PSIM targetkan dapatkan lisensi AFC untuk musim 2027/2028
PSIM Targetkan Dapatkan Lisensi AFC untuk Musim 2027/2028
PSIM targetkan dapatkan lisensi AFC – PSIM Yogyakarta menetapkan target ambisius untuk musim depan, yakni mendapatkan lisensi AFC (Asian Football Confederation) agar bisa berpartisipasi dalam Liga Champions Asia Dua (AFC Champions League Two/ACL 2) pada 2027/2028. Hal ini diungkapkan oleh Steven Sunny, General Manager PSIM, setelah klub yang baru promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini memutuskan untuk fokus pada penguatan fondasi internal sebelum mengambil langkah besar ke tingkat Asia. “Kami berkomitmen untuk tampil lebih siap dan mulai mengikuti tahapan asesmen lisensi ACL 2 guna membuka peluang partisipasi di kompetisi kasta kedua Asia ini,” jelas Steven, dalam sebuah wawancara yang dikutip dari laman resmi I.League, Kamis lalu.
Dalam rangkaian penilaian lisensi klub oleh AFC untuk siklus 2026/2027, PSIM memperoleh status “granted” untuk berkompetisi di BRI Super League musim depan. Namun, status ini tidak memastikan kelayakan untuk ikut serta dalam turnamen Asia. Dari total 16 klub Super League yang mendapatkan lisensi ACL 2, PSIM menjadi salah satu tim yang belum mengajukan permohonan lisensi tersebut. Alasannya, manajemen klub mengakui bahwa fokus utama mereka adalah menata kebutuhan jangka pendek, terutama setelah promosi ke level tertinggi setelah 18 tahun di liga kedua. Steven Sunny menjelaskan bahwa langkah ini adalah untuk memastikan fondasi klub tetap kuat sebelum ambil bagian dalam kompetisi tingkat Asia.
Langkah Persiapan dan Kriteria Lisensi AFC
Untuk mendapatkan lisensi AFC, PSIM harus memenuhi berbagai kriteria seperti pengelolaan keuangan yang baik, ketersediaan fasilitas pelatihan dan klinik sepak bola, serta kesinambungan program pembinaan pemain muda. Steven Sunny mengatakan bahwa tim sudah memulai proses pemeriksaan internal untuk memastikan semua aspek diatur dengan rapi. “Kami terus memantau perubahan aturan dan berusaha memenuhi standar yang diperlukan. Apabila gagal, klub akan terkena konsekuensi serius seperti pengurangan poin di awal kompetisi,” jelasnya. Dengan status “granted,” PSIM tetap terus bergerak untuk meningkatkan kualifikasi agar bisa melangkah lebih jauh.
Meski tidak mendapatkan lisensi ACL 2, PSIM tetap optimis. Mereka berharap bisa menyelesaikan semua persyaratan yang dibutuhkan sebelum batas waktu pengajuan. Tantangan terbesar adalah ketersediaan kuota partisipasi di ACL 2, yang saat ini terbatas dan kompetitif. Steven Sunny menegaskan bahwa PSIM akan memprioritaskan pengembangan internal sebelum mengambil risiko besar. “Kami ingin memastikan kualitas tim tetap stabil dan terus tumbuh, sehingga bisa menempuh jalan ke AFC tanpa terburu-buru,” tambahnya. Hal ini juga sejalan dengan visi jangka panjang klub untuk membangun struktur yang lebih kuat di tingkat nasional dan internasional.
Persaingan dan Harapan PSIM di BRI Super League
Saat ini, PSIM berada di posisi ke-11 dengan 42 poin dari 32 pertandingan. Dalam dua laga terakhir musim ini, mereka akan menghadapi dua tim asal Jawa Timur, yakni Madura United pada Minggu (17/5) pukul 19.00 WIB dan Arema FC pada Jumat (22/5) pukul 15.30 WIB. Steven Sunny berharap kinerja di liga ini bisa menjadi penguatan terhadap kelayakan lisensi AFC. “Hasil positif di musim pertama sangat berharga. Kami terus bergerak untuk mencapai standar yang diperlukan untuk membuka jalan ke Asia,” tuturnya. Target mendapatkan lisensi AFC juga menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain dan staf PSIM untuk tampil lebih baik.
Di sisi lain, persaingan untuk lisensi AFC tidak hanya melibatkan PSIM. Berbagai klub besar di Indonesia, seperti Semen Padang, juga sedang berupaya memenuhi kriteria yang ketat. Steven Sunny mengakui bahwa proses ini memerlukan perencanaan matang dan komitmen dari semua pihak. “Kami yakin dengan dukungan fans dan pemain, kami bisa mencapai target ini,” ujarnya. Selain itu, manajemen juga sedang membangun strategi pemasaran dan pengembangan pemain untuk memperkuat posisi PSIM di kancah sepak bola Asia. Langkah ini diharapkan bisa memberikan dampak besar bagi perluasan basis penggemar dan peningkatan kualitas tim di masa depan.
Kebutuhan lisensi AFC juga menjadi momentum bagi PSIM untuk menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengelola klub. Dengan status “granted” di Super League, tim akan memiliki waktu untuk memperbaiki segala aspek yang diperlukan, termasuk aspek teknis, administratif, dan finansial. Steven Sunny menargetkan bahwa setelah berhasil meraih lisensi AFC, PSIM bisa menjadi salah satu klub Indonesia yang mewakili Asia di tingkat internasional. “Ini bukan hanya tentang prestasi di dalam negeri, tetapi juga mengenai tumbuhnya eksistensi PSIM di kancah sepak bola Asia,” pungkasnya. Dengan begitu, klub ini berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi sepak bola Indonesia di tingkat global.
