Special Plan: Pemprov Sumut optimalkan pelayanan kesehatan lewat RS KSO
Pemprov Sumut Optimalkan Pelayanan Kesehatan Melalui RS KSO
Special Plan – Medan, Sumatera Utara – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menekankan pentingnya penguatan sistem kesehatan di provinsi tersebut, dengan meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memberikan layanan medis secara optimal kepada warga. Ia menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat pengembangan layanan kesehatan unggulan, khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan terjangkau dan berkualitas. “Kami berkomitmen untuk mendorong keberlanjutan pelayanan kesehatan yang memadai bagi seluruh masyarakat Sumut,” ujarnya dalam rapat di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (10/4).
Salah satu upaya yang ditempuh adalah pengembangan rumah sakit bertaraf internasional. Gubernur Bobby menjelaskan bahwa RS KSO akan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan di wilayah itu. Rumah sakit ini, lanjutnya, dirancang untuk melayani pasien dari Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan, sekaligus menjadi pusat medis modern yang mampu menampung kebutuhan masyarakat luas. “Kami ingin memastikan bahwa fasilitas kesehatan ini bisa menjawab tantangan ketersediaan layanan medis yang sebelumnya masih terbatas,” tambahnya.
Kami terus mendorong percepatan layanan kesehatan unggulan bagi masyarakat. Salah satunya, menghadirkan rumah sakit bertaraf internasional di Sumut yang tetap melayani pasien BPJS Kesehatan.
Pengembangan RS KSO juga diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap sistem jaminan kesehatan nasional. Gubernur Bobby mengungkapkan bahwa pihaknya memastikan skema pembangunan rumah sakit ini disiapkan secara matang, dengan lokasi yang dipilih di ibu kota provinsi. “Kesiapan pembangunan RS KSO menjadi prioritas, karena akan memberikan akses layanan kesehatan yang lebih luas,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Faisal Hasrimy, menambahkan bahwa model Kerja Sama Operasional (KSO) dipilih sebagai strategi untuk mempercepat pengoperasionalan rumah sakit. Skema ini, menurutnya, menawarkan keuntungan dalam hal efisiensi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan manajemen secara keseluruhan. “KSO menjadi pilihan yang lebih praktis, karena menggabungkan kekuatan pemerintah dan swasta dalam menjaga kualitas pelayanan,” kata Faisal.
Dengan sistem KSO, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara tidak perlu membangun kapasitas operasional rumah sakit dari nol. Selain itu memitigasi risiko SDM dan manajemen rumah sakit dipastikan lebih baik, operasional lebih cepat, aset tetap milik pemerintah, fleksibel secara administratif, dan kualitas layanan tetap terjaga.
Faisal menjelaskan bahwa model KSO melibatkan tiga pihak utama, yakni PT Dirga Surya yang bertugas menyediakan aset, RS Haji Medan yang mengawasi mutu layanan, serta rumah sakit mitra seperti RS An-Nisa yang menangani operasional sehari-hari. “Kerja sama ini diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan cara yang lebih efektif,” terangnya. Ia juga menyoroti bahwa RS KSO akan menjadi bagian dari jaringan rumah sakit modern di Sumut, dengan fasilitas dan teknologi yang selaras dengan standar internasional.
Rumah sakit yang akan dibangun memiliki rencana struktur yang terdiri dari enam lantai dan kapasitas 250 tempat tidur. Faisal menyatakan bahwa fasilitas ini dilengkapi layanan kesehatan canggih, termasuk teknologi medis mutakhir serta tenaga medis yang berkualifikasi tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien, baik dari BPJS Kesehatan maupun masyarakat umum, mendapatkan pengobatan yang nyaman dan terjangkau,” ujarnya. Lokasi RS KSO yang dipilih di pusat Kota Medan juga menjadi keuntungan, karena dekat dengan dua rumah sakit bertaraf internasional lainnya yang belum menyediakan layanan untuk pasien BPJS.
Menurut Faisal, penggunaan model KSO tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga meminimalkan risiko dalam pengelolaan SDM. “Dengan pendekatan ini, Pemprov Sumut bisa memanfaatkan keahlian pihak swasta dalam operasional rumah sakit, sekaligus menjaga kontrol pemerintah terhadap pengelolaan aset,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kualitas layanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari model kerja sama yang digunakan.
Skema operasional KSO ini melibatkan tiga pihak utama yakni PT Dirga Surya, Rumah Sakit Haji Medan, dan rumah sakit mitra yaitu Rumah Sakit An-Nisa.
Faisal menyatakan bahwa RS KSO merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk memperkuat infrastruktur kesehatan di Sumut. Ia mengungkapkan bahwa rumah sakit ini akan menjadi sentra medis yang mampu mengatasi tantangan akses layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan untuk seluruh lapisan masyarakat. “Kami ingin RS KSO menjadi contoh sukses dalam integrasi pelayanan antara pemerintah dan swasta,” tutupnya.
Dalam rangka mewujudkan RS KSO, Pemprov Sumut juga menggencarkan komunikasi dengan mitra swasta dan berbagai instansi terkait. Faisal menyebutkan bahwa kolaborasi ini bisa memberikan ruang bagi pengembangan inovasi dalam bidang medis, seperti penerapan teknologi digital dalam manajemen rumah sakit. Selain itu, model KSO diharapkan bisa mempercepat proses pelayanan, terutama di tengah tantangan pandemi yang masih menghadang sektor kesehatan.
Keberhasilan RS KSO juga menjadi tolak uk
