Latest Program: Imam Besar Islamic Center New York soroti politik AS-Israel

IMAM-BESAR-ISLAMIC-CENTER-NEW-YORK-SOROTI-POLITIK-AS-ISRAEL

Imam Besar Islamic Center New York Soroti Perubahan Pandangan Politik AS-Israel

Latest Program – Di tengah momentum perubahan yang semakin terasa dalam dinamika politik global, Muhammad Shamsi Ali, Imam Besar Islamic Center New York, memberikan pandangan menarik tentang sikap Amerika Serikat terhadap Israel dan wilayah Timur Tengah. Pernyataan ini diungkapkan saat ia menerima penghargaan UMY Award 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, sebuah institusi pendidikan yang terkenal dalam pengembangan pemikiran islam di Asia Tenggara. Ali mengatakan, kebijakan AS terhadap Timur Tengah sedang mengalami pergeseran, khususnya dalam hubungannya dengan Israel, yang menurutnya mencerminkan keberhasilan generasi muda politisi Amerika dalam mengevaluasi keputusan pemerintah mereka.

Penyesuaian Sikap Politik Generasi Muda

Menurut Ali, walaupun AS masih menjunjung tinggi kebijakan luar negeri yang selama ini didukung oleh para pemimpin senior, ada gelombang perubahan yang makin kuat dari kalangan politisi muda. Mereka, katanya, mulai menunjukkan kepedulian lebih besar terhadap isu-isu kemanusiaan di Timur Tengah, terutama terkait hubungan antara Israel dan Palestina. Ini menciptakan perbedaan sikap yang nyata dibandingkan generasi sebelumnya, yang cenderung lebih fokus pada kepentingan geopolitik dan aliansi strategis.

“Generasi politikus muda Amerika mulai menunjukkan sikap berbeda terhadap kebijakan luar negeri negaranya,” ujar Ali. “Mereka tidak lagi mengabaikan suara masyarakat internasional atau menganggap kebijakan terhadap Timur Tengah sebagai hal yang mutlak.”

Kebijakan AS-Israel, yang selama ini dianggap sebagai bentuk pendukung kuat terhadap Israel, kini terlihat lebih kompleks. Ali mengungkapkan, banyak dari politisi muda di negara tersebut mulai mengkritik kebijakan militer Israel di Gaza dan pendirian pemukiman di wilayah yang diktat oleh pemerintah AS. Mereka lebih sadar akan dampak sosial dan politik dari tindakan-tindakan tersebut, termasuk perspektif umat Islam yang terusik.

Peran Islamic Center New York dalam Membentuk Pandangan

Ia menekankan bahwa Islamic Center New York, sebagai lembaga agama yang berkembang pesat di Amerika Serikat, berperan penting dalam membentuk opini masyarakat terhadap isu Timur Tengah. Lembaga ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi tempat diskusi kritis mengenai kebijakan luar negeri AS. Ali menyebutkan bahwa keberadaan organisasi seperti ini memberikan ruang bagi umat Islam untuk menyuarakan kepentingannya secara lebih terorganisir.

Dalam wawancara sebelumnya, Ali pernah menyampaikan bahwa hubungan AS-Israel bukan hanya sekadar aliansi militer, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan nilai-nilai demokratis dan keadilan. Ia menilai bahwa di tengah tuntutan dari masyarakat internasional, AS perlu menyesuaikan pendekatannya, terutama dalam menghadapi krisis yang berkepanjangan di wilayah Timur Tengah. Hal ini, menurutnya, bisa memperkuat kemitraan dengan negara-negara lain yang lebih mementingkan keadilan antarbangsa.

Contoh Kebijakan yang Mengalami Perubahan

Aktivitas politik di Washington DC, misalnya, telah menunjukkan tanda-tanda pergeseran. Beberapa legislator muda, seperti Senator Kamala Harris dan Representative Ilhan Omar, sering mengkritik kebijakan AS-Israel yang dianggap bertentangan dengan hak asasi manusia. Ali menyatakan, ini mencerminkan sikap lebih kritis dari generasi muda terhadap agenda pemerintah yang selama ini dianggap sebagai prioritas utama.

Masih ada contoh lain, seperti dukungan AS terhadap pemerintah Israel dalam operasi militer di Jalur Gaza. Ali menilai, kebijakan tersebut telah menimbulkan kecaman di berbagai belahan dunia, termasuk dari komunitas Muslim di AS. Ia menegaskan bahwa masyarakat Muslim Amerika semakin sadar akan dampak dari kebijakan ini, baik secara langsung maupun melalui persepsi global yang membentuk opini publik.

Keterlibatan dengan Masyarakat Internasional

Dalam beberapa tahun terakhir, Ali juga menjadi suara yang aktif dalam forum internasional mengenai isu Timur Tengah. Ia menyoroti bahwa AS tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kebijakan terhadap kawasan tersebut. Negara-negara lain, seperti Eropa dan Timur Tengah, juga turut menekan AS untuk lebih adil dalam menangani isu-isu yang terkait dengan Israel.

Sementara itu, Ali menekankan bahwa perubahan ini bukan hanya sekadar tren politik, tetapi juga refleksi dari kebutuhan untuk menciptakan kesetaraan dalam hubungan internasional. Ia menambahkan bahwa kebijakan AS-Israel harus selaras dengan nilai-nilai perdamaian dan keadilan, yang sejalan dengan prinsip islam yang menekankan sikap toleran terhadap perbedaan.

Perspektif Global dalam Membangun Kebijakan

Dalam kaitannya dengan kebijakan luar negeri, Ali mengajak AS untuk lebih terbuka terhadap perspektif global. Ia menilai bahwa negara-negara yang terlibat dalam konflik Timur Tengah membutuhkan pendekatan yang lebih holistik, bukan hanya berdasarkan kepentingan militer atau ekonomi. Menurutnya, pemerintah AS harus mengakui bahwa kebijakan terhadap Israel tidak selalu bersifat netral, dan bisa menimbulkan dampak yang signifikan terhadap hubungan dengan negara-negara lain.

Ali juga menyoroti peran media dalam menyebarluaskan informasi tentang kebijakan AS-Israel. Ia menyebut bahwa media internasional, terutama yang berbasis di kawasan Timur Tengah, memainkan peran penting dalam membentuk opini publik. Dengan demikian, kebijakan AS harus lebih transparan dan terbuka, agar tidak menyebabkan kesalahpahaman yang berkelanjutan.

Acara penerimaan UMY Award 2026 menjadi kesempatan bagi Ali untuk menyampaikan pandangannya. Selain itu, ia juga memanfaatkan momentum ini untuk membangun kesadaran masyarakat global tentang pentingnya dialog antara berbagai pihak yang terlibat dalam konflik Timur Tengah. Ali menilai, hubungan antara AS dan Israel adalah salah satu isu yang paling rumit, dan memerlukan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dari dunia pendidikan dan politik, yang turut memberikan apresiasi terhadap peran Ali dalam mempromosikan islam di Amerika Serikat. Dengan adanya penyesuaian sikap politik, ia berharap bahwa AS bisa menjadi pionir dalam menciptakan