Djokovic percaya diri fisiknya prima untuk French Open

Djokovic

Djokovic Percaya Diri Fisiknya Prima untuk French Open

Djokovic percaya diri fisiknya prima – Dari Jakarta, Novak Djokovic mengungkapkan kepercayaannya pada kebugaran fisik yang telah ia persiapkan untuk menghadapi French Open 2026. Turnamen yang akan dimulai di Roland Garros tersebut menjadi fokus utama bagi pemain berusia 39 tahun itu, terutama karena harus menghadapi penantang kuat dari tuan rumah, Giovanni Mpetshi Perricard, di babak pertama. “Saya telah mengalokasikan waktu yang cukup untuk mengembangkan teknik permainan dan kebugaran fisik, serta mempersiapkan diri secara komprehensif untuk pertandingan lima set yang menentukan. Mari kita lihat, apakah semua usaha tersebut akan berbuah hasil yang memuaskan,” kata Djokovic dalam konferensi pers pra-turnamen, seperti yang dilaporkan ATP pada Sabtu.

Kesiapan untuk Grand Slam

Djokovic menegaskan bahwa Grand Slam selalu menjadi prioritas utamanya, terlebih dalam beberapa tahun terakhir. “Saya selalu bersiap secara maksimal untuk setiap turnamen besar, dan French Open tidak terkecuali,” ujarnya. Meski baru saja merayakan ulang tahun ke-39, ia tetap optimistis menjalani turnamen keempat dalam musim ini. Catatan menang-kalah yang diperolehnya hingga saat ini menunjukkan performa stabil, dengan rekor 7-3 di musim ini.

Setelah absen selama lebih dari enam minggu setelah cedera di BNP Paribas Open di Indian Wells pada Maret, Djokovic kembali ke lapangan awal bulan ini di Roma. Namun, ia harus mengakui kekalahan tiga set dari Dino Prizmic di pertandingan pembukaan. Meskipun sempat ragu, Djokovic menyatakan bahwa ia masih ingin bermain lebih banyak sebelum Roland Garros. “Saya ingin bermain lebih banyak lagi, tapi tubuh saya tidak izinkan,” katanya. “Namun, saya sangat senang bisa kembali ke lapangan dan merasakan atmosfer kompetitif di Roma.”

Apresiasi untuk Jannik Sinner

Setelah Djokovic tersingkir dari Roma, Jannik Sinner menjadi sorotan karena sukses mengangkat trofi di turnamen tersebut. Pemain asal Italia itu kini bergabung dengan Djokovic sebagai satu-satunya atlet putra yang menyelesaikan Career Golden Masters dengan memenangkan seluruh dari sembilan turnamen ATP Masters 1000. “Ini pencapaian luar biasa, dan saya sangat menghargainya. Sebagai salah satu dari dua orang yang berhasil memenangkan Golden Masters dalam sejarah, saya tahu betapa beratnya proses tersebut,” tutur Djokovic dalam wawancara eksklusif.

Djokovic sendiri memiliki catatan yang memperlihatkan penyesuaian diri setelah mengalami cedera parah. Ia kalah dari Sinner atau Carlos Alcaraz dalam empat Grand Slam terakhir, termasuk final Australian Open Januari lalu. Meski begitu, ia yakin kondisi fisiknya kini lebih stabil dan siap untuk melangkah lebih jauh. “Kekalahan dari dua pemain terbaik dunia seperti itu bukanlah hal yang mudah, tapi itu membantu saya memahami titik lemah dan kekuatan diri sendiri,” imbuhnya.

Persiapan Fisik dan Mental

Sebagai salah satu petenis yang terus berkembang, Djokovic tak hanya fokus pada teknik lapangan, tetapi juga memperkuat aspek kesehatan secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, ia menghabiskan waktu untuk memulihkan tubuh dan meningkatkan stamina. “Kondisi fisik yang prima adalah kunci untuk berlaga dalam pertandingan bertahan lama, terutama di Roland Garros yang dikenal sebagai salah satu turnamen paling berat di kalender Grand Slam,” katanya.

