Visit Agenda: Fuji Utami Masih Belum Ikhlas Meski Eks Admin Medsosnya Resmi Jadi Tersangka Penggelapan

fuji_utami_di_polda_metro_jaya-h2YV_large

Fuji Utami Masih Belum Ikhlas Meski Eks Admin Medsosnya Resmi Jadi Tersangka Penggelapan

Kabar Penetapan Tersangka Membawa Harapan, Tapi Rasa Kecewa Masih Menghiasi Fuji

Visit Agenda – JAKARTA – Berita tentang penetapan eks admin media sosial Fuji Utami sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana menyebar di media sosial. Kabar tersebut memberikan sedikit harapan bagi Fuji, selebgram yang dikenal aktif di dunia maya. Namun, rasa kecewa dan belum ikhlas masih menyergapnya meski kasus telah memasuki tahap penyidikan. Fuji mengunjungi Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (26 Mei 2026) untuk menyelesaikan proses barang bukti serta menandatangani Berita Acara Penyitaan (BAP). Kehadirannya di tempat tersebut menjadi bukti bahwa ia tetap peduli dan ingin memastikan proses hukum berjalan adil.

Dalam suasana yang tenang, Fuji mengungkapkan perasaannya yang campur aduk. “Harusnya aku merasa lega, karena hari ini dia resmi ditetapkan sebagai tersangka,” katanya. Meski begitu, ia mengakui masih ada ketidakpuasan dalam hatinya. “Tapi tadi pas ngelihat dia—karena aku nggak tahu ada dia di sini ya—rasanya tuh kayak kesel banget. Kayak belum ikhlas,” ujarnya sambil mengemukakan kekecewaan yang tak bisa dipungkiri. Rasa kecewa itu bukan hanya berasal dari kehilangan uang, tapi juga dari perlakuan mantan karyawannya tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan kepercayaan yang diberikan.

“Fuji mengatakan ini bukan sekadar soal uang yang hilang, tapi juga tentang kepercayaan yang dia khianati. Aku nggak terima diperlakukan seperti itu,” lanjutnya.

Kasus yang mengguncang Fuji terjadi setelah ia melaporkan kehilangan dana sejumlah Rp 200 juta. Pihak eks admin media sosialnya, yang sebelumnya dianggap dekat dan dapat diandalkan, diduga melakukan penipuan terhadap dana yang dikelolakannya. Penyidik menilai tindakan tersebut melanggar kepercayaan dan menyebabkan kerugian besar. Meski sudah resmi menjadi tersangka, Fuji masih merasa proses ini belum memberikan kelegaan penuh. “Sudah bisa dibilang lega, tapi aku masih merasa ada yang kurang,” ujarnya. Rasa ikhlas pun belum tiba, sebab perasaannya terbagi antara harapan dan kekecewaan.

Dibawa oleh pengacaranya, Sandy Arifin, Fuji mengaku datang ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan hati yang terbuka. Ia berharap proses ini bisa memberikan kejelasan, terutama untuk menyelamatkan reputasinya sebagai seorang selebgram yang dianggap profesional. “Saya hanya ingin memastikan bahwa semua bukti yang ada bisa diperiksa dan dipertanggungjawabkan secara jelas,” jelas Sandy, yang turut mendampingi Fuji dalam kunjungan tersebut.

Kasus ini sebelumnya terbongkar setelah Fuji mengungkapkan dugaan adanya kecurangan dalam pengelolaan dana kampanye atau proyek kolaborasi yang ia lakukan melalui media sosial. Dalam beberapa bulan terakhir, ia sempat memperlihatkan kecemasan melalui postingannya, di mana ia meminta bantuan netizen untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penipuan. Penetapan eks admin sebagai tersangka menjadi titik balik dalam perjalanan kasus ini. Meski tidak semua tuntutan langsung terbukti, pihak penyidik menyatakan bahwa ada cukup alasan untuk menetapkan tersangka.

Menurut Sandy, eks admin tersebut sempat hadir di lokasi saat proses penyidikan berlangsung. Namun, Fuji memilih untuk tidak bertemu dengannya. “Aku merasa jengkel, karena dia masih ada di sini. Tapi aku nggak tahu pasti, mungkin karena ia ingin menjelaskan hal-hal yang ia lakukan,” kata pengacara itu. Meski demikian, Fuji memutuskan untuk tidak melibatkan diri langsung. “Aku ingin fokus pada proses penyidikan dan membawa bukti-bukti yang jelas,” ujarnya.

Kasus penggelapan ini menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang selebriti yang aktif di media sosial. Banyak netizen mengapresiasi langkah Fuji dalam melaporkan kecurangan tersebut. Namun, di sisi lain, ada juga yang merasa kasus ini masih memerlukan investigasi lebih lanjut. “Ini bukan hanya soal uang, tapi juga soal kepercayaan dan hubungan yang ia bangun dengan Fuji,” tulis salah satu netizen di akun media sosialnya.

Dalam sebuah wawancara khusus, Fuji juga menjelaskan bahwa ia merasa bimbang sejak awal. “Awalnya aku percaya dia, tapi setelah ada bukti-bukti yang muncul, aku mulai curiga. Akhirnya, aku memutuskan untuk melaporkan ke pihak berwajib,” katanya. Ia mengakui bahwa hubungannya dengan eks admin tersebut terguncang, bahkan hingga mengganggu kinerjanya sebagai selebgram. “Kasus ini memberi dampak besar, tapi aku tetap berusaha melalui semua ini dengan baik,” tambahnya.

Kini, Fuji berharap kasus ini bisa memberikan kejelasan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum. Ia juga berencana untuk melanjutkan kerja sama dengan tim hukumnya agar proses penyidikan bisa berjalan cepat. “Aku ingin semua yang terjadi bisa terungkap dengan jelas, jadi publik tahu bagaimana peristiwa ini terjadi,” ujarnya. Rasa ikhlas pun akan datang setelah semua fakta terpapar dan keadilan tercapai, kata Fuji. Dengan demikian, meski kasus sudah memasuki tahap tersangka, ia tetap berharap ada penyelesaian yang memuaskan.