melalui penyesuaian bea masuk yang berlaku untuk berbagai negara, termasuk Indonesia. Atase Perdagangan Republik Indonesia di Riyadh, Zulvri Yenni, menilai perubahan ini sebagai peluang strategis bagi pelaku usaha dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor.

Sebanyak 51 jenis komoditas menjadi sasaran perubahan tarif bea masuk tersebut. Kategori barang yang terdampak sangat beragam, mencakup produk pertanian, peternakan, perikanan, serta pangan olahan. Dari keseluruhan komoditas yang terkena dampak, hanya dua jenis yang tidak mengalami perubahan tarif, yaitu udang air dingin dan udang lainnya yang tetap pada tarif 6 persen.

Detail Perubahan Tarif dan Komoditas Terdampak

Arab Saudi juga memberlakukan tarif bea masuk terhadap puluhan kategori barang yang sebelumnya bebas tarif atau dikenal dengan tarif 0 persen. Tarif bea masuk terendah yang ditetapkan adalah sebesar 6 persen, sedangkan tarif tertinggi mencapai 15 persen. Beberapa komoditas yang memiliki tarif bea masuk 6 persen antara lain kentang, karkas utuh atau setengah karkas, serta potongan bertulang lainnya. Sementara itu, sejumlah komoditas yang mendapat tarif bea masuk terbesar, yakni 15 persen, adalah kalkun, bebek, dan ayam indukan.

Penetapan perubahan tarif tersebut disampaikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1447-88-10 yang tertanggal 15 Juni 2026. Keputusan ini mulai berlaku efektif pada tanggal 26 Juni 2026 dan akan berdampak signifikan terhadap pola perdagangan internasional Arab Saudi. Menurut Zulvri, perubahan tarif bea masuk tersebut dilakukan pemerintah Arab Saudi untuk melindungi dan mendorong perkembangan produk pertanian lokal di dalam negeri.

“Perubahan tarif oleh Pemerintah Arab Saudi perlu kita sikapi sebagai upaya membuka peluang baru,” kata Zulvri Yenni dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia mengatakan kebijakan tersebut tetap sesuai dengan komitmen Arab Saudi dalam mengembangkan sektor pertanian domestik. Zulvri optimistis pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan berbagai peluang untuk tetap menembus pasar Arab Saudi di tengah perubahan bea masuk yang terjadi. Agar dapat bersaing di pasar Arab Saudi, Zulvri mendorong pelaku usaha Indonesia dapat memperhatikan efisiensi biaya, kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, dan pengembangan produk bernilai tinggi.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang memperluas ekspor produk pangan dan perikanan bernilai tambah. Khususnya produk yang belum diproduksi secara memadai oleh industri domestik Arab Saudi seperti kerupuk udang. Penguatan sektor pertanian dan akuakultur Arab Saudi berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap teknologi budi daya, sistem rantai dingin, pakan, benih, dan jasa pendukung lainnya yang dimiliki Indonesia.

“Berbagai kebutuhan yang akan mengiringi kebijakan ini dapat menjadi peluang kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi,” kata Zulvri.

Perubahan tarif ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mengekspor produk-produk teknologi pertanian dan sistem logistik dingin. Dengan meningkatnya produksi lokal Arab Saudi, kebutuhan akan input produksi dari Indonesia juga akan tumbuh. Hal ini mencakup peralatan budi daya, sistem pendingin, serta berbagai komponen pendukung lainnya yang selama ini masih diimpor dari luar negeri.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan Arab Saudi secara berkala. Para pelaku usaha diharapkan dapat menyesuaikan strategi ekspor mereka agar tetap kompetitif di pasar Timur Tengah. Dengan memanfaatkan peluang yang ada, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai mitra dagang strategis bagi Arab Saudi.

Pilihan Editor: Harga Ikan Naik dan Peliknya Persoalan Nelayan

Join the discussion