Visit Agenda: Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Butir Ekstasi

kapolda_jambi_irjen_krisno_halomoan_siregar-Jmsc_large

Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Butir Ekstasi dalam Acara Visit Agenda

Visit Agenda – Sabtu (23/5/2026), Polda Jambi melakukan pemusnahan barang bukti narkotika sebagai bagian dari kegiatan deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Gubernur Jambi Al Haris, Forkopimda, lembaga Kejaksaan, BNNP Jambi, tokoh agama, dan mahasiswa. Pemusnahan 20 kg sabu serta puluhan ribu butir ekstasi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menekan penyebaran narkoba melalui tindakan tegas dan transparan. Visit Agenda kali ini juga menjadi momen penting untuk menarik perhatian masyarakat terhadap isu kecanduan narkoba.

Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Anti Narkoba

Pemusnahan barang bukti bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga bagian dari upaya kolektif masyarakat Jambi dalam melawan peredaran narkoba. Acara yang diadakan di Lapangan Mapolda Jambi menarik ribuan pengunjung yang antusias menyaksikan proses penghancuran. Visit Agenda ini mencerminkan keterlibatan aktif warga dalam mendukung kampanye pemerintah. Kapolda Jambi Irjen Krisno Halomoan Siregar menegaskan bahwa kegiatan tersebut membuktikan peran Polri sebagai mitra strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Tersangka yang terlibat dalam kasus narkoba juga hadir langsung sebagai saksi. Mereka dianggap sebagai pelaku utama dalam memperluas jaringan peredaran barang haram. Kehadiran mereka memperkuat pesan transparansi yang ingin disampaikan melalui pemusnahan di depan publik. Visit Agenda ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penggunaan narkoba adalah ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan generasi muda.

Transparansi dan Efektivitas Operasi Anti Narkoba

“Pemusnahan barang bukti hari ini bukan sekadar upacara formal,” kata Kapolda Jambi Irjen Krisno. “Ini menunjukkan komitmen kita untuk bersih-bersih dari semua bentuk penyalahgunaan narkoba, termasuk dalam rangka mencapai tujuan Visit Agenda yang lebih luas.”

Kapolda menambahkan bahwa selama lima tahun terakhir, Polda Jambi berhasil mengungkap 3.760 kasus narkoba, melibatkan 5.385 tersangka. Dari jumlah tersebut, 5.088 adalah laki-laki dan 297 perempuan. Visit Agenda juga menjadi sarana untuk menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi yang erat antar instansi seperti TNI-Polri, BNNP, dan lembaga pendidikan. Jumlah narkotika yang disita mencapai 1,4 ton berbagai jenis, termasuk 20 kg sabu dan 20.241 butir ekstasi.

Pemusnahan barang bukti yang diumumkan dalam Visit Agenda ini menjadi simbol perjuangan melawan narkoba. Selain sabu dan ekstasi, barang bukti lain seperti 1.975 cartridge etomidate (berat 4.332,5 mililiter) juga dihancurkan. Etomidate, meski digunakan dalam medis, sering dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan narkoba. Dengan menyita barang ilegal tersebut, Polda Jambi menegaskan konsistensi dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan anti narkoba.

Komunitas dan Dampak Positif Visit Agenda

Visit Agenda kali ini tidak hanya menarik perhatian lembaga pemerintah, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat. Peserta kegiatan, terutama warga Jambi, diharapkan memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan dan ekonomi. Upacara pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai bentuk pencegahan, mengingat narkoba telah mengancam berbagai kalangan, dari pelajar hingga pekerja. Kapolda menyatakan bahwa Visit Agenda ini juga bertujuan membangun kepercayaan publik terhadap upaya penegakan hukum.

Sebagai bagian dari program nasional, Polda Jambi terus meningkatkan kapasitas kepolisian dalam operasi anti narkoba. Kehadiran Forkopimda dalam Visit Agenda menegaskan bahwa penanganan narkoba adalah prioritas bersama. Masyarakat diimbau untuk terus berpartisipasi dalam memberantas narkoba, baik melalui pelaporan maupun peningkatan kesadaran. Pemusnahan 20 kg sabu dan puluhan ribu butir ekstasi menjadi bukti nyata bahwa upaya tersebut menghasilkan dampak signifikan di tingkat lokal.

Visit Agenda ini juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama polisi tidak akan berhenti menekan peredaran narkoba. Selain tindakan tegas, edukasi dan pencegahan menjadi komponen penting dalam program jangka panjang. Masyarakat diingatkan bahwa narkoba bisa merusak kehidupan seseorang dalam waktu singkat. Dengan melibatkan berbagai elemen, Visit Agenda berharap menciptakan kesadaran kolektif dalam melawan kecanduan narkoba.