New Policy: ANTARA apresiasi kesiapan fasilitas, transportasi Haji Saudi 2026
ANTARA Apresiasi New Policy Transportasi Haji Saudi 2026
New Policy menjadi fokus utama ANTARA dalam mengapresiasi kesiapan fasilitas transportasi Haji oleh Pemerintah Arab Saudi. Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Indonesia menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif yang dirancang untuk memudahkan perjalanan jamaah selama musim Haji 2026. Direktur Pemberitaan ANTARA, Virgandhi Prayudantoro, menekankan bahwa New Policy mencerminkan komitmen kerajaan untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan akses ke kota suci.
Kunjungan ke Saudi Arabia Railways
Virgandhi melakukan kunjungan ke Saudi Arabia Railways bersama tim media Arab Saudi untuk melihat langsung implementasi New Policy terkait Kereta Cepat The Haramain. “Saya berharap sistem ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung keberangkatan jamaah haji,” kata Virgandhi dalam pernyataan yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.
“New Policy ini mencakup persiapan fasilitas dan alternatif transportasi yang sangat terperinci, sehingga memastikan kelancaran jalur ke Makkah dan Madinah,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Virgandhi memaparkan pentingnya pengembangan transportasi di bawah New Policy. Menurutnya, sistem kereta cepat ini membantu mengurangi risiko kemacetan dan menjadi solusi inovatif dalam menghadapi peningkatan jumlah jamaah. “Jumlah penumpang yang menggunakan jalur ini hampir mencapai 800.000, yang menunjukkan efektivitas New Policy dalam melayani kebutuhan massal,” tambahnya.
Selama musim Haji, layanan Haramain High Speed Railway beroperasi intensif dengan rata-rata lebih dari 140 perjalanan per hari. Ini selaras dengan New Policy yang bertujuan menciptakan sistem transportasi terpadu. Public & Media Relations Manager Saudi Arabia Railways, Khaled Y. Al Farhan, mengatakan bahwa kereta api ini menjadi bagian dari upaya mencapai target Visi Saudi 2030.
“New Policy mengintegrasikan transportasi udara dan kereta api untuk mempercepat akses ke kota suci,” jelas Al Farhan.
Kereta Cepat Haramain menyediakan lebih dari 2,2 juta kursi untuk melayani jamaah haji dan wisatawan. Dengan kecepatan 300 km/jam, jalur ini mengurangi waktu tempuh antara Makkah dan Madinah menjadi sekitar dua jam lima belas menit. Stasiun Kereta Api Cepat Haramain di Bandara King Abdulaziz juga menjadi titik penghubung utama, dengan luas lebih dari 105.000 meter persegi.
Dalam New Policy, integrasi antara stasiun dan bandara menjadi prioritas untuk mengurangi antrean dan meningkatkan efisiensi. “Sistem ini memastikan jamaah dapat bergerak tanpa hambatan, baik untuk Haji maupun umrah,” kata Al Farhan. Area stasiun yang luas memungkinkan penumpang berpindah secara cepat antara jalur kereta dan terminal bandara.
