Pemadaman listrik tak ganggu operasional kereta di Sumut

PEMADAMAN-LISTRIK-TAK-GANGGU-OPERASIONAL-KERETA-DI-SUMUT_1

Pemadaman Listrik Tak Ganggu Operasional Kereta di Sumut

Pemadaman listrik tak ganggu operasional kereta – Massal pemadaman listrik yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera Utara tidak menyebabkan gangguan signifikan pada layanan kereta api, demikian pernyataan PT KAI Divre I Sumatera Utara. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa semua perjalanan kereta api di wilayah tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Kepastian ini diberikan oleh Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, yang menyampaikannya pada hari Sabtu (23/5) lalu.

Pemadaman listrik yang terjadi beberapa hari terakhir, meskipun bersifat luas, tidak mengganggu sistem operasional kereta api. Praktis, setiap kereta yang beroperasi di Sumut tetap berjalan tanpa hambatan, baik untuk layanan komersial maupun transportasi umum. Hal ini menunjukkan kesiapan PT KAI Divre I dalam menghadapi situasi darurat yang sering terjadi di sektor energi.

“Seluruh operasional kereta api di Sumut aman dan normal, tidak ada hambatan dalam pelayanan kepada pengguna,” ujar Anwar Yuli Prastyo, Sabtu (23/5).

Menurut Prastyo, penyebab pemadaman listrik tersebut sementara belum diketahui secara pasti. Namun, pihak KAI Divre I telah berkoordinasi erat dengan pihak penyedia layanan listrik lokal untuk meminimalkan dampak negatif. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa seluruh staf dan operator kereta api bersiap sejak awal untuk memastikan operasional tetap terjaga. Langkah ini mencakup penggunaan sistem pendukung kritis yang bisa mengaliri energi ke stasiun utama maupun jalur rel bawah tanah.

Kereta api di Sumut memiliki peran penting dalam menghubungkan daerah-daerah yang terpencil, terutama di tengah peningkatan kebutuhan transportasi selama masa libur dan perayaan hari besar. Dengan masyarakat semakin bergantung pada layanan transportasi umum, KAI Divre I terus meningkatkan kinerja operasional agar tidak terganggu oleh peristiwa seperti pemadaman listrik. “Kami selalu memantau kondisi infrastruktur secara real-time, termasuk sistem listrik,” tambah Prastyo, menjelaskan bahwa komunikasi internal di seluruh jaringan kereta api sudah dipersiapkan dengan matang.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 15 kereta api utama di Sumut tetap beroperasi sesuai jadwal, termasuk rute yang melewati kota Medan, Binjai, dan Padangsidimpuan. Pemadaman listrik yang terjadi pada hari Jumat (22/5) lalu, yang berlangsung sekitar 3 jam, hanya memengaruhi satu stasiun kecil di kabupaten Tapanuli Tengah. Di sana, staf KAI Divre I langsung melakukan pemeriksaan mendetail sebelum semua layanan kembali berjalan seperti semula.

KAI Divre I juga menjelaskan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan listrik biasa tetapi memiliki cadangan pasokan energi yang dapat digunakan dalam situasi darurat. Sistem ini diterapkan di sepanjang jalur utama, sehingga meskipun listrik mengalami gangguan, operasional kereta tetap terjaga. “Jalur rel kami menggunakan teknologi listrik terintegrasi yang dirancang untuk memastikan operasional terus berjalan meski ada hambatan dari sumber daya eksternal,” jelas Prastyo, memberi contoh bahwa beberapa stasiun besar telah dilengkapi dengan generator darurat yang bisa diaktifkan secara cepat.

Dalam pernyataannya, Prastyo juga menyoroti upaya pengembangan infrastruktur transportasi. “Kami terus memperkuat sistem pengoperasian kereta api dengan menambah jumlah staf pengawas dan melakukan simulasi kegagalan sistem secara berkala,” katanya. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif mengingat tingginya risiko gangguan listrik di daerah pesisir seperti Sumut, yang sering mengalami cuaca ekstrem.

Menurut laporan KAI Divre I, sebanyak 70% dari stasiun yang ada di Sumut telah dilengkapi dengan alat pemantauan dan pemulihan listrik. Ini memungkinkan operator untuk merespons cepat terhadap setiap kejadian pemadaman. Meski demikian, Prastyo menegaskan bahwa pihaknya tetap berupaya untuk memperbaiki kelemahan di stasiun-stasiun yang belum dilengkapi. “Kami sedang mengejar penyelesaian pembangunan sistem cadangan listrik di beberapa lokasi strategis,” tambahnya.

Pemadaman listrik massal yang terjadi beberapa hari lalu menjadi pembelajaran penting bagi KAI Divre I. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah melakukan modifikasi pada sistem distribusi energi agar lebih tahan terhadap gangguan. Prastyo juga menyebutkan bahwa perusahaan sedang berdiskusi dengan pemerintah daerah dan operator listrik untuk memastikan solusi jangka panjang, termasuk penggunaan sumber energi alternatif di beberapa area.

Sebagai organisasi publik, KAI Divre I berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan kepada masyarakat. “Kepuasan pengguna kereta api adalah prioritas utama kami, terlepas dari kondisi lingkungan,” kata Prastyo, menjelaskan bahwa mereka tidak hanya fokus pada operasional tetapi juga kenyamanan penumpang. Untuk menghindari kesalahpahaman, pihak KAI juga menyebarluaskan informasi melalui media sosial dan layanan pelanggan langsung.

Selama pemadaman listrik, staf KAI Divre I menginformasikan kepada pengguna kereta api melalui aplikasi dan portal resmi, serta melalui papan pengumuman di stasiun. Hal ini memastikan bahwa setiap penumpang tetap diberi kemudahan dalam mengakses jadwal dan informasi terkini. “Kami memahami bahwa perubahan jadwal bisa memengaruhi rutinitas masyarakat, jadi kami selalu berusaha memberikan pengumuman yang akurat dan tepat waktu,” ujarnya.

Menurut Prastyo, pemadaman listrik tersebut tidak menimbulkan keluhan signifikan dari penumpang. “Tidak ada laporan kegagalan operasional atau keterlambatan yang berkepanjangan,” kata dia. Peningkatan infrastruktur dan sistem cadangan listrik diharapkan bisa memberikan kestabilan layanan dalam jangka waktu lebih panjang. Dengan langkah-langkah ini, KAI Divre I menunjukkan komitmen untuk menjadi penyedia transportasi terpercaya di wilayah Sumut.

M. Valery Maulidzar S/Rayyan/I Gusti