Djokovic juga menekankan pentingnya mentalitas dalam menghadapi tantangan besar. “Setiap turnamen memiliki suasana dan tekanan berbeda, dan saya harus terus mengasah mental saya agar tetap fokus dan tekun,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa kehadirannya di Roma memberikan kesempatan untuk menguji kebugaran sebelum melangkah ke fase lebih lanjut. “Saya merasa puas dengan hasil yang saya dapatkan di sana, meski masih ada ruang untuk perbaikan.”

Kompetisi yang Menantang

Pemain Serbia itu menyadari bahwa perjalanan menuju trofi di French Open 2026 akan penuh dengan tantangan. “Pertandingan lima set membutuhkan kekuatan mental dan fisik yang ekstra, dan saya sedang membangun fondasi untuk itu,” ujar Djokovic. Ia juga memperkirakan bahwa lawan-lawannya akan lebih siap dalam beberapa bulan ke depan. “Tapi saya yakin, dengan persiapan yang matang, saya bisa menjaga performa terbaik.”

Meski sempat mengalami kelelahan setelah absen dari Indian Wells, Djokovic menganggap kembalinya ke lapangan sebagai langkah penting. “Absen selama sebulan membuat saya kehilangan ritme, tapi saya segera mengembalikan kondisi tubuh dan mental,” katanya. Ia juga menyebut bahwa Jakarta menjadi lokasi utama untuk evaluasi performa sebelum melangkah ke pertandingan besar. “Dari sini, saya bisa melihat bagaimana tubuh dan pikiran saya bekerja, lalu menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan.”

Masa Lalu dan Tantangan di Depan

Djokovic menyinggung pengalaman sulit yang ia lalui dalam enam hingga delapan bulan terakhir. “Cedera membuat saya harus beradaptasi dengan cara berbeda, tapi sekarang saya merasa lebih kuat dan siap,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa hasil kemenangan di Roma, meski tidak sempurna, menjadi bukti bahwa ia bisa kembali berkompetisi dengan konsisten.

Sebagai pemain yang telah meraih 24 gelar Grand Slam, Djokovic tak pernah ragu dalam menghadapi tantangan. “Saya selalu berusaha melangkah lebih jauh, dan French Open adalah salah satu tempat untuk mencapai tujuan itu,” katanya. Ia juga berharap bisa mengejar rekor sejarah, seperti gelar terbanyak di turnamen tertentu, meski tetap rendah hati. “Tantangan selalu ada, tapi saya percaya diri bahwa saya bisa memberikan yang terbaik.”

Perjalanan ke Roland Garros

Menyambut French Open, Djokovic berharap bisa merasakan atmosfer yang sama seperti di Roma, namun dengan target yang lebih tinggi. “Saya ingin menorehkan prestasi baru di Roland Garros, dan saya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya. Ia juga memperkirakan bahwa persaingan di turnamen tersebut akan lebih sengit, terutama karena banyak pemain muda yang mulai tampil memukau.

Komentar Djokovic tentang Jannik Sinner menunjukkan apresiasi terhadap pemain berbakat yang kini mengemuka. “Sinner adalah contoh bagus bagaimana seorang pemain muda bisa mencapai tingkat tertinggi dalam waktu singkat. Saya sangat senang melihat perkembangannya dan berharap bisa bertemu di Roland Garros,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengalaman berkompetisi dengan Sinner di beberapa turnamen sebelumnya membantu memahami gaya bermainnya.

Persiapan Fisik dan Teknik

Sebelum memulai French Open, Djokovic melakukan evaluasi terhadap kebugaran dan teknik bermainnya. “Saya perlu memastikan bahwa stamina tubuh dan reaksi otot saya bisa bertahan hingga babak final,” ujarnya. Ia juga memperkenalkan perubahan dalam latihan, termasuk fokus pada penguatan kekuatan dan keseimbangan. “Kombinasi antara kebugaran fisik dan teknik permainan akan menjadi kunci utama untuk memenangkan pertandingan,” tambahnya.

Djokovic menyatakan bahwa kehadirannya di Roma memberikan manfaat besar, meski tidak bisa bermain sebanyak yang diharapkan. “Kondisi fisik saya membaik, dan saya bisa merasakan perbedaan dari sebelumnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa waktu yang dihabiskan di sana membantu membangun kepercayaan diri dan kesiapan untuk pertandingan besar. “Saya merasa lebih kuat dan