Skip to content
Bisnis

Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel Minyak per Hari

Andi Permata - tempatdonasi.com 4 mins read

PT Pertamina EP Zona 7 berhasil menyelesaikan operasi pengeboran sumur pengembangan JAS-034 yang dikelola oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia. Sumur

Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel Minyak per Hari

Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel: 6 Barel Minyak per Hari Tempatdonasi.com – PT Pertamina EP Zona 7 berhasil menyelesaikan operasi pengeboran

Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel Minyak per Hari

Tempatdonasi.com – PT Pertamina EP Zona 7 berhasil menyelesaikan operasi pengeboran sumur pengembangan JAS-034 yang dikelola oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia. Sumur ini berlokasi di Lapangan Jatisari, Jawa Barat, dan telah melalui proses uji produksi awal yang menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data yang diperoleh, sumur tersebut mampu menghasilkan volume minyak sebesar 326 barel per hari atau setara dengan 326 BOPD. Pencapaian ini menjadi indikator positif bagi sektor energi nasional dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi domestik.

Jadwal Pengeboran dan Uji Produksi

Komedi, yang menjabat sebagai Vice President Rig Services Operation di Pertamina Drilling, menjelaskan timeline lengkap kegiatan pengeboran tersebut. Uji produksi dilakukan pada tanggal 15 Juli 2026 setelah proses pengeboran rampung dalam kurun waktu 44 hari. Pengeboran dimulai pada 3 Juni 2026 dan menggunakan Rig PDSI#15.3/N110-M dengan kapasitas 1.500 HP. Yang patut dicatat, seluruh proses berjalan tanpa adanya kecelakaan kerja atau zero accident.

Alhamdulillah sumur dapat diselesaikan dengan aman. Zero Accident dan Zero NPT, serta menghasilkan hidrokarbon sesuai yang ditargetkan, kata Komedi dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 22 Juli 2026.

Detail Teknis Pengeboran

Dari perspektif teknis, Komedia memberikan penjelasan mengenai profil pengeboran sumur JAS-034. Sumur ini dibor secara directional dengan menggunakan profil J-Type. Kedalaman yang dicapai mencapai 2.590 meter measured depth atau disingkat mMD. Sementara itu, true vertical depth atau mTVD tercatat sebesar 2.381,1 meter. Target utama pengeboran berada di Formasi Baturaja, tepatnya pada lapisan BRF.

Proses directional drilling ini memerlukan perencanaan yang matang untuk mencapai target formasi dengan presisi tinggi. Penggunaan profil J-Type memungkinkan sumur untuk mencapai lapisan reservoir yang diinginkan melalui jalur yang optimal. Hal ini menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan produksi hidrokarbon dari sumur tersebut.

Efisiensi Biaya dan Kolaborasi Tim

Selain menghasilkan produksi awal yang sesuai dengan target yang ditetapkan, proyek ini juga mencatat pencapaian efisiensi biaya bagi Pertamina. Realisasi biaya pengeboran baru mencapai sekitar 63,16 persen dari nilai Authorization for Expenditure atau AFE yang telah disetujui oleh SKK Migas. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran berjalan dengan efektif tanpa mengorbankan kualitas operasional.

Menurut Komedi, keberhasilan pengeboran ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tim operasional dan perusahaan jasa pendukung. Kolaborasi ini mengedepankan aspek keselamatan, keandalan peralatan, dan disiplin operasional sebagai fondasi utama keberhasilan proyek. Setiap elemen dalam rantai operasional berkontribusi secara sinergis untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Penyelesaian pengeboran dalam 44 hari tanpa insiden serta hasil uji produksi awal diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi minyak dan gas nasional, ucapnya.

Keberhasilan proyek ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi lokal, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan energi nasional. Dengan adanya sumur baru yang mampu menghasilkan 326 barel minyak per hari, kapasitas produksi nasional diharapkan dapat terus meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dan perusahaan energi untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri yang terus berkembang.

Pencapaian zero accident dan zero NPT juga menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan operasional. Kedua parameter ini menunjukkan bahwa tidak hanya target produksi yang tercapai, tetapi juga standar keselamatan dan efisiensi waktu berjalan optimal. Kombinasi antara pencapaian teknis, finansial, dan operasional ini menjadikan proyek JAS-034 sebagai contoh sukses dalam industri perminyakan Indonesia.

Ke depan, hasil dari sumur ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi proyek-proyek pengeboran serupa. Pengalaman yang diperoleh selama proses pengeboran dan uji produksi dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi di masa mendatang. Dengan terus mengembangkan sumur-sumur baru, Indonesia dapat memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Frequently Asked Questions

Apa itu Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel?

Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel penting?

Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Sumur Baru Pertamina Produksi 326 Barel ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Join the discussion